
Rudi ayahnya Keysia yang mendengar suara ribut-ribut di depan pintu depan rumahnya dengan segera keluar sambil berkata.
"Apa-apaan ini? Apa yang sedang kalian lakukan? Oh, jadi rupanya kamu sudah pulang? Masih ingat rumah ternyata." Ayah Keysia ingin memukul wajah Keysia, namun lagi Max menghalangi tangan yang ingin menyentuh wajah istrinya.
Ayahnya Keysia nampak sangat kesal ketika pemuda yang datang bersama dengan Keysia tengah melakukan hal itu padaya, hal yang tidak pantas di lakukan oleh seorang tamu menurutnya.
Max menepis kasar tangan Eli dan juga tangan Rudi, hingga membuat mereka berdua meringgis mungkin karena merasa kesakitan atau bagaimana.
Keysia yang melihat itu semua, berdiri di belakang tubuh Max. Ah, ternyata memiliki suami bisa membuat aku terhindar dari apa yang hampir terjadi denganku, aku senang bisa menikah secepat ini, meskipun nantinya aku tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi.
"Keysia, siapa pemuda yang datang bersamamu ini?" teriak Ayahnya Keysia.
Ayahnya Keysia merasa sangat kesal dengan apa yang di lakukan pemuda yang ada di hadapannya begitupun dengan Eli yang merasa sangat kesal ingin memukul wajah pemuda yang ada di hadapannya, namun ia tidak bisa melawan pemuda yang ada di hadapannya.
"Saya suami Keysia pak, bu," ucap pelan Max.
Ayah dan Ibu keysia sangat terkejut mendengar ucapan pemuda yang ada di hadapan Keysia, mungkin tidak percaya dengan apa yang ia dengar hingga membuat Rudi tertawa.
"Menikah? Haha, aku tidak percaya kalau kalian telah menikah, palingan kalian berdua hanya ingin mengakali kami berdua, untuk menghindari pernikahan yang udah ditentukan keluarga, ia kan?" Tanya Rudi ke Keysia.
"Iya tuh, aku juga tidak percaya kalau pemuda ini adalah suami Keysia, palingan ia hanya asal bicara." Ucap Eli.
"Kami telah menikah beberapa bulan yang lalu," jelas Max kepada mereka berdua.
"Haha, kami tidak percaya kalau kalian telah menikah, apa kalian memiliki bukti?" tanya Rudi dengan nada suara sinis.
"Percaya tidak percaya pa, namun satu yang pasti aku telah menikah dengan suamiku namanya Tio"
"Oh, nama kamu Tio, apa kalian berdua memiliki bukti kalau kalian telah menikah?"
Max dan Keysia terdiam mendengar apa yang baru saja papanya Keysia tanyakan, hingga membuat mamanya Keysia tertawa karena mengira mereka berdua berbohong.
"Haha, ternyata mereka berdua hanya berbohong dengan pernikah meraka berdua pa, lihatlah wajah mereka berdua ketika papa menanyakan soal bukti pernikahan mereka berdua." Eli terus tertawa melihat ke arah pemuda yang telah mengaku menjadi suami Keysia.
"Benar begitu Key? Kalau kamu hanya berbohong dengan pernikahan kalian ini."
Papanya Keysia menatap sinis ke arah wajah Max, ia merasa kalau pemuda yang ada di hadapannya ini hanya pemuda yang tidak memiliki apa-apa yang hanya ingin menumpang hidup di rumah keluarganya Keysia.
Eli tidak berhenti tertawa, menertawai Keysia dan juga pemuda yang telah mengaku sebagai suaminya itu, sementara Max hanya menanggapi mereka berdua dengan senyuman santai.
Tertawalah sepuas hati kalian berdua, karena sebentar lagi tawa itu akan hilang ketika kalian telah mengetahui yang sebenarnya. Aku tau kalau saat ini kalian belum percaya, namun di saat kalian berdua melihat bukti kalau kami berdua telah menikah apa yang akan kalian berdua lakukan?