My Hot Daddy

My Hot Daddy
Exp 16


"Tunggu, jangan bilang ini semua perbuatan mu" ucap Leon lantang.


"Entahlah, tapi jika dipikir-pikir mungkin saja" smirk Alex. Membuat Leon yang mendengar ucapan milik Alex mengepalkan kedua tangannya erat.


"Kau..." dingin Leon. Ia menatap tajam ke arah alex yang sedang memakan makanannya dengan elegan. Membuat rasa marah yang ada bertambah dan ingin meledak. Sampai asistennya Rangga berjalan mendekat ke arahnya.


"Tuan, apa yang tuan lakukan di sini? sebentar lagi kita sudah berangkat dan saya sudah menyiapkan semuanya, jadi ayo cepat" ucap Rangga dengan nafasnya yang terengah-engah.


"Cih, baiklah ayo kita pergi" decih Leon. Dia mengikuti langkah kaki Rangga yang ada di depannya dan berhenti sebentar. Menoleh ke arah adiknya Cyla yang sedang menatapnya bingung.


"Cyla...jaga ibuku dan jauhi suamimu, sampai jumpa nanti" ucap Leon dan berbalik kembali. Berjalan menjauhi ruang makan dan memasuki mobil yang sudah siap mengantarnya ke bandara. Leon pergi meninggalkan mansion yang baru saja dia tinggali pagi ini. Meninggalkan orang-orang terutama ibu dan adik yang sangat disayangi.


'Sial-sial, aku harus menyelesaikan semua masalah ini secepatnya. Soal kau Alex, aku hanya bercanda tapi kau malah mengantarkan ku ke Mexico? kau benar-benar gila!' umpat Leon dalam hatinya.


Alex yang berada di dalam ruang makan merasakan gatal di hidungnya. Membuat suara bersin menggema di ruang makan yang dipenuhi orang-orang tersebut.


"Hachim..." bersin Alex yang merasakan hidungnya gatal.


Cyla yang sudah berada di dekat Alex dengan cepat mengambil sapu tangan yang ada di dalam sakunya. Memberikan sapu tangan tersebut ke arah Alex yang mengeluarkan bersin entah kenapa.


"Ambil ini, moon" ucap Cyla sambil menjulurkan sapu tangan miliknya.


"Ah, terimakasih" ucap Alex yang langsung menutup hidungnya dan mencium bau vanila di sapu tangan yang diberikan oleh istrinya.


'Baunya sama dengan bau tubuhnya' ucap Alex dalam hati yang sangat mengingat bau istrinya, Cyla. Membuat senyum tipis muncul di wajahnya yang dingin nan tampan. Bahkan Rei yang ada di sampingnya memasang wajah cemberut, menatap tajam ke arah ayahnya.


"Apa?" tanya Alex dingin saat merasakan anaknya menatapnya tajam dan penuh dengan sikap menjijikan.


"Tidak, aku hanya melihat Daddyku sedang mencium-cium bau Mommyku saja" ucap Rei jijik melihat sikap ayahnya yang menganehkan.


"Memang ada yang salah? Ingat Mommymu itu sudah sah menjadi istri Daddymu, jadi tidak ada yang salah jika Daddy menyentuh maupun mencium mommymu paham" bisik Alex dingin membuat Rei yang mendengarkan nya mengeluarkan senyuman manis namun dingin


"Hahaha, Daddy sungguh sangat manis sekali" senyum Rei sambil menutupi mulutnya yang manis dan kecil dengan tangannya yang putih. Dimana di saat itu tangan putihnya ditutupi dengan baju pengan panjang bewarna putih. Membuat Alex yang melihatnya mengernyitkan kening nya.


"Kamu..."


"Ah ini, tentu saja ini buatan mommy" senyum Rei sambil mempamerkan baju lengan panjang miliknya. Membuat wajah Alex yang tadinya bangga berubah menjadi dingin mengerikan.


"Astaga Daddy, jangan bilang Daddy tidak mendapatkan sesuatu dari mommy?" bisik Rei terkejut.


"Apa maksudmu?"


"Tidak-tidak hanya saja aku pikir Daddy mendapatkan hadiah dari mommy, karena yang ku tau Opa dan Oma sudah mendapatkan hadiah untuk musim dingin ini dan kalau tidak salah tangan kanan Daddy juga mendapatkannya" ucap Rei santai dan kembali memakan makanan miliknya. Membiarkan ayahnya menekan amarahnya sendirian di tengah-tengah kegiatan makan mereka.



Rei yang merasakan aura mencekam milik ayahnya menyembunyikan ekspresi sedihnya di balik wajah tenang kecilnya.


'Pfft, jangan pikir aku tidak bisa membalasmu Daddy. Kau sudah tega mengirim pamanku ke Mexico, padahal aku menyukainya karena dia sudah membantuku mendapatkan mommy tapi sayang...' smirk Rei yang melihat nasib pamannya tidak sebaik nasibnya sekarang.


Sedangkan Alex yang sedang ada di samping Rei hanya bisa terdiam dan memikirkan kemungkinan yang terjadi. Pikirannya bekerja keras mencari jawaban dari maksud anaknya tadi, bahkan jika anaknya merupakan orang yang sangat disukai oleh istrinya Cyla, tidak mungkin bukan suaminya tidak mendapatkan barang satupun?


Cyla yang merasakan aura mengerikan dari Alex hanya bisa menelan salivanya pelan. Ia bingung dengan apa yang dibicarakan anak laki-lakinya bersama dengan suaminya di meja makan ini. Membuat perasaan bingung yang diberikan oleh Leon bertambah menjadi bingung saat merasakan perasaan mengerikan milik Alex.


"Anu, a...ayah saya permisi dulu" gugup Cyla yang merasakan rasa yang tidak nyaman.


"Ah baiklah, hati-hati dan ingat besok pagi ayah ingin meminta bantuanmu" hangat Lion yang merasakan rasa nyaman saat anak perempuan nya memanggil dirinya dengan panggilan ayah, walaupun terdengar kegugupan di dalam perkataan nya.


"Ehmm, baiklah kalau begitu saya permisi" sopan Cyla yang sudah menghabiskan makanannya.


Alex yang melihat Cyla bangkit dari kursinya juga ikut bangkit dari tempat duduk yang ia tempati saat ini. Meraih tangan Cyla di atas kepala Rei dan menatap Lion dingin.


"Saya juga permisi" dingin Alex yang tidak memiliki mood menyenangkan. Membuat Lion yang melihatnya hanya mengganggukan kepalanya dan membiarkan anak perempuan nya dibawa oleh suaminya.


"Ehh, al .. maksudku moon Ki..kita kemana?" tanya Cyla gugup saat merasakan tangannya dicengkeram dengan kuat.


"Ke suatu tempat yang dapat membungkam mulutmu itu" senyum Alex yang membuat detak jantung Cyla bertambah cepat. Kepalanya dengan cepat menoleh ke arah Rei dan mencoba meminta bantuan anak laki-lakinya. Tapi sayangnya Rei tidak menerima sinyal SOSnya dan tetap melanjutkan acara makan besarnya.


"Rei...." panggil Cyla pelan.


Dwakk***


Suara pintu yang dibuka dengan kaki terdengar sangat keras. Hantaman pintu itu kembali terdengar saat pintu tersebut ditutup dengan kasarnya. Membuat perasaan Cyla yang gugup bertambah.


'Astaga?! apa yang terjadi? kenapa dia semarah itu? tidak mungkin bukan dia minta cerai, karena bagaimanapun juga ini masih hari ke tiga pernikahan kita loh' pikir Cyla gugup dan merasakan rasa yang empuk di punggungnya.


"Nah jadi kenapa kita tidak menyelesaikan nya sekarang?" dingin Alex.


"Menyelesaikan? mo..moon apa ada yang Harau diselesaikan?" gugup Cyla


"Tentu saja ada, Cyla hmmm seperti nya bukan melainkan sayang, honey, bunny, sun" goda Alex membuat wajah gugup Cyla berubah menjadi merah cerah.


"Apa kamu bisa mengatakan tentang hadiah musim dingin?" tanya Alex dengan senyumannya. Membuat Cyla yang gugup dan malu, melongo tiba-tiba saat mendengar pertanyaan milik Alex.


'Tunggu... maksudnya hadiah bukan masalah i.....???'


"Eeeehhhhhh...." terkejut Cyla.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya :


My Ex Secretary


β€’Fufufu Cyla kamu lupa memberi hadiah kepada suamimu, liat Alex cemburu pada anak dan tangan kanannya loh.....


Dan juga buat Rei kamu memang anak yang benar-benar keren, jadi pengen liat anak kedua Cyla nanti Β°^Β°


Sekian terimakasih, Mata Ne~