Iam Come Back

Iam Come Back
Mengambil alih


Peter melihat kejadian itu pun tertawa, ia berkata “Keluarga Setiono sungguh benar-benar dikagumi, bahkan polisi dan tentara juga datang, luar biasa.”


Tetapi Rony dan anggota lainnya benar-benar tak mengetahui situasi sekarang.


“Atas dasar apa kamu menangkap kami?” tanya Luis ke Max.


Max hanya tersenyum dan tak perlu menjawabnya.


Tak lama kemudian, David menghampiri Rony dan lainnya, dan mengatakan, “Atas dasar bukti-bukti yang sudah ada, kalian semua terlibat dalam kasus masa lalu. Terutama Rony, kamu adalah dalang dibalik semua ini. Kami juga sudah menangkap para penjabat terdahulu bahkan mantan wali kota S pun terlibat, ya kan.”


Melihat orang-orang ini, Peter dan patnernya hampir mati ketakutan.


“Ya Tuhan! Wali kota David, wakil wali kota, Sekretaris wali kota Robert, Sekretaris pemerintahan Anton Purnomo, Direktur Biro Konstruksi, Direktur Biro Pertahanan, dan masih banyak lagi penjabat tinggi ...”


Peter akrab dengan pimpinan dari kota S ini, ia menyebutkan satu per satu. Ia hampir gila! Meskipun Peter di kenal sebagai raja kota S, tetapi itu hanyalah gelar saja, masih banyak orang yang bisa menekannya di kota S.


Misalnya orang-orang yang ada di depannya adalah yang paling ia takuti! Mereka sangat berkuasa. Bukan hanya Peter, tetapi semua patnernya juga ikut takut.


“Pak-pak wali kota David, sebenarnya semua berita itu palsu, kan.” Ucap Rony dengan gugup.


“Tidak ada yang palsu , bukti-bukti itu asli. Cepat tangkap mereka yang terlibat.” Perintah David.


Semua yang terlibat dalam kasus pun ditangkap, tinggal Peter dan patnernya serta anak buahnya yang masih bingung apa yang telah terjadi. Mereka merasa hampir gila.


Setelah itu, pak wali kota dan penjabat tinggi lainnya keluar dari kerumunan dan menuju ke arah Max.


Melihat David dan yang lainnya berjalan, Peter bersama patnernya langsung menyapa.


Hanya saja, David dengan dingin berkata, “Pergi! Jangan menghalangi jalan!”


Tiba-tiba Peter dan yang lainnya sungguh ketakutan, mereka berdiri di samping dan tidak berani bergerak. Peter mengambil sapu tangan dan mengusap keringat dingin di keningnya.


Semua orang hanya bisa menyaksikan David dan yang lainnya menuju ke arah Max. Semua orang menganggukan kepalanya kepada Max menyapa. Mereka juga berjalan ke arah orang tuanya Max, kemudian mengucapkan selamat atas kembalinya anggota keluarga inti terdahulu.


Setelah melihat ini, Peter dan yang lainya merasa malu! Mereka tampak seperti jatuh ke dalam lubang es. Mereka semakin mengerti, mengapa Isaac dan Joan memberikan hidup mereka kepada Max ...


Peter juga mengerti, mengapa Jeffrey memberitahu untuk tidak datang pagi ini, dan bahkan ia juga mengingatkan untuk tidak pergi. Ternyata Jeffrey dari awal sudah tahu semuanya! Tidak bisa keluar dari masalah ini!


Perasaan mereka campur aduk, tidak bisa diunggkapkan dengan kata-kata. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Sebenarnya apa status Max sekarang? Kenapa wali kota dan wakil wali kota datang ke sini? Bukankah ini sesuatu yang sulit dilakukan walaupun memiliki orang dalam?


Banyak pertanyaan-pertanyaan memenuhi otak mereka.


Setelah kelompok pemimpin kota memberi ucapan selamat kepada orang tuanya Max, mereka langsung pergi dengan membawa orang-orang yang terlibat kasus untuk dihukum.


Mereka juga tidak melihat Peter dan yang lainnya. Ini membuat mereka sangat bingung. Ada apa ini sebenarnya?


Kemudian Peter memberanikan diri untuk menanyakan situasi saat ini kepada Max, “Max, apa yang sebenarnya terjadi?”


“Peter Oscar, kamu sudah ditipu daya oleh Rony. Sekarang Rony dan yang lainnya akan mendapatkan hukuman , karena mereka terlibat dalam kasus. Lebih baik sekarang kamu dan semuanya pergi dari sini, sebelum kelompok wali kota tadi berubah pikiran untuk menangkap kalian semua.” Ujar Max.


“Iya, saya maafkan. Tetapi kalau kalian berani mengusik keluarga Setiono, maka tidak ada ampun bagi kalian. Mengerti!” ucap Max.


Peter Oscar beserta anak buahnya dan patnernya pun pergi meninggalkan rumah utama itu. Setelah itu, Max dan orang tuanya serta adiknya pun masuk ke rumah utama. Mereka sungguh tidak percaya, kalau mereka bisa kembali ke rumah itu.


Hari semakin malam, makan malam pun tiba. Disaat makan malam, Mark dan yang lainnya berbincang-bincang mengenai pengambilan alih posisi Big Bos.


“Max, emang kamu yang cocok menjadi Big Bos selanjutnya,” ucap Mark.


“Pa, jangan serahkan posisi ini padaku lagi. Posisi itu dulu sudah pernah dicuri dariku, aku nggak mau kejadian terulang lagi. Dan aku menyarankan papa sama mama menyerahkan posisi itu ke Rena.” Jawab Max.


Rena terkejut mendengar perkataan kakaknya itu, “Apa? Kakak memberikan posisi tinggi kepadaku? Jangan kak, aku masih butuh banyak belajar.”


“Kamu sudah banyak belajar Rena, tidak ada yang pantas mendapatkan posisi itu kecuali kamu satu-satunya. Gimana pa, ma? Apa kalian setuju?” kata Max.


“Papa sama mama ini sangat setuju apa yang dikatakan oleh kakakmu ini Rena,” ucap Lula.


“Tapi kan ...” Rena mencoba mengelak.


“Udah jangan tapi-tapian, sekarang kamu resmi jadi Big Bos Setiono Group. Besok kakakmu akan mengantarkanmu pergi ke kantor untuk memperkenalkan diri kepada bawahan!” jelas Mark.


“Iya baiklah,” jawab Rena.


Setelah makan malam selesai, Max kembali ke kamar miliknya yang berada di rumah utama itu.


Di sisi lain, Alena dan kedua orang tuanya itu mendengar kabar kalau Max sungguh berhasil mengambil alih Setiono Group. Segera Alena menelepon Max untuk memberikan selamat padanya.


“Iya ada apa Al?” tanya Max.


“Selamat ya Max, kamu sudah berhasil mengambil alih Setiono Group.” Ucap Alena memberi selamat.


“Iya sama-sama, tapi sekarang bukan aku lagi yang akan menjadi Big Bosnya, melainkan adik aku si Rena.”


“Oh ya, bagaimana ceritanya adik kamu yang menjadi Big Bossnya?” tanya Alena.


Max enggan bercerita, tapi dia sudah mengatakannya. Mau tak mau harus cerita, “Sebenarnya aku menolak untuk menjadi Big Bossnya, karena posisi itu sudah pernah dicuri dariku. Dan aku menyarankan serta mempercayakan Rena untuk menjadi Big Bosnya.”


“Oh jadi seperti itu, iya aku paham apa yang kamu katakan. Oh iya, titip salam untuk semuanya ya. Selamat malam.”


“Iya, aku akan sampaikan salamnya.” Jawab Max.


Alena dan Max menutup teleponnya, setelah itu Max keluar dari kamarnya untuk berkumpul di ruang keluarga. Mereka berbicara tentang masa depan Setiono Group, tanpa sadar perbincangan itu malah membuat Max tersudut karena pertanyaan yang dikeluarkan oleh Rena.


“Emm, kak Max sudah punya kekasih apa belum nih?” tanya Rena.


“Kalau sudah ada, jangan lupa kenalin pada kita nak.” Sahutnya Lula.


“Wah, tak sabar melihatnya.” Tambahnya Mark.