
Panggilan ditutup oleh sebelah pihak yaitu Alex. Membuat Erika membanting lipstik miliknya ke lantai.
"Sial! berani-beraninya kamu menutup telponku Alex! lihat saja aku akan membuatmu berada di pelukanku" lantang Erika sambil melihat di hadapan kaca. Tangannya dengan cepat mencari nomor seseorang dan menelponnya.
Nafasnya terengah-engah dia harus mendapatkan Alex dengan cara apapun. Agar dia bisa menguras kasih sayang maupun harta dari Alex. Jangan lupakan dia bisa mendapatkan kontrak level S bila dia bisa bekerja sama dengan Alex. Dia harus mendapatkan kontrak tersebut, dia harus menjadi terkenal dan membuat semua orang tidak bisa mempalingkan wajahnya dari dirinya.
"Ada apa Rika? kamu ingin aku menjadi pemuasmu?" tanya laki-laki yang mengangkat telpon Erika.
"Sayang aku ingin minta bantuanmu" manja Erika di dalam telpon.
"Hmm apa itu berhubungan dengan mantan suamimu?" tebak Laki-laki tersebut. Alex mendesah pelan dan mulai memanjakan suaranya.
"Iya sayang... kau tau bukan jika kita bisa mendapatkan Alex kamu juga bisa menghancurkannya" manja Erika.
"Hahaha kau benar Erika, aku Felentino Ricard akan menghancurkan nya lagi dan lagi" tawa Felentino. Masih ingat Felentino bukan, kekasih gelap Erika saat ini. Seorang laki-laki yang membantu Erika mengembangkan karirnya dan menjadi perempuan yang terkenal.
"Kalau begitu bantu aku Felentino sayang! kau tau bukan bila dia tidak ada di dalam kendali kita. Akan sulit untung membuatnya hancur seperti yang kau inginkan" jelas Erika dengan suara yang menggemaskan seperti anak kucing.
"Aku akan membantumu tenang saja dan juga apa bayaran yang akan kudapatkan?" aju Felentino.
"Bila kamu ada di New York mungkin aku bisa melakukan hal yang seperti biasanya" lesu Erika. Hal yang selalu dia lakukan untuk mendapatkan semuanya jelas saja dengan memuaskan nafsu kekasihnya itu di atas ranjang.
"Kalau begitu dagang ke hotel di daerah bandara" ucap Felentino.
"Tunggu kamu di sini?" tanya Erika mempastikan.
"Tentu saja jika tidak maka nyawamu sudah tidak ada di kota ini" jelas Felentino. Dia mengikuti Erika untuk memastikan. semua rencananya berjalan dengan lancar. Tapi sepertinya keluarga Johnson lebih cepat dari yang dia kira. Apalagi Alexander Johnson dia mengirim pembunuh untuk membunuh Erika.
Jika bukan Felentino yang mengawasi maka nyawa Erika akan hilang dan kesempatan untuk menghancurkan Alex akan sirna. Dia harus membalas laki-laki itu dengan sekejam-kejamnya. Agar Alex tau siapa itu Felentino Ricard.
"Ahhh kau memang paling terbaik sayang, dan juga aku ingin kamu menyebarkan beberapa foto di halaman internet" teriak manja Erikat.
"Ku tunggu malam ini" akhir Felentino dan mematikan teleponnya. Erika menyimpan handphone miliknya ke dalam tas miliknya. Senyumnya berkembang di wajahnya sambil menatap penampilan nya yang perfect. Besok akan menjadi hari yang menyenangkan dan hadiah akan menyambut Alex.
"Lihat saja Alex aku akan membuatmu ke dalam pelukan ku" Smirk Erika.
Sedangkan di tempat Lain mobil bewarna merah berhenti tepat di sebuah pintu gerbang mansion besar. Mansion milik keluarga Johnson dan sedekah ditepati oleh Cyla beberapa hari ini. Karena permintaan dari ibu mertuanya yang dimana Ibunya Alex yaitu Irene tidak ingin kesepian. Dimana faktanya sekarang Vero sedang pergi ke luar negeri dan tidak bersama dengan Irene. Membuat Cyla tidak bisa menolak permintaan calon ibu mertuanya.
"Jangan lupa telpon kakak bila terjadi sesuatu" ucap Leon dan mengecup dahi milik adiknya. Mereka menjadi akrab hanya dalam beberapa jam. Mungkin karena darah yang mengalir di darah mereka sama membuat keduanya dengan mudah akrab.
"Terimakasih kak dan juga apa aku boleh menceritakan kepada Alex tentang pertemuan kita?" tanya Cyla. Jika saja di mansion sudah ada Alex menunggu dan meminta penjelasan.
"Jelaskan saja dan berilah dia kebenaranya namun jika Alex ingin bertemu dengan kakakmu ini berikan dia alamat ini" jelas Leon dan menyodorkan kartu bertuliskan alamat tempat tinggalnya di New York. Cyla langsung menyimpan kartu alamat tersebut ke dalam tas miliknya. Dengan senyuman yang manis dan hangat sebagai perpisahan sementara kepada kakak kandungnya.
"Hati-hati dan jangan biarkan dia salah paham, kakak tidak akan menghalangi kebahagiaan mu" lembut Leon. Cyla menggangguk lalu berjalan ke arah mansion. Punggung Cyla mulai menjauh dari pandangan Leon. Leon menghela nafasnya dia tidak tau akan semudah ini menjelaskan dan membuat adiknya berada di pelukannya.
Seorang yang harus dia lakukan bagaimana membawa Cyla ke tempat ibunya. Tetapi pikirannya dengan lembut menatap mansion yang ditempati adiknya. Dia memperbolehkan adiknya menjelaskan semua pertemuan dan isi yang ada di dalam pertemuannya. Karena dia juga tau adiknya memiliki kebahagiaan yang berbeda. Hidup yang di lalui mereka juga berbeda. Leon yang hidup dalam cahaya yang terang dan Cyla yang harus hidup dalam kegelapan dan berjuang.
"Jika calon suamimu itu tidak percaya denganmu lihat saja aku akan memukul wajahnya" kesal Leon dan menancap gas mobilnya pergi dari pintu gerbang mansion. Meninggalkan adiknya yang memasuki mansion.
°•°•°•°•°
Cyla berjalan memasuki mansion dengan Hoodie hitam, kacamata hitam maupun masker miliknya. Langkah kaki kecil menyambutnya dengan hangat. Itu Rei yang baru selesai mandi malam untuk menyegarkan nya dan masih berbalut dengan handuk, memeluknya dengan erat.
"Selamat datang mommy" girang Rei.
"mommy pulang" ucap Cyla dana mengecup pipi Rei. Cyla menoleh ke arah belakang dimana seorang laki-laki yang akan menjadi calon suaminya berdiri dan berdehem pelan.
"Ehem Cyla aku ingin berbicara denganmu" singkat Alex. Cyla menggangguk pelan dan berdiri dari posisi jongkoknya.
"Mommy harus bermain dengan Rei!" tegas Rei.
"Maaf Rei mommy harus berbicara dengan ayahmu dulu, nanti kita bermain sampai puas okay" ucap Cyla sebagai permintaan maafnya.
"Baiklah" jawab Rei lesu. Cyla mengelus rambut milik Rei dan pergi mengikuti Alex ke ruang kerja milik laki-laki itu. Di sana mereka duduk berhadapan dan mengawali pembicaraan mereka.
"Aku..." belum sempat Alex mengutarakan kalimatnya dengan cepat Cyla memotong dan menebak pertanyaan yang akan datang dari mulut Alex.
"Aku akan menjelaskannya" lontar Cyla.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
•Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
•Bagaimana tanggapan Alex saat dia mendengar penjelasan Cyla?
a. menerima apa adanya.
b. salah paham.
c. datang meminta penjelasan kepada Leon secara langsung.
d. meminta author untuk menikahkan mereka secepatnya