My Hot Daddy

My Hot Daddy
Perasaan


Melihat semua ini menjadi semakin rumit membuat Nyonya Matilda harus turun tangan karena bukan hanya satu orang yang merasa tersakiti disini. Tapi banyak hati yang menjadi bahan taruhannya


Dan itu semua di sebabkan oleh suaminya. Suaminya lah yang harus bertanggung jawab untuk semua ini.


Nyonya Matilda benar-benar akan mengutuk Mendiang suaminya karena semua ini.


Sementara Olivia yang seperti memendam perasaannya seperti itu tidak tau harus melakukan apa saat ini.


Semua ini terlalu rumit baginya. Dia ingin William meninggalkannya bersama sang anak.


Tapi saat William mengabulkan semua permintaannya hati Olivia merasa semakin tidak tenang saat tidak mendapati William berada di dekatnya.


Terhitung sudah dua hari ini dia terus saja mengurung dirinya di rumah pohon dan memikirkan semua ini.


Di satu sisi dia merindukan Andrew yang terus saja mengganggunya dan kini tidak lagi.


Apalagi saat anak laki-laki itu yang terus saja mengusap perutnya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan yang luar biasa untuknya.


" Kenapa Baby ? Apa kamu merindukan kakak Andrew ?" Tanya Olivia yang mengusap perut buncitnya saat ini.


Dia tengah membaca buku tentang kehamilan yang di belikan William untuknya waktu itu.


Tapi kini, Semua tentang kedua pria itu terus saja berputar di dalam ingatannya.


" Tenang Baby, Jangan seperti ini. " Ucap Olivia yang berusaha menenangkan anaknya yang terus saja bergerak di dalam perut Olivia entah karena apa


Bahkan saat dia membicarakan tentang Andrew dan William anaknya terus saja bergerak dengan begitu aktif di perutnya.


" Apa kamu merindukan pria itu Baby ? Kamu merindukan Daddy kamu ?" Olivia berpikir panjang bagaimana caranya dia bisa bertemu dengan William tanpa dia yang memintanya ?


Lagi pula jika dia meminta pada Ibunya juga tidak akan mungkin.


" Jadi ibu harus melakukan apa Baby ?" Olivia terus saja memikirkan wajah tampan William yang beberapa hari ini menghiasi pikirannya.


" Ibu mohon tolong mengerti akan ketakutan ibu Baby. Jangan terus seperti ini. " Air matanya mengalir tanpa disadarinya saat membayangkan bagaimana anaknya tumbuh menjadi anak yang terlahir tanpa seorang ayah di sampingnya.


Olivia semakin menangis saat membayangkan bagaimana nantinya jika anaknya mencari dan bertanya tentang Daddy-nya apa yang harus Olivia katakan pada mereka ?


" Sabar sayang, Kita jalani dulu semua ini. " Olivia menghapus air matanya karena di harus kuat demi anak yang ada di kandungannya.


Besok dia aka pergi ke kota untuk periksa kandungan bersama ibunya. Dia berharap bahwa William akan menemaninya.


Tapi rasanya untuk meminta itu semua berat sekali rasanya.


Olivia tidak berani meminta semua itu karena dia tidak ingin menganggu William.


Tanpa di sadari oleh Olivia, William terus saja memikirkan Olivia saat ini.


Tapi bagaimana cara dia memberikan perhiasan ini ? sementara Olivia saja tidak ingin bertemu dengannya.


Lalu bagaimana William menjalani hidupnya lagi tanpa Olivia ?


Jujur, Rasanya William ingin sekali menghampiri Olivia dan memeluk tubuh wanita yang telah mencuri seluruh hatinya saat ini.


Wanita yang bisa membuat dunianya jungkir balik dengan semua itu. Semua pesona yang membuat William benar-benar di buat seperti orang gila karenanya.


" Olivia..." Ucapnya dengan penuh perasaan yang membuat dirinya tidak bisa bekerja dengan baik karena memikirkan Olivia dan anak yang ada di kandungan wanita itu saat ini.


" Apa kamu baik-baik saja Baby ? Apa tidak merindukan Daddy ?" Tanya William pada dirinya sendiri sambil terus memikirkan anaknya.


Saat William tengah bergulat dengan pikirannya, Ponselnya yang berada di meja kerjanya berdering dan itu panggilan dari ibunya.


" Ya, Halo Ibu. " Jawab William saat sambungan telepon terhubung di antara mereka.


" Datang dan jemput Olivia bersama mu dan Ibu juga akan ikut dengan mu. " Bukannya senang tapi William malah semakin berat untuk berpikir.


Dia belum bisa membawa Olivia bersamanya. Lalu bagaimana cara dia membujuk Olivia lagi ?


Melihatnya saja Olivia sudah ketakutan seperti itu.


" Dia memiliki perasaan terhadap mu. Tapi masih terhalang rasa takutnya terhdap mu. Besok kamu akan pergi ke kota untuk melakukan USG terhadap anak kalian. Jemput kami untuk pergi ke kota besok. "


" Tapi Ibu..."


" Apa pria jahat itu tidak mengajari mu bagaimana caranya menjerat wanita ? Aku rasa kau paham itu. " Terdengar helaan nafas William di telinga ibunya


Nyonya Matilda sendiri mengerti akan kegelisahan hati putranya saat ini.


" Jangan seperti pria yang baru besar William. Kau pria dewasa. Seharusnya kau mengerti apa yang harus kau lakukan untuk bisa membujuk gadis belia yang tengah mengandung anak mu saat ini. "


Tut !


Nyonya Matilda langsung memutuskan sambungan teleponnya begitu saja setelah mengatakan hal itu pada putranya.


Dia merasa semoga saja William bisa mengerti dan melakukan sesuatu untuk membuat Olivia mau ikut bersamanya nanti.


" Bagaimana caranya meluluhkan hati anak remaja ? " William berbicara sendiri tanpa di sadari ponselnya berbicara juga dan menampilkan apa yang di bicarakan William tadi.


" Apa ini ?" Tanya William saat melihat apa yang di tampilkan ponselnya saat ini.


...💦💦💦...