Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Group Chat Teman Kuliah Yang Heboh


Group chat teman kuliah ini sudah lama diblokir Leo.


Sebelum lulus, mungkin masih ada beberapa pesan informasi di dalam grup. Namun, setelah lulus, grup ini menjadi tempat teman-teman saling pamer!


Grup ini dipenuhi oleh berbagai informasi.


Siapa telah beli rumah hari ini, siapa telah beli rumah besok, dan sejenisnya


Intinya, semua itu informasi yang bermaksud untuk pamer. Namun, grup ini menjadi sangat ramai hari ini. Selain itu, ada juga yang menge-tag dirinya.


Jangan-jangan terjadi sesuatu?


Leo membuka group chat teman kuliah ini dengan penasaran. Lagi pula, dirinya juga tidak ada urusan apa-apa sekarang. Daripada nganggur, mending masuk dan cek isi grup.


Awalnya semua masih mengobrol dengan normal.


Hingga Fajar muncul...


“Jar, kudengar kamu sudah membeli rumah di Purakarta?”


“Gila, kaya sekali, Fajar! Kali ini kamu harus mentraktir makan!”


“Benar, baru lulus kuliah saja sudah bisa membeli rumah di Purakarta. Tidak bisa diterima kalau kamu tidak mentraktir makan.”


“Di kelas kita, harusnya Fajar ‘kan yang paling kaya sekarang? Selain baru lulus kuliah langsung menikah, kini dia masih membeli rumah di Purakarta. Ckck, benar-benar pemenang hidup!”


Fajar: “Sudah, jangan menyanjungku lagi. Kondisiku juga biasa saja. Dibanding dengan Leo, aku ini bukan apa-apa.”


Saat ini, karakter utama topik pembicaraan pun berpindah. Semuanya mulai membicarakan Leo.


“Apa? Leo? Mengungkit Leo, sepertinya aku sudah lama tidak bertemu dengannya? @Leo Mayor”


“Bukan, Fajar, kamu bilang Leo paling sukses? Bercanda, ‘kan? Bukankah dia anak dari keluarga petani? Lagi pula, kudengar dia baru saja dipecat perusahaannya beberapa waktu yang lalu.”


Fajar: “Petani? Dipecat? Kalian benar-benar percaya? Aku jujur saja, deh. Aku telah bertemu dengannya hari ini. Anak itu mengendarai mobil sport! [gambar]”


Saat gambarnya diunggah di dalam grup, semua orang tiba-tiba menjadi diam. Lalu, grup teman kuliah ini menjadi lebih ramai beberapa kali lipat dari sebelumnya.


“Aku baru saja mengecek mobil sportnya, itu Pagani Huayra! Mobil sport kelas atas senilai 100 miliar!”


“Mimpi kali?”


“Leo mengendarai mobil sport? Hehe, Fajar, kamu kebanyakan minum dan sedang mabuk, ya?”


Fajar yang membaca balasan mereka tersenyum pahit.


Saat ini, seluruh grup terjatuh ke dalam suasana yang sangat hening dan aneh. Lalu, pesan terus masuk seperti hujan badai.


“Gila!!”


“Tidak, ini bercanda, ‘kan? Jar, dulu kamu hanya suka membual tentang diri sendiri, kenapa sekarang bahkan membual untuk Leo?”


“Iya, Leo itu paling hanya dari keluarga biasa. Bagaimana mungkin seperti yang kamu katakan?”


Orang-orang di dalam grup tidak percaya dengan omongan Fajar. Lagi pula, selama 4 tahun itu, Leo memang terlihat sangat miskin. Siapa juga yang akan percaya jika dia tiba-tiba menjadi sekaya ini?


Namun saat ini, Leo yang baru saja selesai membaca semua pesan tersenyum dan berkata.


“Ya, aku hanya anak dari keluarga biasa.”


Lalu, Leo memfoto salah satu dari seratus bundel sertifikat rumah yang tertulis namanya


Sertifikat rumah ini terpapar dengan jelas nama pemiliknya adalah: Leo Mayor.


Lalu, Leo juga mengambil foto sendiri dengan seratus bundel sertifikat rumah itu sebagai latar belakang.


Setelah dua foto ini diunggah di dalam grup, semuanya terdiam lagi.


Semua orang tidak berani berbicara lagi, tapi sebenarnya hati mereka sudah bergolak seperti badai!


“Gila! Dia sungguh konglomerat tersembunyi?”


 “Seingatku, dulu dia pacaran dengan Yenny, ‘kan? Berarti Yenny sudah menikah dengan keluarga konglomerat?”


“@Yenny Tjandra, Yen, beritahu aku semua ini bohong, ‘kan!”


“Hmm, sepertinya Yenny sudah putus dengan Leo beberapa waktu yang lalu.”


Yenny yang di depan ponsel: ...


Pada saat ini, Yenny melihat layar ponselnya, hatinya merasakan penyesalan yang tak terbatas seperti ombak laut, terus-menerus!


Bagaimanapun, dirinya pernah menjadi pacar triliuner.


Lalu, kini, dia diberitahu lagi Leo memiliki mobil sport senilai 100 miliar dan seluruh komplek perumahan! Penyesalan yang dia rasakan sudah tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata lagi!


Sedangkan Leo, dia telah keluar dari group chat. Dia tidak ingin diganggu dan dipinjam uang oleh teman-teman ini.