
“Cukup.”
Leo hanya berkata dengan santai.
“Jangan kira karena keluargamu sedikit kaya sudah bisa seenaknya. Di dunia ini, ada banyak orang yang tidak sanggup kamu singgung! Kali ini aku tidak akan mempermasalahkan ucapan-ucapan sombongmu, tapi aku harap hal seperti ini tidak akan terjadi kedua kalinya.”
“Benar, benar! Ajaran Kak Leo sangat benar. Saya sudah tahu salah!”
Ivan Joshua yang berdiri terus menganggukkan kepalanya dengan ekspresi tersenyum. Dia tidak berani lagi memprovokasi sedikit pun! Ivan Joshua benar-benar sangat ketakutan sekarang!
Sedangkan, orang-orang yang di samping juga menjadi semakin tegang karena tindakan Ivan Joshua, seolah-olah sedang duduk di atas kaktus.
“Oke, buka saja anggur merah itu.”
“Baik, Pak Leo.”
Manajer yang berdiri di samping mengangguk. Wajahnya terus tersenyum dengan penuh hormat.
Setelah anggur merah dibuka, Manajer menuangkan anggur merah itu kepada Leo. Semua orang juga mulai bersulang dan minum bersama. Hanya saja, kini semua orang sudah tidak setenang tadi.
Jessica sendiri pun sangat tegang dan penasaran. Dia sadar, kakak sepupunya ini, menjadi sangat misterius. Dalam hatinya juga mulai semakin bingung.
“Kak, sebenarnya apa pekerjaan kakak di Purakarta?”
Jessica bertanya kepada Leo dengan penasaran.
“Bukankah kakak sudah memberitahumu? Perusahaanku yang sekarang berhubungan dengan bidang finansial. Kalau yang lainnya, kamu jangan tanya lagi.”
Begitu Leo selesai berbicara, pintu ruangan pribadi dibuka dari luar lagi.
Zella berjalan masuk dan berkata kepada Leo.
“Pak Leo, kami sudah menemukan penyewa untuk perumahan Anda di Komplek Taman Indah. Agen juga sudah selesai menegosiasikan biaya sewanya. Setiap rumah akan disewakan dengan harga 600 juta per tahun. Diperkirakan setiap tahun akan menerima pendapatan sebesar 720 miliar, namun Anda perlu menandatangani kontrak ini terlebih dahulu.”
“720 miliar?!”
“Gila, ini...”
Kini semua orang dikejutkan oleh sejumlah besar uang yang disebut.
Pendapatan sewa sebesar 720 miliar!
Melihat Leo yang duduk di sana dengan ekspresi tenang, semua orang merasa seolah-olah telah terkena dampak tsunami.
Suasana hati Ivan menjadi sangat rumit! Setiap rumah disewakan dengan harga 600 juta per tahun, pendapatan sewa per tahun bisa mencapai 720 miliar! Ini berarti, Leo ini minimal harus memiliki setidaknya 1.100 rumah. Ini harusnya sudah satu komplek, ‘kan?
Dengan kata lain, Leo ini memiliki satu komplek perumahan di Purakarta?
Ini...
Saat ini, Ivan sudah tidak tahu harus berkata apa.
Dia tahu keluarga kakak sepupunya bukanlah keluarga kaya. Namun, perjalan ke kota ajaib ini telah mengubah semua kesannya yang sebelumnya.
Apakah orang di depannya ini benar-benar sepupu yang pernah dia pandang rendah!
Sedangkan dua teman baik wanitanya Jessica, tatapan mereka kepada Leo saat ini, selain terkejut dan perasaan luar biasa, lebih banyak lagi tatapan penuh harapan!
Salah satu teman baiknya, Dea langsung merapikan rambutnya, mengambil gelas anggur merahnya, lalu duduk di samping Leo dan berkata:
“Hehe, kak Leo, begitu melihat kakak, aku langsung merasa kakak ini sangat ramah dan memiliki temperamen yang luar biasa. Aku akan bersulang untuk kakak dengan segelas anggur ini.”
Seusai berbicara, Dea segera meminum dan menghabiskan anggur merah di gelasnya dalam sekali teguk!
Setelah meminum segelas anggur merah, Dea langsung memegang keningnya, lalu berkata: “Ah, sepertinya aku lupa, aku tidak bisa minum. Aku pusing sekali...”
Semua orang yang di samping: ...
Beranikah kamu berakting lebih palsu lagi!
Jessica juga tertegun, lalu dia segera berdiri dengan mencibir. Dia menunjuk ke arah Dea dan berkata dengan marah.
“Dea Emily! Ternyata kamu orang seperti ini. Tidak sadarkah kamu betapa buruknya kemampuan kamu berakting!”
Dea yang di sana menjawabnya dengan wajah tak bersalah: “Jessica, aku benar-benar mabuk. Tidak bolehkah aku meminjam kakakmu untuk bersandar sebentar?”
Setelah itu, Dea berencana untuk bersandar pada Leo. Namun, Leo malah mencibir, lalu mundur selangkah dan berkata.
“Pas sekali, aku sudah memesan hotel untuk kalian. Karena kamu sudah mabuk, Zella, antar dia ke hotel.”
Dalam sekejap, Dea yang hendak bersandar pada Leo membeku di tempat. Wajahnya juga memerah! Lalu, dia mundur beberapa langkah dan berkata: “Ti-tidak apa-apa, aku minum sedikit air saja bisa membaik.”
“Oke, kalau begitu, Zella, suruh mereka antarkan air ke sini. Karena dia tidak bisa meminum anggur merah, maka kasih air minum biasa saja. Di antara kalian, apa masih ada yang tidak bisa minum anggur merah?”
“Tidak! Tidak ada!” Tiba-tiba, semuanya bergeleng dan melambaikan tangannya.
Mereka semua terkikik dan berusaha menahan tawa! Melihat ke arah Dea, sebenarnya mereka sudah tertawa terbahak-bahak di dalam hati!
Berpura-pura tidak bisa meminum anggur merah untuk menggoda Leo, akhirnya gagal malah harus minum air putih.
Sedangkan Dea, saat mendengar omongan Leo, wajahnya pun membiru.
Anggur merah yang senilai 200 juta! Seteguk saja sudah menghabiskan berapa juta!!
Namun, dirinya hanya bisa melihat mereka minum.
Kalau dipikir-pikir, dia benar-benar rugi besar.
Dea merasa hatinya sudah mulai sakit!