
Melihat keluar pintu. Kini yang berdiri di luar pintu Leo adalah seorang wanita muda yang berusia 30-an tahun. Wanita ini bernama Yessy Livina. Suaminya sering berdinas ke luar kota sepanjang tahun. Rumornya Yessy ini telah membeli sebuah rumah di Purakarta belakangan ini.
Meskipun mereka ini tetangga, tapi tidak sering bertemu. Jadi, Yessy ini...
Kenapa hari ini dia tiba-tiba datang mengetuk pintuku?
Leo agak kaget, tapi kemudian Leo langsung tersenyum dan berkata: “Ternyata kak Yessy. Ada apa, ya?”
Melihat tubuh Leo yang berotot perut dan wajahnya yang tampan, Yessy terbelalak. Dia menelan seteguk ludah dengan ekspresi sangat terkejut.
“Leo, tak disangka, ternyata kamu rajin berolahraga, ya?”
Yessy tertawa canggung, lalu berkata sambil melirik Leo dari atas ke bawah berulang kali.
“Oh, aku biasanya berolahraga saat senggang di rumah.”
Leo menjawabnya dengan malu sambil menggaruk kepalanya.
“Bagaimanapun, kesehatan itu modal untuk bekerja dan menghasilkan uang.”
Yessy tersenyum sambil menutup mulutnya, lalu berkata: “Haha, kakak tidak menyangka kamu bahkan punya kesadaran seperti itu.”
Leo hanya tersenyum, lalu bertanya.
“Kak Yessy, datang mencariku karena urusan apa, ya?”
“Oh, hampir saja lupa Jadi, begini, saat memasak, kabel listrik di rumah kakak terbakar. Leo, kalau kamu bisa memperbaikinya, tolong bantu kakak, ya?”
Yessy berkata sambil menatapi Leo yang di depannya.
“Baiklah. Tunggu sebentar, kak. Aku pakai baju dulu.”
Seusai berbicara, Leo mengenakan kaos di bawah tatapan Yessy yang penuh dengan kekecewaan. Lalu, Leo mengambil kunci dan berjalan ke sebelah.
Begitu memasuki rumah Yessy, Leo langsung mencium bau kabel terbakar. Setelah melihat sekeliling, Leo menemukan satu kabel yang sudah putus, karena terbakar.
“Kak Yessy, apa rumahmu ada lakban kabel, gunting, dan tang?”
“Oh, ada. Kakak ambilkan sekarang!”
Yessy menuang segelas air untuk Leo dan meletakkannya di meja ruang tamu, lalu mulai mencari barang yang diminta di lemari. Sedangkan Leo, dia telah memeriksa sakelar dan mematikan daya listrik. Setelah menerima barangnya, Leo memindahkan kursi dan berdiri di atas.
Yessy yang di sampingnya pun berkata.
Sambil berkata, Yessy langsung menempelkan buah dadanya di kaki Leo. Begitu merasakan dua buah empuk, kaki Leo hampir melemas!
Ini disebut bantu? Kenapa aku merasa lebih berbahaya jika dibantumu olehmu?
Leo tersenyum canggung, lalu berkata: “Haha, tidak perlu, kak Yessy. Aku bisa berdiri dengan stabil.”
“Tidak apa-apa, kakak bantu kamu saja. Akan gawat jika kamu terjatuh dari kursi.”
Yessy berkata sambil menggerakkan badannya.
Setelah merasakan gerakan Yessy dan wangi badannya, Leo merasa semakin tertekan!
“Haha! Baiklah.”
Kemudian, Leo membuka saklar yang di sebelahnya dan memperbaikinya dengan tergesa-gesa. Begitu pasokan listrik dalam rumah pulih kembali, Leo langsung berkata.
“Kak Yessy, aku sudah selesai memperbaikinya. Pamit dulu, ya.”
Sambil berkata, Leo langsung berlari keluar.
“Eh, jangan! Tinggal untuk makan siang dulu, dong.”
Melihat Leo yang sudah mau pulang, Yessy segera berteriak.
“Tidak perlu, kak Yessy.”
Leo hampir terjatuh. Lalu, dia berlari keluar dari rumah Yessy. Lagi pula...
Ini bercanda, ‘kan? Dirinya sama sekali tidak tertarik dengan wanita 30-an tahun!
“Aduh, sayang sekali...”
Yessy melihat punggung Leo dengan pandangan sangat kecewa. Lalu, dia masuk ke kamar dan mengganti ****** ********.
Sedangkan Leo yang baru tiba di rumah sendiri, dia langsung menghela napas panjang.
“Tidak disangka, tubuh sempurna ini juga memiliki efek samping?”
Leo tersenyum tak berdaya sambil menyeka dahinya yang tidak berkeringat.