Horror Disturbing

Horror Disturbing
Menilik Fakta


"Darah, minuman yang kamu minum sebelumnya adalah darah yang sengaja aku buat sirup!" ucap Mita berterus-terang kepada Hani tanpa keraguan pada ekspresinya.


Artinya apa yang dikatakan oleh Mita adalah kebenaran hakiki, bahkan Hani sendiri setuju pada pikirannya.


Merasa mual Hani pun jadi lengah dan mengabaikan Mita sehingga kini keadaannya malah berbalik. Mita kemudian mencekik leher Hani sekuat-kuatnya tanpa raut bersalah sama sekali.


Dilihat dengan jelas dari posisinya Hani melihat wajah senang Mita pada saat melakukan hal tidak terpuji tersebut. Seakan dirinya benar-benar bahagia tidak dibuat-buat.


Dia kemudian merogoh bajunya dan mendapati belati.


Beberapa menit sebelumnya, di Kantor CEO.


"Tuan, saya mendapati kabar jika nona Hani menghubungi salah satu bodyguard namun nona diduga dalam keadaan terdesak, dan meminta bantuan!"


"Apa semua bodyguard telah dikerahkan?!"


"Su-sudah tuan.. semuanya telah bergerak."


Penasehat itu lalu mengundurkan diri pamit dari hadapan bosnya dengan sopan dan ramah, sementara Stefan bangkit dari kursi kebesarannya dan melangkah menuju jendela. Yang memperlihatkan pemandangan kota "Tragedy" dari lantai 4 yang cukup mengesankan.


"Gadis kecil itu selalu saja merepotkan diriku, lain kali aku akan memberinya pelajaran. Untuk mengikuti kelas beladiri extra!" ucap Stefan sembari bersiap-siap untuk pergi.


"Cukup sampai disini Han, dan jadilah wujud paling sempurna..." ucap Mita seraya mengayunkan belati itu kemudian hendak mendaratkannya pada tubuh Hani.


"Tidak!!!"


Tap.. plak!


Stefan tidak disangka-sangka sudah berada didekat mereka berdua dia kemudian menghalau belati dengan tangannya sembari menepis tangan Mita.


Hani yang dalam keadaan terbaring terlihat bulir air kecil di sudut matanya kemudian membuka mata dan bergegas beranjak bersembunyi dibelakang Stefan.


"Hu... untungnya ada Stefan, kalau nggak, aku nyaris saja terbunuh."


"Siapa kamu? Kenapa bisa kemari?" tanya Mita tidak senang ada seseorang yang kemari dan itu adalah bos tempat kerjanya, namun dia belum menyadarinya. Dia mengerutkan alis demi melihat dengan jelas pria yang berada tak jauh darinya.


Dia kemudian menyadarinya dan alangkah terkejutnya Mita saat melihat dari kejauhan beberapa orang berpakaian hitam dan jazz seorang bodyguard.


Tanpa bicara lagi ia pun lari dari tempatnya setelah mematung beberapa saat sebelumnya.


Stefan tidak mengejar Mita dia hanya menyerahkannya pada para bodyguard.


"Kamu baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" tanya Stefan dengan ekspresinya datar, namun ada sedikit kekhawatiran dari raut wajahnya.


"Aku baik-baik saja... hanya diriku merasa mual saja..." ucap Hani dengan wajah lesu.


"Hueek!"


Tak tahan dengan rasa mual itu Hani pun terpaksa mengeluarkannya hingga mengenai jazz yang dipakai Stefan.


•••


Hani kemudian membuka matanya dengan ekspresi orang yang sedang kebingungan. Sebelumnya, ia tak sadarkan diri beberapa saat setelah dirinya muntah.


"Aku... sudah ada di rumah, terus kenapa pakaian yang aku kenakan sudah diganti?"


"Kamu ini lupa apa pura-pura lupa, sudah ku bilang ada maid dan para pembantu di rumah ini yang akan mengurus rumah dan dirimu, ingat itu!" ucap Stefan berada di samping ranjang tempat tidur Hani terlihat sedang memegang buku.


Stefan kemudian menjelaskan kejadian sebelumnya termasuk bertanya sedikit kepada Hani tentang kejadian yang dialaminya.


Untuk kronologi Stefan akan menanyakannya di waktu lain.


Ada ekspresi ketakutan pada wajah Hani lalu Stefan menyimpulkan ekspresi Hani tersebut dengan berkata.


"Tenang, rumah ini aman dari gangguan makhluk astral. Mereka tidak akan bisa menembus rumah ini lagi!" ucapan Stefan tersebut membuat Hani seketika tenang, namun terdengar bunyi cacing pita yang sedang kelaparan dengan jelas.


"Sekarang waktunya kita makan malam!"


"Eh, kamu belum makan juga?" tanya Hani penasaran.


"Aku hanya lupa saja," jawabnya singkat seraya melenggang pergi.


Makan malam itupun berlangsung dengan khidmat tanpa ada dari mereka yang memulai untuk berbicara maupun saling segan.


Sampai Hani curi curi pandang pada Stefan sayangnya dirinya ketahuan dan langsung kena serangan telak.


"Dingin banget... lama-kelamaan aku bisa membeku kalau nggak cepet-cepet habisin makan malem ini!"


Usai makan Hani menyibukkan diri dengan perawatan dirinya. Lalu menelpon sang suami lantaran masih memiliki kesempatan berbicara setelah menuliskan berita baru beberapa hari lalu.


Dalam pembicaraannya mereka mengobrol seperti biasa di tengah obrolan Hani menjelaskan lebih spesifik tentang dirinya.


Bahkan Bram menanggapi dengan sabar dan memberi motivasi kepada Hani agar dirinya selalu bersemangat menjalani misinya di kota "Tragedy" yang mana di tempat Bram di tahunnya, kota tersebut sudah tidak ada dan hanya tinggal nama.


Dari obrolan tersebut Hani menemukan fakta jika dirinya berpindah alam karena suatu pemicu, suaminya bahkan mengingatkan kepada Hani mengenai tempat dirinya bangun setelah mengetahui dirinya berada tempat yang berbeda.


Hani pun memahaminya dan akan pergi ke tempat itu besok, karena dirinya masih mengingat gambaran tempat tersebut.


"Kalau dengan cara itu berhasil... aku bakalan kembali ke rumah dengan selamat tanpa harus menuliskan berita aneh di kota ini. Tapi... mungkin aku akan merindukan dirinya," ucap Hani dalam hati.


Dan seperti biasa Stefan menguping pembicaraan mereka.


Keesokan harinya, berita tentang penangkapan Mita dirahasiakan kepada publik sementara waktu atas perintah Stefan.


Selain itu, nantinya Perusahaan milik Stefan tersebut akan memberikan penjelasan terbaik bagi Mita salah satu karyawan. Stefan juga menyarankan kepada Hani untuk menuliskan berita tentang Mita, karena dia adalah saksi sekaligus korban.


Dalam sehari kasus Mita ternyata berhubungan dengan kasus orang hilang berbeda kisaran usia dan terakhir dinyatakan menghilang.


Anehnya, tiga kasus orang lain tidak teridentifikasi bahwa Mita pelakunya. Ia mengaku hanya mengajak korbannya lalu membunuhnya dan membungkusnya dengan kain kafan, terkahir ia gantung pada ranting pohon apel.


Menurut pengakuannya hal itu ia lakukan sebagai bentuk sesembahan yang akan menjadikan korban bereinkarnasi dalam wujud terbaik dari sebelumnya.


Sementara kasus tiga orang itu memiliki perbedaan mendasar pada kasus Mita dilihat dari korbannya.


Dengan menaiki taksi sore ini Hani berniat menuju tempat pertama kali dirinya terbangun serta pertama kalinya ia bertemu dengan Stefan secara tidak terduga.


Sayangnya Hani hanya ingat gambaran tempatnya, bukan lokasi pastinya sehingga ia menyulitkan pengemudi taksi online tersebut yang sudah beberapa kali berputar pada area yang sama.


Lalu berganti pada tempat menurut perkiraannya.


"Kanan pak!"


"Kiri pak!"


"Em... kalau nggak salah yang ada rumput hijau luas pak!"


Sebenarnya alasan Hani tidak meminta bantuan Stefan selain tidak ingin menggangunya Hani juga berniat pergi tanpa berpisah secara langsung, jika menurut spekulasinya benar.


Saat dirinya berpindah tempat saat berjalan di area yang persis dalam ingatan Hani.