Iam Come Back

Iam Come Back
Relax Dine


Ayahnya Steven bernama Erik Morgan, sedangkan ibunya bernama Lisandra Morgan. Dengan latar belangkanya yang kuat, sejak kecil Steven selalu menjadi pusat perhatian.


Di mata banyak orang, Steven merupakan sosok menantu kaya yang sempurna. Barang siapa yang putrinya menikah dengan Steven pasti akan sangat bahagia.


Poin itu juga sudah pernah dipertimbangkan Arya dan Nanda, hanya saja orang tua Steven tidak lagi menghubungi mereka sekali pun.


Tapi tidak disangka malam ini mereka juga akan menghadiri pesta ulang tahun Alena, ini merupakan kesempatan yang baik untuk menjalin hubungan dengan Steven dan orang tuanya. Jika Steven dan Alena bisa bersama, hubungan kedua keluarga akan semakin kuat.


Seterusnya Arya dan Nanda asyik mengobrol dengan Steven, sementara Max, Alena, dan Kelly hanya diam saja menunggu mereka.


Tak lama kemudian datang sebuah mobil Alphard, Arya dan yang lainnya segera pergi menyambutnya. Dari mobil tersebut turun sepasang pria wanita yang tidak lain adalah orang tua Steven.


Penampilan Erik terlihat begitu mengesankan, pakaiannya terlihat sangat formal. Sebaliknya Lisandra terlihat lebih santai, tetapi dia memancarkan aura yang begitu mencekam.


“Erik, Lisandra, akhirnya kalian datang juga,” sambut Arya dan Nanda dengan ramah.


“Iya, tentu kami datang.”


Erik memandang Alena sembari berkata, “Aku sudah mendengar tentang proyekmu, direktur Kevin mengatakan kalau pekerjaanmu sungguh menakjubkan. Semangat!”


“Terima kasih, paman Erik.” Alena mengangguk.


Kemudian Nanda mengambil kesempatan itu untuk mengatakan, “Haha, sebenarnya Alena masih belum berpengalaman, aku harap Erik bisa membantunya.”


Lisandra tersenyum lebar, “Kami bisa membantunya, tetapi ... tradisi keluarga kami sangat ketat, semua orang tidak boleh memiliki reputasi sembarangan.”


Maksud Lisandra adalah agar Alena bisa di nikahkan dengan anaknya.


“Ayo berangkat, kita langsung pergi ke Resort,” ucap Steven .


“Tunggu ...” suara Max tiba-tiba terdengar.


“Ada apa Max? Kamu baik-baik saja?”


Semua orang memandang Max dengan serempak.


Lalu Max mengatakan kepada Alena, “Alena, sebenarnya aku sudah pesan sebuah restoran unuk pesta ulang tahunmu. Aku akan mengantarmu ke sana!”


Lisandra dengan tidak sabar berkata, “ Emang kamu pesan restoran apa? anak saya sudah memesan tempat di Resort Greengarden! Satu meja seharga 200 juta! Kamu sudah pesan restoran apa ?”


Steven tersenyum, “Tuan Max bisa batalkan saja pesananya. Jika tidak kamu batalkan, aku akan kehilangan ratusan juta?”


Max membalas perkataanya, “haha, kerugianku lebih besar darimu!”


“Oh? Emang kamu pesan restoran apa? sampai-sampai kerugiannya bisa lebih besar dariku.”


“Aku sudah pesan di restoran Relax Dine di S center!” ucap Max sembari mendekat.


“Hah? Apa? tidak mungkin Relax Dine? Kamu harus booking dulu satu bulan sebelumnya .... belum uang deposit, harga di tempat itu tak ternilai harganya.”


“Apakah kamu benar-benar memesan sebuah meja di situ?” tanya Erik.


“Bukan sebuah meja, melainkan memesan seluruh restoran!” ucap Max dengan ringan.


“Hahaha ... kamu bilang apa? pesan seluruh restoran? Apakah kamu tahu perlu apa untuk memesan satu restoran? Selain uang miliaran, kamu juga perlu identitas! Apakah kamu sudah bercanda?” Steven tertawa terbahak-bahak.


Bahkan Alena sendiri tidak bisa mempercayai perkataan sahabatnya itu, apa yang Max lakukan? Hal ini sangat mustahil! Terlebih lagi, dari mana datangnya uang miliaran Max.


Erik tersenyum, “Bukannya, dia sudah memesan seluruh satu restoran Relax Dine? Kalau begitu ayo kita coba pergi dan lihat apa yang terjadi nanti!”


Mereka tiba di S center.


Alena tidak tahu apa yang sedang terjadi dan mulai panik, tangan wanita itu yang memegang lengan Kelly mula gemetar. Alena sangat menantikan kejutan yang dibuat Max, tapi di sisi lain, wanita itu takut dengan kenyataan kejam yang akan menimpanya!


Restoran Relax Dine perlu dipesan satu bulansebelumnya dan Max baru tiba di kota S setengah bulan yang lalu. Bagaimana bisa ada waktu untuk memesan restoran itu?


“Semuanya, ayo kita masuk!” ajakan Max.


Lalu Erik mencibir, “Oke, ayo kita masuk ke restoran lihat-lihat!”


Semua orang naik ke dalam lift dan langsung pergi ke lantai 90.


Sesampainya, Alena menjadi gugup ketika lift itu tiba di lantai 90.


“Boom-boom ...” kejutan yang dibuat itu kembang api kertas meledak dan pecahan warna-warni tersebar di kepala semua orang.


Lagu selamat ulang tahun bermain di belakang, seorang pianis dan violin profesioanal sedang memainkan lagu-lagu ulang tahun.


Aula perjamuan terhias dengan lampu kristal yang memancarkan cahaya menyilaukan, berbagai keranjang bunga dengan setiap warna dipajang dengan mewah.


Di tengah restoran itu, sudah disiapkan kue besar di atas meja makan.


“Restoran Relax Dine di S center mengucapkan selamat ulang tahun kepada nona Alena!” para perwakilan Relax Dine memberikan hadiah kepada Alena.


Alena menangis pada saat itu, karena sangat terharu ... hati wanita itu terasa bahagia.


Steven dan yang lainnya sungguh tercengang. Steven menanyakan apa yang sedang terjadi, pria itu tidak percaya bahwa Max memiliki kemampuan untuk memesan restoran itu.


Keluarga Morgan memiliki latar belakangyang kuat dan buka sebuah masalah besar untuk mencari sebuah informasi.


Beberapa menit kemudian, “Hahaha, ternyata pemilik restoran iniadalah seniornya Kelly yang sudah lama mengejarnya! Sekarang aku tahu kenapa Max bisa memesan restoran ini dan ternyata karena Kelly.” Ucap Steven


Setelah mendengar kata-kata Steven, semua orang memandang Kelly dan bahkan Alena juga menoleh.


Saat itu juga, manajer Relax Dine datang dan mengatakan, “Iya ... restoran ini memamng milik keluarga Hilbert, tapi sekarang sudah diakuisisi, dan pemiliknya berganti menjadi milik nona Alena.”


Semua orang terkejut setelah mendengarnya.


“Nona Alena, selamat ulang tahun. Oh iya, perkenalkan saya Riski, manajer Relax Dine. Ini surat kontrak akuisisi Relax Dine, dan semuanya ini adalah hadiah untuk nona Alena dari tuan Max.”


Alena mengecek surat kontrak, dia sungguh tidak percaya kalau Max membeli Relax Dine, dan dikasih ke Alena sebagai hadiah.


“Ini, sungguhan? Max kenapa kamu memberiku hadiah yang tak terduga ini?”


“Sebagai sahabat yang sudah lama, aku nggak akan membuat sahabatku sendiri menderita!”


“Makasih Max. Aku sungguh terharu dan bahagia.”


Steven, Erik, dan Lisandra sungguh tidak percaya. Kalau Relax Dine itu dibeli oleh Max, bahkan diberikan ke Alena sebagai hadiah?


“Ayo kita menikmati pesta ulang tahunnya dulu, sebelum melihat hadiah yang lainnya!”


“Hadiah yang lainnya? Emang kamu punya apalagi Max? Pasti kamu habis uang banyak?” tanya Steven.


“Tentu ada hadiah lain, uang mah nggak perlu kamu khawatirkan,” jawab Max.


Mereka menikmati pesta ulang tahun itu. Beberapa lama kemudian, akhirnya mereka selesai menikmati perjamuan itu.