
“Bapak ini, omongan bapak tadi sungguh menghina Taekwondo kami!”
Sebelum Carel berbicara, asistennya sudah lebih dulu menanggapinya dengan emosi.
“Hina? Hehe.”
Leo mencibir, lalu berkata sambil bergeleng.
“Memangnya itu menghina Taekwondo kalian? Itu ‘kan fakta!”
Leo mencibir dan lanjut berkata sambil menggelengkan kepalanya.
“Kalau benar-benar hebat, ganti saja papan kayu ini dengan papan kayu yang lebih keras dan tebal. Oh, iya! Kalau begitu, mungkin harus siapkan ambulans dulu jika tulangnya patah, jadi dia bisa segera menerima pertolongan pertama.”
Begitu Leo selesai berbicara, semua orang tua di sana pun tertawa keras! Sedangkan Carel yang berdiri di sana, wajahnya tampak sangat marah! Lalu, dia berkata kepada Leo.
“Orang yang tak berkemampuan jangan sok membual! Jika kamu tidak senang, ayo kita tanding di atas arena!”
Menurutnya, orang ini jelas-jelas sedang memprovokasi dirinya! Jika dirinya tidak bisa mengalahkannya dan membuktikan kekuatan Taekwondo, siapa yang akan membayar uang latihan?
“Ayo, Pelatih Carel!”
Semua orang di dalam aula seni bela diri Taekwondo menyemangati Carel Brady!
Bagaimanapun, Carel ini telah belajar Taekwondo dari Pelatih Korea Sabuk Hitam Tingkat ke-9, Choi Geun Suk! Dia sangat berbakat, berusaha, dan menguasai teknik Taekwondo. Dia telah memenangkan Juara 1 Kompetisi Taekwondo Remaja Tingkat Nasional 2 kali.
Aula seni bela diri mereka juga menjadi terkenal karena Carel Brady.
Jika dirinya tidak memberi provokator ini pelajaran yang mendalam hari ini, bagaimana aula seni bela diri mereka dapat merekrut siswa yang cukup banyak di masa depan?
Sedangkan Leo yang berdiri di sana, malah berkata: “Sepertinya ini kurang pantas? Jika aku melukaimu, aku masih harus mengganti rugi biaya pengobatanmu.”
“Melukaiku?”
Carel langsung tertawa.
“Kalau takut, bilang saja. Cari alasan apaan? Kalau kamu benar-benar dapat melukaiku, aku akan membalikkan namaku, Carel Brady, hari ini!”
“Baiklah kalau kamu telah berkata seperti itu. Aku akan tanding denganmu.”
Leo menanggapinya sambil berangguk. Lalu, dia membelakangi kedua tangannya dan berjalan ke depan Carel dengan beberapa langkah.
Orang yang di bawah telah mengeluarkan ponselnya dan mulai memotret Carel dan Leo.
Begitu memasuki ring arena, tatapan mata Carel menjadi sedikit dingin. Lalu, dia berkata sambil mencibir: “ Huh, bocah, aku akan memberitahumu orang seperti apa yang tidak boleh disinggung di dalam ring arena!”
Leo tidak menanggapinya dan mengeluarkan pose awal bertarung.
“Leo.”
Sedangkan Carel Brady, tatapannya penuh dengan maksud meremehkan dan berkata kepada Leo dengan keras.
Sambil berkata, Carel menunjukkan beberapa tendangan kaki yang mengibaskan angin!
Begitu melihat tendangannya, siswa-siswa Taekwondo yang di bawah segera bersorak dan bertepuk tangan!
Setelah mendengar suara peluit berbunyi, Carel segera bergegas ke arah Leo tanpa ragu-ragu. Lalu, dia mengangkat kakinya dan menendang dari samping ke arah kepala Leo. Tendangannya sangat cepat dan kuat. Jika terkena tendangan ini, mungkin saja akan langsung patah tulang dan pingsan.
Melihat tendangan kaki ini, semua siswa yang di bawah berbicara.
“Huh, beraninya bocah itu memprovokasi aula seni bela diri Taekwondo kita. Kali ini dia akan mati!”
“Iya, iya! Pelatih Carel itu sabuk hitam tingkat ke-3, loh!”
Namun, Leo hanya melihat tendangan ini dengan tenang. Dia hanya berjongkok sedikit dan menghalangi tendangan Carel dengan sikunya.
“Krak!”
Bersama dengan suara retakan tulang, Carel berteriak. Pada saat yang sama, Leo segera berlari ke depan dan menggunakan bahunya untuk menabrak dada Carel dengan keras. Kekuatan yang mengerikan! Tabrakannya seperti tabrakan truk yang melaju dengan kecepatan tinggi. Lalu, tubuh Carel pun terpental jauh!
Hening!
Dalam seketika, seluruh aula seni bela diri Taekwondo menjadi sunyi senyap. Kemudian, Carel berteriak kesakitan!
“Ah! Kakiku!”
Saat ini, dalam aula seni bela diri Taekwondo bergema sejumlah suara bisikan.
“Kukira Taekwondo itu sehebat apa? Ini lemah sekali!”
“Kemampuan segini saja sudah berani mengejek pencak silat itu sampah?”
“Ternyata yang bohongan itu Taekwondo! Sayang, kita jangan belajar Taekwondo lagi, ya.”
“Ini sungguh menghina IQ kami!”
Dalam sesaat, semua penonton mencemooh!
Sedangkan Leo, dia hanya berdiri di tempat dan berkata dengan dingin.
“Pencak silat itu sampah? Kalau pencak silat itu sampah, maka Taekwondo yang dikalahkan sampah, bahkan tidak sebanding dengan sampah!”
“Bagus!”
“Benar sekali perkataanmu!”
Tiba-tiba, semua orang di bawah ikut berteriak dengan keras. Namun, pada saat yang sama, pintu gerbang aula seni bela diri Taekwondo terbuka lagi.
Seorang pria muda berjalan masuk!