
Sadar akan apa yang telah di perbuatanya selama ini terhadap Olivia membuat William berteriak kencang untuk melupakan kekesalan hatinya.
" Aaaaahhhkkkkk....." William berteriak dengan kencang meluapkan emosi yang bersarang di hatinya.
Dia kembali mengingat bagaimana saat itu dia mengatakan hal mengerikan itu pada Olivia.
Aku tidak akan pernah Sudi jika benih ku tumbuh di rahim wanita miskin seperti mu.
" Aaaahhkkk...Olivia...." William kembali berteriak sekencangnya.
Melihat William yang terlihat sangat frustasi seperti itu membuat Derry hanya bisa menghembuskan nafasnya panjang.
Dia tidak tau harus berbuat dan melakukan apa untuk membantu mereka berdua. Yang dia tau mungkin saat ini William mulai merasakan perasaannya terhadap Olivia.
Tapi berbanding terbalik dengan Olivia yang merasa trauma dan ketakutan atas hadirnya sosok William di dekatnya.
Hal itu yang membuat Olivia terlihat begitu sedih dan ketakutan.
" Anda tidak bisa terus seperti ini Tuan. Olivia membutuhkan perlindungan dan begitu juga dengan anak yang ada di kandungannya. Dia juga membutuhkan pengakuan dunia bahwa dia adalah anak dari seorang William Jhonson Piero. "
" Tapi dia bahkan tidak ingin melihat ku. Lalu bagaimana aku memperjuangkannya Derry ? Katakan pada ku bagaimana aku harus melakukan semua ini ?" Tanya William dengan frustasi.
Dia benar-benar sudah sangat frustasi dengan semua ini. Bukan hanya berita kehamilan Olivia saja.
Tapi melihat mata itu yang terlihat sangat sedih dan memendam begitu banyak luka dan kesakitan membuat William merasa sangat tidak berdaya.
Bahkan hatinya seakan ikut merasakan apa yang dirasakan Olivia saat ini.
" Waktu ! Biarkan waktu yang menentukan seberapa besar usaha Anda untuk mendapatkan hati Olivia. Hati wanita sangat lembut Tuan, Tapi dia juga bisa berubah membatu jika terlalu banyak kesakitan yang menghantamnya. Jadi berjuanglah untuk Anak yang ada di kandungannya. Kejar Olivia dan yakinkan hatinya. " William merasa sangat bodoh saat ini.
Dia merasa tidak berguna karena apa yang di katakan Derry saat ini sangat melukai hati dan harga dirinya.
Jika pun dia marah pada Derry itu semakin membuatnya terlihat bodoh. Dan Jika dia marah dengan Derry dia akan sangat salah karena apa yang di katakan Derry semuanya benar.
William langsung berlari untuk mengejar Olivia yang sudah pergi meninggalkannya lebih dulu.
Olivia sendiri, Bukan dia tidak mendengar suara teriakan William yang terdengar begitu frustasi, Tapi dia tidak ingin lemah dan merasa kasihan dengan pria jahat itu.
Dia tidak ingin terlibat apa pun dengan William hingga membuatnya kembali dengan mudah menyakiti hati Olivia.
Tidak ! Olivia tidak ingin itu terjadi.
" Olivia..." Panggil William saat melihat wanita itu yang hampir sampai di rumahnya.
Olivia sendiri masih sempat melihat bagaimana William yang mengejarnya, Namun dengan cepat pula dia masuk ke dalam rumah dan menguncinya.
Bahkan Olivia juga mengunci semua jendela hingga menutup tirainya.
" Olivia, Tolong buka pintunya. Aku ingin bicara dengan mu. "
" Pergi !" Usir Olivia dari balik pintu karena dia tengah menangis dengan keadaannya saat ini.
" Tapi aku tidak membutuhkan itu semua. Aku tidak membutuhkan itu Hiks..." William kembali merasakan sesak di dadanya saat mendengar tangisan Olivia yang seperti itu.
" Olivia..." Untuk pertama kalinya William berkata lembut seperti itu.
Tapi itu tidak akan bisa meruntuhkan pertahanan Olivia yang yang memang telah membekukan hatinya hingga membatu.
Sama seperti apa yang di katakan Derry tadi, Bahwa William tidak akan mudah membuat Olivia mau bicara dengannya.
" Aku mohon pergi, Biarkan aku hidup dengan anak ku saja, Aku mohon..."
" Tapi Olivia, Aku juga ayahnya. Aku juga berhak atas anak yang ada di kandungan mu. "
" Aku mohon Tuan, Tinggalkan Aku..." Tangisnya begitu pilu kembali membuat William ikut merasakan kesedihan yang di rasakan wanita itu.
" Olivia, Aku akan pergi dan akan kembali lagi ke sini untuk bicara dengan mu. Katakan pada anak Kita, Bahwa aku mencintainya. Tolong katakan padanya jika aku--"
Plak !
" Ibu..." William tidak menyangka jika ibunya sudah kembali ke sini secepat itu.
Bahkan kini wanita itu sudah berada di depannya dan memberikan sebuah tamparan keras di wajahnya.
Tidak hanya itu saja, William juga melihat bagaimana marahnya sosok wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini.
" Ternyata benar perasaan ku sejak tadi. Kau kembali ke sini dan kembali membuat Olivia menangis ketakutan. "
" Tidak seperti itu Ibu, Aku hanya ingin bicara dengan Olivia. Aku hanya ingin--"
" Cukup ! " Nyonya Matilda mengangkat tangannya agar William berhenti bicara dan tidak melanjutkan lagi kata katanya.
" Aku tidak akan membiarkan manusia jahat seperti mu menyakiti Olivia. Kau dan ayah mu, Kalian adalah manusia yang kejam. Kalian manusia yang tidak memiliki hati sama sekali. Kau dan pria bajingan itu tidak pantas hidup bahagia di dunia ini ! Kau dan pria itu tidak akan pernah hidup bahagia karena aku bersumpah atas nama ku sendiri, Bahwa aku tidak akan membiarkan mu hidup bahagia dan terus melukai hati putri ku !"
Jeder !
Bagai tersambar petir, Tubuh William menegang kaku saat mendapatkan sumpah yang begitu mengerikan dari ibunya.
Bahkan ibunya tidak menerimanya dengan baik di sini. Malah sebaliknya, Ibunya malah meleburkannya sumpah serapah karena telah menyakiti hati wanita yang tengah mengandung benihnya itu.
" Tapi Ibu, Aku kesini ingin meminta maaf atas apa yang telah ku perbuat terhadap Olivia. Aku ingin bicara baik-baik dengannya. aku ingin bicara tentang anak yang tengah di kandungnya. Bagaimana pun anak yang di kandung Olivia juga anak ku Ibu. "
" Anak ? Saat seperti ini mudah sekali bibir mu itu berkata tentang anak. Kenapa takdir begitu mudah mempertemukan mu dengan kami ? Seharusnya kau tidak begitu mudah menemukan kami. Atau jangan-jangan pria bajingan itu telah memberitahu tentang keberadaan ku ? Atau dia menceritakan semua cerita bohong seperti yang di beritakannya selama ini ? Apa seperti itu ?" William hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
Dia tidak mengerti ternyata rasa benci yang di miliki ibunya terhadap sang Ayah melebihi ras benci yang William miliki.
" Pria yang ibu sebut bajingan itu sudah mati ! bahkan pria bajingan tidak mengatakan apa pun tentang ibu hingga membuat ku begitu terpukul dengan semua ini. Aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu seperti yang banyak di rasakan mereka semua di luar sana. Tidak hanya itu saja, Aku bahkan tidak sempat merasakan belaian hangat seorang ibu, Hingga setetes air kehidupan darinya pun aku tidak mendapatkan itu. Jika ibu beranggapan bahwa aku hidup dengan bahagia bersama pria itu ibu salah ! Ibu salah besar karena berpikir bahwa aku hidup bahagia tanpa ibu ! Ibu salah besar !" William mengatakan semuanya terhadap sang ibu dengan apa yang di rasakannya selama ini.
" Bahkan itu belum seberapa ! Ibu tidak mengerti apa yang ku rasakan selama ini tapi ibu bisa dengan mudah mengucap sumpah untuk ku tanpa bertanya lebih dulu apa yang telah ku alami selama ini. Jika ibu ingin memakai dan mengumpat pria bajingan itu, Aku akan membawa ibu ke makamnya, Dan katakan padanya bukan hanya ibu yang tersakiti di sini karena. Tapi aku juga ikut tersakiti dengan apa yang dia lakukan di masa lalu !"
...💦💦💦...