Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
1200 Sertifikat Rumah


10 menit kemudian, Leo berjalan keluar lagi. Kini Leo sudah mengenakan pakaian yang bersih. Lalu, mereka menikmati sarapan bersama. Setelah itu, Zella pun meninggalkan rumah Leo.


Sedangkan Leo, dia berbaring di sofa dan mulai mencari rumah dengan ponselnya. Dia berencana untuk segera membeli rumah baru, tapi setelah menelusurinya seharian, dia masih tidak menemukan rumah yang cocok. Rumah-rumah itu kalau bukan lokasinya terlalu buruk, maka tidak bisa langsung ditinggal.


“Haih, repot sekali...”


Leo bergeleng tak berdaya, lalu dia tertidur lagi setelah makan malam.


Esoknya, saat bangun, dia juga sudah terbiasa untuk melakukan check in.


“Sistem, check in!”


[Selamat, Tuan. Check in berhasil! Anda mendapatkan Komplek Taman Indah!]


Begitu sistem selesai memberi notifikasi, Leo tercengang.


???


Apa maksudnya?


Ini maksudnya apa?


Leo tampak ragu. Mungkinkah dirinya memperoleh satu komplek secara langsung?


Saat masih ragu, Leo menerima panggilan telepon.


“Halo, kami dari departemen penjualan Komplek Taman Indah. Apa ini dengan Pak Leo Mayor?”


Saat mendengar omongannya, Leo terkejut, lalu menjawab: “Benar, dengan saya sendiri.”


“Baik. Pak Leo, sertifikat rumah yang Anda beli telah terbit. Boleh tahu, Pak Leo, kapan ada waktu untuk datang melakukan serah terima?”


Begitu orangnya selesai berbicara, Leo langsung berkata.


“Hmm... Kirimkan saja alamatnya. Aku ada waktu hari ini.”


“Baik, Pak Leo.”


Setelah menutup telepon, Leo menerima sebuah pesan. Melihat pesan yang masuk, Leo hanya berangguk, lalu menelepon Zella.


“Pak Leo.”


Begitu terdengar suara Zella, Leo pun berkata.


“Halo, Zella, mobil bisnis yang aku suruh kamu beli sudah sampai belum?”


Bagaimanapun, dia ini mau pergi menerima sertifikat rumah satu komplek. Kurang nyaman juga jika dirinya mengendarai Pagani Huayra. Kebetulan, dia telah menyuruh Zella untuk membeli sebuah mobil bisnis. Mobil itu akan pas untuk dirinya memuat sertifikat rumah.


“Mobil bisnisnya sudah sampai, Pak Leo.”


“Oke, kalau begitu, bawa ke rumahku. Aku butuh mobil bisnis itu.”


Leo berkata sambil berangguk.


“Baik, Pak Leo.”


Di ujung telepon, Zella yang baru saja menutup telepon langsung berangkat ke tempat tinggal Leo.


“Pergi ke Taman Indah.”


Leo berkata dengan tenang.


“Baik, Pak Leo.”


Zella yang duduk di sana berangguk, lalu bertanya.


“Apa Anda memiliki rumah di Taman Indah?”


Zella sangat mengenal Taman Indah yang disebutnya. Itu adalah komplek kelas atas yang terletak di daerah termakmur kota Purakarta. Di dekatnya juga ada satu universitas top. Yang paling mengerikan adalah harganya yang telah mencapai 160 juta per meter persegi!


“Iya, bisa dibilang begitu.”


Leo menjawabnya sambil berangguk.


Saat ini, mereka telah tiba di departemen penjualan Komplek Taman Indah.


Leo dan Zella turun dari mobil. Lalu, menelepon manajer departemen penjualan Taman Indah, manajer itu pun segera berlari keluar.


“Halo, Pak Leo. Saya manajer yang telah menelepon Anda sebelumnya. Nama saya Michael Kais.


Dalam hati Michael sedikit terkejut. Dia tidak menyangka, pembeli seluruh Komplek Taman Indah adalah pria yang semuda ini!


“Haha, Pak Leo benar-benar sukses di usia muda. Mari silakan masuk.”


“Baik.”


Mereka bertiga berjalan bersama ke dalam kantor. Kini lantai dalam kantor telah terletak seratus bundel sertifikat rumah berwarna merah. Lalu, manajer itu lanjut berkata.


“Pak Leo, ini semua sertifikat rumah Anda. Seluruh Komplek Taman Indah, total ada 1200 sertifikat. Semua rumah juga telah didesain sesuai permintaan Anda. Ini adalah kunci semua rumah Anda.”


Leo yang mendengar omongannya berangguk.


“Oke, bagus!”


Leo menatapi seribuan sertifikat rumah itu dan berangguk dengan santai.


“Saat Anda beli, komplek ini masih hanya bernilai 10 triliun! Kini nilai komplek ini telah mengalami kenaikan hingga mencapai 23 triliun.”


Begitu mendengar omongannya, hati Leo sangat terkejut.


23 triliun!


Harga rumah di sini telah mengalami kenaikan lebih dari satu kali lipat! Luar biasa!


Bahkan Leo saja menarik napas yang panjang, apalagi Zella! Dia langsung tercengang di tempat.


Kini Zella telah mengerti kenapa Leo mau membawa mobil bisnis ke sini! Dia bukan datang untuk melakukan negosiasi bisnis, tapi karena mobil sportnya tidak dapat memuat sertifikat rumah yang sebanyak ini!


Zella mengingat pertanyaan dia barusan, mulutnya pun tidak bisa tertahan untuk berkedut.


Memiliki rumah?


Hehe! Yang orang miliki itu seluruh komplek!