Horror Disturbing

Horror Disturbing
Kali Ini Lebih Serius


Dirinya kemudian terbangun di keesokan harinya dalam keadaan sedang di kompres oleh air dingin. Dan Hani merasa jika dirinya sudah membaik dan tidurnya sangat nyenyak semalam.


"Honey... honey..." ucap Hani lirih memanggil seseorang yang dicintainya, dirinya masih mengigau setelah bangun tidur.


Stefan yang berada di dapur sedang menyiapkan bubur sebagai sarapan yang akan diberikannya kepada Hani, buru-buru menuju kamar tempat Hani berada. Setelah mendengar suara Hani tersebut.


Hani terlihat memejamkan mata, namun dirinya terus saja mengigau dan kedua tangannya bergerak-gerak. Stefan pun berusaha membangunkannya.


Tak lama Hani akhirnya bangun sambil memandangi wajah Stefan lekat.


"Terimakasih kamu sudah mau membantuku mengatasi mimpi buruk itu, ku harap mimpi itu tidak pernah aku alami lagi. Meskipun aku mengetahui cara ampuh melewatinya," ucap Hani seraya memeluk Stefan erat.


"Hmm, ini aku buatkan bubur untukmu, dan ingat untuk menghabiskannya. Aku pergi dulu."


Pelukan berakhir saat Stefan memilih mengakhirinya sendiri.


Ketika Stefan hendak melenggang pergi tangannya di tahan oleh Hani membuatnya menengok kebelakang melihat wajah Hani berkaca-kaca.


"Ada apa lagi, katakan saja kepadaku jika kau butuh sesuatu?" tandas Stefan sembari menunjukkan senyum palsu.


Hani yang mengetahui senyuman itu terlihat agak sedikit resah dihatinya.


"Apa dia segitu membencinya kepadaku, sampai-sampai tak mau berlama-lama di dekatku?" tanya Hani dalam hati.


"Ingat ini. Kau itu sudah punya suami, jadi jangan terlalu dekat dengan pria lain. Karena kau tidak tahu seperti apa pria itu!"


Perkataan itu langsung menusuk hati Hani hingga melepas genggaman tangannya pada Stefan saat itu juga.


•••


Serta menanyakan berbagai hal mengenai kehidupan suaminya dan pekerjaannya, yang sedang mengalami kebangkrutan dan harus membayar ganti rugi kepada perusahaan tempat Hani bekerja.


Kabar baik diucapkan oleh suaminya mengenai yang Hani pertanyakan dan masalah itu semuanya sudah ia selesaikan secara bertahap hingga tak ada lagi masalah.


Hanya saja pencarian keberadaan istrinya masih belum kunjung menemukan titik terang sama sekali.


Bahkan Bram mengaku kepada Hani sudah banyak melakukan berbagai upaya pencarian dirinya sebaik mungkin.


Obrolan mereka berdua pun di tutup dengan salam manis.


Pagi harinya Hani mendapati sebuah pesan dari nomor yang tidak ia kenal dua jam yang lalu setelah ia membukanya.


"Saya memiliki hal supranatural yang bisa anda pertimbangkan sebagai bahan berita. Saya harap anda bisa berkunjung di kediaman kecil saya, sekaligus mengungkap sebuah misteri.


Di bawah pesan itu terdapat link lokasi tempat tinggal kediaman orang itu.


Setelah mandi dan sarapan Hani pun berangkat sendirian menuju ke tempat lokasi pada pesan yang ia baca sebelumnya.


Hani bahkan tidak meminta ijin kepada Stefan sama sekali, meskipun dia memiliki nomornya. Lebih egoisnya lagi Hani menolak untuk didampingi oleh beberapa bodyguard.


Menggunakan mobil Hani mengendarainya sendiri dengan perasaan menggebu ingin cepat-cepat keluar dari kota ini.


"Sepertinya aku harus meluangkan waktu untuk menginvestigasi kota ini, rasa-rasanya aneh sekali jika hal supranatural dan aneh sering terjadi."


"Lalu Stefan... dia sangat mencurigakan, hmm aku akan mencari tahu identitasnya nanti!" gumam Hani disaat berkendara.


Sementara di ruang pribadi milik Stefan Perusahaan miliknya, saat ini dia sedang membaca buku sembari dirinya mendengarkan ucapan Hani.