Iam Come Back

Iam Come Back
Menuju ruang makan


Enak banget hidup suami kamu Keysia ia hanya tinggal makan dan minum di rumah ini, namun cepat atau lambat aku memastikan kalian berdua akan segera berpisah, hahaha, tunggu saja hari itu, sikap baik ini hanya sementara, menunggu kamu dan suamimu berpisah untuk selamanya.


Makan malam telah tersaji rapi di atas meja makan, Keysia meninggalkan meja makan, berjalan menuju arah tangga untuk ia gunakan agar segera sampai di lantai dua dimana letak kamarnya.


Keysia membuka pintu kamarnya lalu masuk, melihat Max masih berdamai dengan mimpinya.


"Tio bangun, udah malam," ucap Keysia pelan membangunkan Max.


Max mengeliat dari tidurnya bangun melihat ke arah Keysia, yang kini tengah berdiri di samping tempat tidur melihat ke arahnya.


"Ini jam berapa?" tanya Max dengan nada suara srak khas bangun tidur.


"Hampir jam tujuh malam," jawab Keysia pelan.


Max bangun lalu duduk diatas tempat tidur memperbaiki perasaannya, kemudian berangjak dari atas tempat tidur masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersikan diri.


"Keysia, ada handuk?" tanya Max ketika ia ingin masuk ke dalam kamar mandi.


"Ada di dalam sudah aku siapkan sebelumnya." Jawab Keysia pelan.


"Hem, baiklah."


Sementara Keysia yang melihat pemandangan indah yang Max pertontonkan merasa sangat terkejut dengan apa yang tengah ia lihat saat ini.


"Apa yang kamu lakukan? Cepat gunakan bajumu." Keysia berbalik badan ketika melihat apa yang tengah Max lakukan memperlihatkan bentuk tubuh di depan Keysia membuat Keysia merasa sangat malu dengan apa yang tengah ia lihat saat ini.


"Kenapa? apa ada yang salah?" tanya Max melihat ke arah Keysia yang kini tengah membelakanginya.


Keysia hanya terdiam ketika mendengar ucapan Max jujur ia merasa sangat malu dengan apa yang di lakukan Max memperlihatkan bentuk tubuh di hadapannya.


Keysia dan Max berjalan berdampingan menurungi anak tangga untuk segera sampai di lantai dasar, mereka berdua saling melempar senyuman membuat mamanya Keysia yang melihat hal itu merasa sangat kesal. Bagaimana tidak kesal dengan apa yang tengah ia lihat saat ini, Keysia yang ia inginkan untuk menikahi seseorang yang sudah dijodohkan kini telah menjadi milik pemuda lain, namun hatinya kembali senang ketika mendengar rencana buruk suaminya.


Aku sangat berharap mereka berdua segera berpisah, setelah mereka berdua berpisah aku akan meminta kepada suamiku, untuk menikahkan segera dengan seseorang itu. Aku sangat yakin, jika Keysia berpisah dengan suaminya, maka ia akan dengan senang hati menerima pria itu untuk menjadi suaminya, tidak seperti sekarang yang terus mengabaikan aku karena ada suaminya di sampingnya.


Merasa yakin dengan diri sendiri itulah yang tengah mamanya Keysia lakukan saat ini, ia sangat percaya diri jika dirinya bisa menikahkan anaknya dengan renana itu.


Setelah sampai di meja makan, Keysia mulai menyajikan makanan untuk Max, dengan senyuman yang ia perlihatkan pada semuanya, kalau ia sangat bahagia dengan pernikahannya yang ia jalani saat ini bersama suaminya.


Eli (mamanya Keysia) yang melihat keromantisan yang di perlihatkan oleh Keysia dan suaminya, tersenyum manis, namun sebenarnya senyuman itu berisi dengan ocehan dan cemohan di dalam hati.