
Keysia belum membalas pauatan bibirnya, karena masih merasa syok dengan apa yang tengah Max lakukan padanya, sepuluh hari menikah inilah pertama kali Max menyentuhnya dengan cara seperti ini.
Tubuh Keysia semakin bergetar ketika Max menjajakan bibirnya di bagian lehernya, bahkan Keysia bisa merasakan betapa dalam cara Max melakukan hal itu pada lehernya. Mungkin leherku sudah memerah itulah yang terlintas di pikiran Keysia ketika merasa sedikit sakit dengan apa yang di lakukan bibir Max pada lehernya.
Merasa cukup di bagian leher Keysia, Max kembali memautan bibirnya pada bibir Keysia, namun kali ini ia mendapat balasan hangat dari Keysia, dan mulai menikmati setiap sentuhan demi sentuhan yang Max lakukan pada bagian tubuhnya. Tangan Max tidak tinggal diam, ia merasa kurang lengkap jika tangannya hanya tinggal diam, hingga mulai menyusup masuk ke dalam baju yang Keysia kenakan.
Max mulai menyentuh seluruh bagian-bagian tubuh Keysia, hingga membuat Keysia melayang kepayang dengan semua yang di lakukan oleh sentuhan tangan Max.
Bahkan Keysia menahan suara aneh yang hampir lolos keluar dari mulutnya, namun suara aneh itu berhasil lolos keluar, terdengar jelas di telinga Max hingga membuat libido dalam diri Max semakin bertambah dan membuat hasrat dalam dirinya semakin besar ingin melakukan hal lebih dari apa yang tengah ia lakukan sekarang.
Menyentuh seluruh bagian tubuh Keysia itulah yang tengah Max lakukan saat ini, bahkan spon cuci piring yang ada di tangannya kini tidak tau jatuh kemana, mungkin telah dibawa tikus.
Keysia kembali menutup matanya ketika merasa tangan Max telah menyentuh bagian pada dirinya yang selama ini ia jaga dengan sangat baik, karena ia selalu berharap kelak hanya suaminya yang akan menyentuh dan memiliki seutuhnya, dan mungkin Max adalah orang itu, karena dialah suamiku sekarang.
Menyadari apa yang tengah di sentuhnya terasa rapat, membuat Max menghentikan apa yang tengah ia lakukan, membiarkan sesuatu yang tengah menegan pada dirinya, ia mengangkat wajah melihat ke arah wajah Keysia yang kini nampak memerah dengan apa yang tengah ia lakukan.
"Apa ini pertama kali bagimu?" itulah pertanyaan Max kepada istrinya.
"lya, ini pertama kali bagiku" Keysia menganggukkan kepala ketika mendengar pertanyaan Max.
Mendengar ucapan Keysia, Max mengangkat tubuh dari atas tubuh Keysia, lalu merebahkan tubuhnya tepat di samping istrinya, ia merasa sangat senang dan bangga mendengar ucapan Keysia yang bisa menjaga hal berharga pada dirinya.
Dan seperti yang pernah ia katakan pada Rena, kalau ia akan mencari gadis yang akan menjadikannya pemuda pertama yang akan menyentuhnya, namun saat ini Max telah menemukan gadis itu.
Max mengangkat wajah lalu menempelkan bibirnya pada dahi Keysia lalu berkata.
"Belum saatnya kita melakukan hal ini Key, nanti setelah waktunya tiba, kamu akan menjadi milikku seutuhnya, biarkan kita menjalani semua ini dengan cara kita berdua, menikmati hari seperti hari-hari yang telah kita lalui sebelumnya." Max memeluk tubuh Keysia ketika selesai mengatakan itu.
Dan itu membuat Keysia bertanya-tanya pada dirinya, dengan apa yang di lakukan dan di katakan oleh Max.
Apa maksud dari semua ucapan dan tindakan Tio, aku merasa ia ingin melakukan, namun ada sesuatu yang menahannya, yang jelasnya aku tidak tau apa itu.
Sementara Max terbang dengan pemikirannya sendiri, yang ingin segera membawa Keysia pulang ke rumah mewahnya dan ingin segera mengumumkan dan memperkenalkan pada seluruh dunia kalau dialah pemilik hati seorang Max Setiono, miliarder yang terkenal di kota dan berbagai belahan dunia.
Max merasa bangga dengan dirinya sendiri karena telah menenukan gadis yang ia cari, namun Max masih ingin melihat semua sikap, dan kepedulian Keysia.
Bahkan ia ingin menguji Keysia dengan memberi keseluruhan gajinya bulan ini, apakah Keysia memang pantas menjadi pendamping hidupnya kelak? sekaligus ibu dari calon anak-anaknya nanti atau tidak! Namun satu yang pasti Max mulai menyimpan rasa untuk istrinya, rasa yang sulit ia katakan pada istrinya, gadis yang kini tengah ia peluk.
Dan Max juga sempat memikirkan keluarganya Keysia, biar bagaimana pun mereka berhak tau, kalau saat ini Keysia telah menikah.
Agar mereka semua bisa menerima, suka tidak suka, namun satu yang pasti kalau saat ini Keysia telah menjadi istriku, siapa pun tidak akan memiliki hak untuk melarang Keysia ikut bersamaku, karena Keysia adalah istriku, istri sahku.
Cucian piring belum selesai, namun keduanya kini telah terlelap dalam satu tempat tidur. Biasanya Max melantai, namun kali ini ia tidur di samping Keysia sambil memeluknya dengan sangat erat, dan tentu sebagai istri Keysia menerima semua yang dilakukan suaminya, bahkan jika suaminya meminta haknya dengan senang hati ia akan merelakan hal itu untuk suaminya.
Malam pertama yang tertunda, itulah yang tengah terjadi pada Max dan Keysia, Max sengaja menahan diri agar tidak melakukan hal itu kepada Keysia.
Karena ia menanti hari dimana ia akan membawa Keysia ke rumah mewahnya dan memperkenalkan pada dunia, hingga melakukan resepsi pernikahan yang mewah, dan setelah itu, malam pertama itu akan ia lakukan, itulah yang ada di pikiran Max saat ini, lama sekali aku menunggu malam itu.
Tepat pukul 5 pagi, Keysia terbangun dari tidurnya, dan melihat kalau saat ini ternyata ia tidur dalam dekapan tubuh Max, tangan Max masih setia memeluk tubuhnya, hingga ia membayangkan apa saja yang tengah ia lakukan bersama Max semalam.
Wajah Keysia merona seketika, ketika membayangkan apa yang tengah ia lakukan semalam bersama dengan Max. Meskipun yang mereka berdua lakukan tidak sampai pada puncaknya namun rasa malu pada diri Keysia tumbuh, dan memang wajar jika Keysia merasakan hal yang seperti itu, karena sepuluh hari menikah itulah yang pertama kali Max menyentuhnya.
Tio menyentuh bagian tubuhku di sini, di sini dan bagian sini, apa yang telah aku lakukan semalam? Aku pasti akan sangat malu menatap mata dengannya.
Pelan-pelan Keysia mengangkat tangan Max yang memeluk bagian tubunya, untuk segera bangun untuk mempersiapkan segala kebutuhan Max untuk pergi bekerja.
Semua yang di butuhkan Max telah siap, namun kali ini Keysia belum mencuci pakaian dan juga membersihkan diri. Nanti setelah Max pergi bekerja aku akan mencuci dan membersikan diri, itulah yang ada di pikiran Keysia saat ini.
Setelah itu Keysia membangunkan Max yang kini masih terlelap sambil memeluk erat bantal guling, mungkin ia masih mengira kalau aku masih tertidur di sampingnya, hehehe.
Keysia menatap wajah Max dengan sangat dekat, yang masih setia berdamai dengan mimpinya.