
“Apa!!”
“Dialah direktur Perusahaan Game Prime Dragon?”
“Gila! Inilah direktur Perusahaan Game Prime Dragon, kebanggaan dunia game? Dia benar-benar sukses di masa muda!”
Dalam seketika, semua orang berseru. Pandangan mereka melihat Leo juga sangat kaget!
“Ya, ini aku.” Leo berangguk dan menjawabnya sambil tersenyum.
Segera, semua orang menarik napas yang dalam. Lagi pula, Leo ini terlalu muda! Siapa pun tidak menyangka, direktur perusahaan game Prime Dragon yang nilai pasarnya mencapai 20 triliun adalah pria yang semuda ini!
Lalu, pandangan para bos besar dan anak konglomerat menatapi Leo pun menjadi lebih segan dan ketakutan! Apalagi, mereka semua tahu Leo masih memiliki banyak identitas lain!
“Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Anda di sini, Pak Leo.” Haiman Safari pun tersenyum.
Sedangkan Rio Wawan, pikirannya terus berdengung. Bagaimanapun, keluarganya juga menjalankan bisnis game.
“Leo Mayor, dialah Leo Mayor! Pantas saja namanya sangat familier!”
Kini dia akhirnya ingat. Ayahnya baru saja memperingatkan dirinya dua hari yang lalu. Jika bertemu dengan Leo Mayor, pasti tidak boleh menyinggungnya! Waktu itu dirinya masih tidak terlalu peduli, ditambah lagi saat bertemu dengan Leo hari ini, Leo tampaknya sungguh terlalu muda, jadi dia pun tidak memikirkannya.
“Bisa-bisanya aku... duduk sedekat itu, aku bahkan tidak mengenalinya...” Saat ini, Rio Wawan merasa sangat menyesal.
Kemudian, sekelompok orang mulai mendiskusikan urusan sumbangan. Setelah itu, Leo juga makan bersama para pimpinan tinggi kampus dan bos besar.
Sepanjang perjalanan tiba di rumah, diskusi di antara mereka juga sudah selesai. Leo dan Universitas Keuangan dan Ekonomi sepakat untuk membahas detail dan menandatangani perjanjian sumbangan lusa nanti.
Sedangkan Leo, selama perjalanan, dia juga terus berpikir, sepertinya dirinya harus mencari sebuah firma hukum. Jika tidak, dirinya akan mengalami kesulitan untuk mengurus bisnis-bisnis yang dimiliki dirinya saat ini.
Setelah memikirkannya secara matang, Leo duduk di atas sofa dan menyalakan ponselnya. Selanjutnya, dia langsung mencari nomor telepon Zella dan meneleponnya. Setelah berdering dua kali, telepon pun terhubung.
“Pak Leo, Anda mencari saya?”
“Ya, kalau aku minta kau pergi mengakuisisi firma hukum terbaik di Purakarta, kau butuh waktu berapa lama?” Leo mengatakannya secara langsung.
Leo merasa tidak pantas untuk memercayakan urusan-urusan bisnisnya kepada firma hukum lain. Jadi, lebih baik langsung mengakuisisinya jadi milik sendiri!
Mendengar kata-kata ini, Zella Alfiya di ujung telepon juga tercengang.
“Mohon tunggu sebentar.” Sambil berkata, Zella terdiam selama setengah menit, lalu lanjut berkata.
“Jika mau membeli sahamnya 100% dan dana kita mencukupi, kira-kira butuh waktu 3 hari. Namun, jika hanya ingin mencapai mayoritas mutlak, maka cukup menguasai 51% saham saja, paling cepat besok sore sudah bisa beres.”
Mendengar kata-kata ini, Leo berangguk dan berkata.
“Oke, aku sudah tahu. Kalau begitu, kau akuisisi saja. Perlu berapa banyak uang, langsung transfer saja. Beri tahu aku kalau sudah selesai akuisisi.”
Mendengar perintah Leo, Zella pun segera menjawab.
Setelah melakukan semua ini, Leo pun lanjut bermain game.
“Tunggu semua urusan di sini sudah beres, balik kampung lihat-lihat, deh.”
Leo bergumam dan mengambil keputusan di dalam hati.
Sepanjang malam, Leo tidur sampai pagi tanpa rasa lelah dan stres.
Begitu bangun di pagi hari, Leo langsung mulai check in.
“Sistem, check in.”
“Selamat, Tuan. Check in berhasil! Anda mendapatkan 80% saham Perusahaan Gulfstream Aerospace.”
Mendengar kata-kata ini, Leo terkejut.
Gila? Gulfstream Aerospace?
Itu ‘kan perusahaan industri yang terkenal memproduksi jet bisnis besar dan mewah top di dunia! Ini bisa dibilang adalah barang raksasa yang teratas! Kini kepemilikan perusahaannya telah berada di tangannya?
Lalu, pada saat ini juga, ponsel Leo berdering. Dia menerima sebuah pesan teks.
“Tuan Leo Mayor yang terhormat, jet pribadi Anda, Gulfstream V telah tiba dan dititipkan di tempat parkir jet pribadi Bandara Purakarta.”
Melihat adegan ini, Leo sedikit bingung.
“Para bule memang pintar bermain!”
Leo dalam seketika sungguh tidak tahu harus berkata apa. Lagi pula, perusahaan sepeda yang sebelumnya sudah mengirimkan dua sepeda terbaik yang masing-masing bernilai 5,6 miliar kepada dirinya! Kini datang lagi satu jet pribadi. Setelah ditelusuri, Leo pun sadar. Gulfstream V merupakan salah satu tipe jet pribadi yang berperforma terbaik di dunia, kecepatan terbangnya hampir sebanding dengan kecepatan suara!
Harga jual: USD 59 juta! Itu setara dengan 826 miliar rupiah! Harga ini sungguh mengerikan!
“Apa lagi yang bisa kukatakan?”
Leo bergeleng tak berdaya. Biaya yang harus dirinya bayar bertambah lagi. Bagaimanapun, setelah ada jet pribadi, dirinya harus merekrut kru pilot dan pramugari untuk bersiaga. Selain itu, ada lagi biaya pemeliharaan tambahan.
“Sialan! Orang-orang ini sungguh pintar mencari cara untuk membuatku menghabiskan uang!”
Setelah menghela napas yang panjang di dalam hati, Leo hendak menelepon Zella untuk memintanya merekrut kru pilot dan pramugari buat jet pribadinya. Sekalian bantu dirinya lapor waktu penerbangan.
Tiba-tiba, ponselnya berdering! Panggilan dari Zella Alfiya!
“Wah! Kebetulan sekali!”
Leo mengangkat alisnya dan sedikit tersenyum.