Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Pulang Kampung


Di bawah pandangan Richard Benard dan Kelly Yvonne yang terkejut, Leo membawa mereka berdua memasuki pesawat Gulfstream V.


Begitu memasuki kabin, Richard dan Kelly tercengang! Dalam pesawat sungguh  mewah!


Apa ini kabin? Ini ruang tamu yang mewah!


Struktur kayu terlihat di mana-mana! Meja marmer dan karpet kelas atas! Setiap kursi sofa berkelas! Selain itu, di dalamnya juga ada ruang tamu kecil yang dilengkapi proyeksi dan tempat tidur sofa lipat untuk tidur! Sungguh mewah!


Richard dan Kelly sedang melihat ke kiri dan kanan. Sedangkan Leo, dia tampak sangat tenang dan berjalan ke dalam kabin, lalu duduk di salah satu sofa dengan santai.


Pada saat ini juga, pramugari pun datang. Dia berkata kepada Leo.


“Pak Leo, mohon izinkan saya memperkenalkan pesawat ini kepada Anda. Gulfstream V adalah pesawat bisnis jarak jauh ultra panjang turbofan dengan mesin ganda yang diproduksi oleh Gulfstream Aerospace. Pesawat dapat mencapai Mach 0,9, ketinggian 16.000 meter, dan jangkauan 12.000 kilometer. Pesawat ini dapat membawa hingga lima kru dan 14 penumpang. Semua fasilitas pendukung di pesawat Anda merupakan buatan tangan. Contohnya, kursi sofa yang Anda duduki saat ini terbuat dari kulit anak sapi Belanda. Dan juga dilengkapi fungsi pijat. Harga setiap kursi sofa sekitar 2 miliar.”


Mendengar kata-kata ini, Leo . Malahan Richard dan Kelly yang di menelan seteguk ludah dengan pandangan sangat terkejut!satu kursi sofa saja harus 2 miliar! Angka yang mengerikan ini sungguh mengejutkan mereka!


Kini mereka merasa sofa bukan lagi kursi sofa biasa, tapi gunung emas! interior seluruh pesawat ini penuh dengan atmosfer uang!


Melihat kedua orang yang kebingungan, Leo hanya tersenyum tipis.dia menunjuk kursi di sana dan berkata.


“Duduk saja dulu.”


Kedua orang mengangguk seperti robot, kemudian duduk dengan kaku. Leo pun lanjut berkata.


“Cukup, ambillah beberapa botol minuman.”


“Baik, Pak Leo.”


“Pak Leo, kapten meminta saya untuk memberitahu Anda bahwa pesawat akan lepas landas dalam 10 menit. Waktu penerbangan sekitar dua setengah jam.”


Mendengar ini, Leo berangguk. Leo juga menuangkan segelas anggur es untuk dirinya sendiri. Yang disebut anggur es adalah minuman anggur yang terbuat dari anggur yang dibekukan secara alami saat di pokoknya dalam suhu rendah.


Jujur, ini rasanya sangat enak.


“Lumayan.”


Leo mengangguk dengan puas, Leo menurunkan TV di depannya dan memutarkan sebuah drama Amerika. Kemudian, berbaring di situ dan menikmati sistem pijat sofanya.


Tak lama kemudian, pesawat pun lepas landas dengan lancar.


Sepanjang perjalanan, Leo duduk menonton TV sambil mengobrol dengan kedua orang.


Dua jam berlalu.


Setelah turun dari pesawat, ketiga orang makan dulu di dekat bandara. Leo pun lanjut mengendarai mobilnya kembali ke rumah. Rumah dia tidak berada di Kota Huntian. Namun, di kota kecil yang di dekatnya, yaitu Kota Lumpang.


Leo membawa mobilnya dan pulang ke kampungnya bersama panduan navigasi. Perjalanan membutuhkan waktu 30-an menit.


Akhirnya mereka tiba di kota kecil. Setelah mengantar Richard, Leo pun berkendara menuju komplek rumahnya.


Kini, di bawah rumahnya sendiri. Ada sebuah Mercedes-Benz G-Class yang parkir di situ. Sedangkan di depan rumahnya, ayah Leo sedang duduk di situ dengan ekspresi muram. Namun, teman lama ayahnya, Haris Fari malah duduk di situ, terus memamerkan pot tanah liat ungu yang di tangannya dengan sombong