
Hani membuka pintu kamarnya dengan tingkat keberanian tinggi saat ini, namun tidak ditemukan siapa-siapa yang mengetuk pintu kamarnya saat ia membukanya lebar-lebar.
Kembali bulu kuduknya dibuat merinding menghadapi kesendiriannya seperti sedang di takut-takut oleh makhluk tak kasat. Malah ia merasa seperti ada orang yang mengamatinya.
Tap..tap..tap..
Lalu terdengar suara seseorang yang menaiki tangga membuat Hani terkejut sampai ia tidak bisa melihat ke arah tangga, karena rasa takutnya mencapai *******. Sampai saat dirinya di sentuh dan terpaksa menoleh kebelakang.
Hani langsung saja dibuat menjerit ketakutan sampai ada bulir air mata yang terlihat.
Nyatanya Stefan yang diam-diam pulang dan memasuki rumah menuju kamar Hani tanpa adanya hawa keberadaan.
"Dasar... pulang tapi nggak bilang-bilang!" ucap Hani sambil memukul-mukul Stefan.
Hani hendak memeluk Stefan secara spontan sebelumnya hanya saja ia menahan kelakuannya itu mengingat dirinya mempunyai seorang kekasih.
Beberapa menit sudah Hani menceritakan kejadian yang dialaminya saat sendirian di rumah ini kepada Stefan, tentu Stefan percaya akan omongan Hani tersebut.
Sehingga besok akan ada pembantu rumah tangga yang akan bekerja di rumah ini berserta para maid untuk membantu Hani.
Ia sempat menolak pada keputusan sepihak Stefan tersebut, tapi Stefan berdalih agar kejadian sebelumnya tidak terulang lagi. Dan Hani pun terpaksa menuruti perkataannya, mengingat pada keinginan dirinya ingin cepat-cepat meninggalkan kota ini.
Keesokan harinya.
Stefan memberikan tugas kepada Hani untuk mencari bahan berita bersumber dari cerita seseorang yang mengalami kejadian aneh, supranatural, dan tidak dapat dijelaskan dengan akal sehat.
"Apa itu akan mengurangi jumlah sisa aku dapat keluar dari tempat ini?" tanya Hani setelah Stefan menyelesaikan perkataannya.
"Hmm, mengurangi. Jadi kamu tenang saja, tidak usah khawatir dengan hal itu. Yang kamu perhatikan adalah dirimu sendiri. Sebab kamu ini masih labil."
Setelahnya, Hani lalu ijin pergi dengan sopan kepada atasannya, meskipun hatinya agak jengkel dengan kelakukan Stefan hari ini. Atau setiap hari ia memang selalu begitu saat didekat Stefan.
Anehnya lagi beberapa orang yang Hani tanyai pagi ini hanya mengenal Stefan sebagai CEO dan tidak lebih dari itu.
Berselancar pada dunia Maya pada sebuah situs tertentu yang berisi curhatan seseorang tentang hal yang dialami. Paling banyak mengacu pada hal buruk yang dialami setiap pengunjung situs tersebut.
Hani menemukan sebuah curhatan yang ada menjijikkan dalam isi halaman tengah ceritanya, sayangnya komentar pada postingan itu hanya segelintir orang saja. Dan mereka hanya menertawai si pemosting.
"Seseorang yang berubah menjadi sejenis serangga, apa... hal ini bisa terjadi dan dapat dipercaya? Seperti di film-film saja?" ucap Hani bertanya-tanya pada dirinya sebentar memberikannya jeda pada saat dirinya menganalisa cerita itu.
Sebuah nomor telepon tertulis pada postingan itu di bagian bawah.
Drttt...
"Yah, dengan siapa?"
"Saya orang yang tertarik pada cerita anda pada postingan beberapa jam yang lalu. Jika boleh saya ingin bertemu dengan anda sekarang juga, kita bisa mengobrol satu sama lain mengenai cerita itu!"
"Baiklah, tapi sebelum itu saya harus menyiapkan diri terlebih dahulu. Anda bisa menunggu saya di Cafe Dream."
Selesai menghubungi nomor itu Hani lalu bergegas menuju lokasi tempat pertemuan.
Beberapa menit berlalu hingga orang yang dijanjikan datang dengan stelan pakaian ala remaja menghampiri Hani sembari menunjukkan senyuman ramah.
Dia seorang pria berpakaian rapi memakai jazz hitam dan celana jeans panjang diperkecil, itulah menurut pengamatan Hani saat melihatnya pertama kali.
Dia kemudian mulai berkenalan terlebih dahulu dengan Hani sebelum bercerita agar tidak terlalu kaku dan canggung.
Katanya dia memiliki seorang teman laki-laki yang jijik sekali dengan hama yang dijuluki seribu kuman.