
Lagi pula, tujuh atau delapan anak konglomerat sama-sama menginvestasikan 2 miliar secara berturut-turut. Apa maksud mereka? Dalam seketika, wajah pimpinan kampus tampak sangat buruk.
Ada juga beberapa pimpinan kampus yang melirik ke para konselor di bawah dengan wajah tidak senang. Ekspresi-ekspresi para konselor juga sangat pucat. Sedangkan Clint yang di samping, wajahnya juga tidak terlihat baik sekarang.
Sedangkan mahasiswa yang duduk di belakang, tidak perlu dibilang lagi. Kini semuanya sudah mulai ribut. Mereka sudah menyadari ada yang tidak beres dengan seminar ini.
Kini, pengumuman jumlah investasi sudah tiba giliran Leo. Dia menghela napas tak berdaya.
Orang-orang ini, tidak mau, ya, tidak mau, ‘kan! Kenapa harus datang mempermalukan kampus?
Meskipun dalam waktu dekat tidak akan mendapatkan keuntungan, tapi jika dipandang sebagai investasi jangka panjang, proyek ini juga cukup bisa diharapkan.
Bagaimanapun, ini adalah Universitas Keuangan dan Ekonomi. Setidaknya di Purakarta, bahkan di seluruh dunia, universitas ini juga masih merupakan universitas terkenal!
Setelah menaiki panggung, Leo merapikan pakaiannya.
Begitu melihat Leo, ekspresi pimpinan kampus yang di situ pun semakin buruk.
“Anak konglomerat lagi!”
“Sialan! Mereka ini mau mempermalukan kampus, ya?”
“Catat anak konglomerat ini. Coba cek! Siapa yang mengundangnya!”
Mendengar kata-kata ini, para pimpinan kampus pun berangguk satu demi satu.
Sedangkan Leo, dia berjalan ke depan mikrofon.
“Ya, di sini aku ingin berkata sepatah dua kata dulu.”
Melihat tindakan Leo, keributan di bawah panggung semakin parah. Wajah pimpinan kampus yang duduk di belakang pun semakin suram!
Lagi pula, tindakan Leo ini sudah tidak hanya sedang mempermalukan mereka.
Harus tahu, berkata sepatah dua kata sebelum sumbangan itu hanyalah hak bos besar! Dia seorang anak konglomerat! Apa yang ingin dia lakukan?
Dalam seketika, orang-orang mulai emosi. Sedangkan Rio Wawan yang di belakang, dia hanya mencibir dengan maksud menghina.
Seorang pria pengangguran yang begitu dilihat sudah ketahuan tidak dipandang penting sama keluarga. Sudah seperti ini masih berani berlagak?
Namun, Clint yang di bawah malah memiliki sedikit harapan. Bagaimanapun, dia lebih kurang sudah tahu kondisi Leo sekarang.
“Jadi, begini. Dana yang akan saya sumbangkan nanti, harus digunakan untuk mendukung kewirausahaan mahasiswa. Lalu, saya juga akan mencari instansi khusus untuk mengawasi. Jika ada orang yang ingin mengambil untung dari proyek ini, jangan pikirkan lagi.”
Setelah mengatakannya, Leo diam sebentar, lalu berkata.
“Begini saja, saya akan menyumbangkan satu triliun sebagai dana untuk mendukung kewirausahaan setiap tahun.”
“Bom!”
Semua orang melongo dan terkejut dalam seketika!
Satu triliun! Jumlah ini bukanlah dana kecil! Bagaimanapun, sebelum ini, nilai tertinggi yang disumbangkan hanyalah puluhan miliar! Namun, sekarang Leo mengumumkan satu triliun! Setiap tahun lagi! Ini...
Dalam seketika, semua orang mulai berunding.
“Astaga! Aku salah dengar, ya?”
“Satu triliun? Er... jumlah ini sungguh mengerikan!”
Sedangkan para anak konglomerat dan pimpinan kampus, mereka semua tertegun di tempat!
Bahkan Clint pun menatap Leo dengan tercengang. Dia sudah menebak Leo akan menyumbangkan sejumlah dana yang mapan. Namun, dia tidak menyangka, Leo akan menyumbangkan satu triliun! Bahkan setiap tahun! Sebenarnya apa yang telah mahasiswanya ini kerjakan?
Walaupun dia sungguh memiliki satu komplek perumahan, harusnya juga tidak akan bisa mengeluarkan begitu banyak uang secara sekaligus, ‘kan?
Sedangkan pembawa acara yang di situ, dia pun bertanya kepada Leo dengan suara gemetar.
“Bapak, boleh tahu apakah yang Anda katakan ini serius? Anda sungguh ingin menyumbangkan dana sebesar satu triliun setiap tahun?”
“Tentu saja.” Leo menjawabnya sambil tersenyum.
“Nanti saya akan menyuruh orang untuk datang menandatangani perjanjian sumbangan. Namun, saya juga sudah mengatakannya tadi, saya akan mencari orang untuk khusus mengawasi penggunaan dana ini.”
Para pimpinan kampus yang mendengarnya pun berangguk dengan pandangan bingung.
“Bagus!” Kini di bawah, ada seorang bos besar dunia bisnis yang berdiri dan memimpin semua orang bertepuk tangan.
Lagi pula, kemurahan hati untuk menyumbangkan satu triliun setiap tahun bukanlah sesuatu yang bisa dicapai mereka semua.
“Boleh tahu, siapa namamu adik kecil? Aku Haiman Safari, direktur Perusahaan Elektronik Golden Spring.” Bos besar itu berkata sambil menatapi Leo.
Bagaimanapun, menurut dia, Leo ini layak diajak berteman.
Leo berangguk kepada Haiman Safari dan berkata.
“Leo Mayor.”
Dua kata yang begitu sederhana, namun setelah didengar oleh Haiman Safari, malah membuat matanya melebar.
Kemudian dia berteriak dengan kaget.
“Kamu ini Leo Mayor? Direktur Game Prime Dragon? Leo Mayor, Pak Leo?”