My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 180


"Cylaaaaa!" teriak Alex dan menjulurkan tangannya cepat.


Andai waktu bisa berhenti sebentar saja, andai di detik itu Alex bisa menyelesaikan nya dengan cepat. Maka saat ini dia bisa menjulurkan tangannya ke arah Cyla dan menarik perempuan itu agar tidak terluka. Tetapi sayangnya semuanya hanya berada di kata Andai dan dia harus kehilangan perempuan itu di dalam kabut putih.


Kabut putih tersebut memenuhi ruangan dan membuat penglihatan mereka tidak jelas. Angin malam pelabuhan lama-kelamaan mulai mendingin dan kabut tersebut menghilang kan keberadaan kedua orang tadi. Mata Alex menatap dingin dan menutup hidungnya. Dia mencari Cyla dan tidak menemukan nya di dalam ruangan. Membuat rasa khawatir yang ada pada dirinya kembali ada.


"Dad, Cyla.... Cyla dimana?" tanya Alex takut. Dia merasakan jantungnya hampir saja copot di saat itu. Kehilangan Cyla dari hadapannya dan suara tembakan yang ternyata hanyalah sebagai pengalihan sementara membuatnya takut. Keberadaan Cyla tiba-tiba lenyap seketika saat kabut putih itu datang dan menghilangkan keberadaan Cyla secara seketika.


"Komandan terdapat pintu di sebelah sini" ucap salah satu tentara yang berada di ujung ruangan.


"Buka pintu tersebut" perintah Komandan I.


Perintah dari seorang atasan dijalankan oleh sang bawahan. Pintu berdebu tersebut dibuka dengan cepat dan memperlihatkan sebuah pemandangan lautan. Air bewarna biru tua yang sinari oleh rembulan memperlihatkan pantulan air yang dia miliki. Angin malam yang menerpa dedaunan kelapa membuat aroma pantai tercium di dalam paru-paru mereka.


Saat semuanya keluar dari ruangan dan berjalan ke luar dari pintu yang telah dibuka, pemandangan jembatan dermaga yang digunakan untuk sandaran kapal. Memberikan sebuah penampakan kedua orang. Orang-orang yang keluar dari ruangan mengetahui itu adalah Cyla dan Erika.


Dimana Cyla masih terikat di kursi dan Erika menarik kursi beroda tersebut. Bom asap yang Erika lepaskan hanyalah sebuah pengalihan dan tembakan yang dia berikan juga sebuah pengalihan. Sehingga Alex, Vero dan yang lainnya terkurung di dalam ruangan, tidak bisa melihat apapun selain kabut putih tebal.


"Cyla!!!!" teriak Alex. Suara langkah kakinya keras, membiarkan kecepatannya mengejar Cyla yang berada di ujung dermaga.


"Alex..." panggil Cyla saat mendengar panggilan Alex. Dirinya ingin ikut ke arah Alex, berlari sepeti kisah di dalam novel yang berakhir di dalam pelukan. Tetapi ini bukan kisah novel yang dibacanya. Dimana sekarang tangan dan kakinya masih terikat dan luka yang ada di tubuhnya masih mengeluarkan darah.


"Sepertinya panggilanmu tidak terdengar, Cyla" ucap Erika yang masih mendorong Cyla ke ujung dermaga.


"Apa yang ingin kamu lakukan Erika? apa kamu tidak puas melihat dia menderita?" tanya Cyla yang masih menatap ke arah depan. Dia bisa melihat Alex yang berlari mengejarnya. Dermaga ini memiliki panjang yang lumayan dan lebar yang pas. Karena ini merupakan dermaga jelas jembatan panjang ini berukuran luas.


"Sayangnya aku tidak puas karena dia telah merusak semua hal yang ku inginkan dan juga daripadanya menembakmu lebih baik melakukan ini" smirk Erika yang sudah sampai di ujung dermaga. Menggenggam erat dagu milik Cyla dan menekannya kuat ke arah depan.


"Lihat itu adalah orang terakhir yang akan kau lihat di hidupmu" tekan Erika.


"A..apa yang ingin kau lakukan?" gugup Cyla. Tiba-tiba tangan milik Erika mendorong nya ke belakang. Dorongan keras yang membuat roda kursi mulai berputar kembali. Tubuhnya yang terjatuh ke belakang membuat dia memasuki kedalaman air laut.


Byurrr***


Tubuhnya yang terikat memasuki perairan, suara teriakan lelaki yang sangat dia sayangi mulai tidak terdengar.


"Cylaaaaa!!! Sial, Erika kau harus mati!" emosi Alex. Dia melepaskan patungnya dan menembaknya ke arah Erika.



Dor**


Suara tembakan terdengar setelah suara ceburan air. Alex menembaknya dengan senjata miliknya, menembak tepat bagian jantung milik Erika.


Penglihatan nya semakin kabut dan kakinya tidak bisa menopang berat bada miliknya. Dia melihat mantan suaminya mulai mendekat ke arahnya. Tatapan dingin yang tidak pernah dia dapatkan dulu malah dia dapatkan sekarang. Bahkan dia merasakan bahwa tatapan dingin itu adalah tatapan terakhir yang akan dia lihat di dunia.


'Kenapa aku tidak bisa menggantikan nya? ..' ucap Erika dalam hati. Hembusan nafas terakhir nya mengakhiri kehidupan ternodai miliknya. Kehidupan yang dia pikir sudah berada di langit-langit harus jatuh ke tanah oleh mantan suami yang di tinggalkan.


Kematian Erika yang tidak membuat hati Alex sedih atau pun menyesal. Membuat laki-laki itu hanya berlaku di dekat mayat Erika dan berjalan cepat ke arah dermaga paling ujung. Cylanya masih terikat dengan kursi dan tentunya perempuan nya tidak bisa berenang karena beban yang dia bawa.


"Sial aku harus ke dalam air saat ini" kesal Alex dan melepaskan sepatu miliknya cepat. Tetapi sebuah tangan lagi-lagi menahan dirinya untuk pergi menyelamatkan calon istri nya.


"Ada apa lagi Dad? apa Daddy ingin menahanku lagi?! aku tidak ingin kehilangan nya!" dingin Alex yang langsung menepis pergelangan tangan ayahnya.


"Tenang Alex, ingat kita memiliki kekompakan lain di perairan dan kau harus menyelesaikan tugasmu di atas!" tegas Vero. Walaupun dia tau anak laki-lakinya ingin menyelamatkan kekasihnya tetapi mereka sudah dibagi menjadi dua kelompok yaitu bagian darat dan bagian air.


Mereka juga melakukan upaya pencegahan jika ada sebuah keadaan yang mendesakm Seperti hal ini tidak ada yang tau bahwa Erika akan mendorong Cyla ke dalam lautan. Tetapi


mereka sudah menyiapkan pertolongan Cyla di dalam air. Tinggal menunggu waktu saat mereka semua kembali dengan Cyla di dalam air.


"Sial!" kesal Alex.


Cyla Pov~


Di dalam perairan itu aku hanya bisa melihat air yang kelam, aku mencoba membuka tali yang terikat di pergelangan tangan dan kaki tetapi saat aku mencoba membukanya malah membuat diriku semakin ke dasar air.


Apa ini akhir untukku? Hanya saja aku kurang terima rasanya jika aku masih belum menunjukkan baju pernikahan ku dengan kakakku. Padahal aku sudah berjanji untuk memakainya di hadapan kakak dan semua orang-orang yang akan datang di acara nanti.


Author Pov~


Saat Cyla mulai kehilangan kesadaran dirinya, dia bisa melihat beberapa bayangan gelap di depannya. Matanya mengerjap beberapa kali dan mencoba untuk mengetahui siapa yang ada di sana. Tapi sayangnya semuanya sia-sia. Penglihatan yang dia dapatkan di air hanyalah kegelapan yang semakin dalam


"Ah... apa itu orang-orang?"


"Apa mereka tim penyelamat? hah apakah aku masih bisa hidup, aku ingin melihat senyumannya sekali lagi.... tapi... huft aku lelah aku ingin memejamkan mataku" ucap Cyla dalam hati dan kesadaran miliknya mulai menghilang.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’Ara-ara astaga komen kalian bikin saya semangat nulisnya sampe ada yang bilang sant*t online author whahahahaha. Jujur makasih banyak atas komen kalian yang menyenangkan dan semangat kalian dalam membaca. Tinggal beberapa bab lagi aku akan menarik nafasku dalam-dalam.


Mari kita menyelesaikan ini dalam beberapa hari dan buat yang udah males baca silahkan mundur alon-alon^^ Sayanora~