Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Enam Puluh Delapan


Hari ini pesta pernikahan telah resmi digelar, janji suci pernikahan telah mereka panjatkan, yang akhirnya telah mengikat Dilan dan Nathalie sebagai pasangan suami istri yang sah.


Dilan menggenggam erat tangan Nathalie untuk menyapa para tamu undangan. Pasangan pengantin baru tersebut terlihat sangat bahagia karena akhirnya mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri, walaupun Nathalie masih kesal kepada Dilan, tapi sebenarnya dilubuk hatinya yang paling dalam, dia sangat bahagia karena telah resmi menjadi seorang istri dari Dilan Niroga, seorang pria yang begitu dia cintai.


Lagu-lagu romantis terus mengalun dengan indah dari penyanyi terkenal yang mengiringi pesta tersebut. Dilan tak pernah melepaskan tangan istrinya sekalipun, apalagi istrinya terlihat begitu cantik dengan gaun berwarna putih yang menyapu lantai.


Pesta pernikahan tersebut digelar cukup lama, sampai malam, mungkin karena banyaknya tamu undangan yang hadir, tamu undangan dari luar negri maupun dalam negeri.


Karena itu, ketika pesta tersebut berakhir, Dilan sangat merasa lega, akhirnya dia bisa memiliki waktu untuk melepaskan keperjakaannya dengan seorang gadis yang tepat.


Dilan tidak tahu bagaimana rasanya seperti apa itu malam pertama, seperti apa rasanya ketika sang kunci bertemu dengan gemboknya. Tapi dia cukup tau dari google, membaca cerita dewasa ataupun menonton film dewasa, karena itu dia cukup menguasai dari segi materinya sekitar 80%, sementara prakteknya masih nol, padahal statusnya sudah duda.


Tapi Dilan sangat bersyukur tidak sempat menyentuh Selena, sehingga dia tak merasa rugi karena tak sempat menanam benihnya di rahim wanita licik tersebut.


Bahkan Selena tak tau malu, ketika Dilan menemui Selena, hanya ingin melihat secara langsung untuk terakhir kalinya seorang wanita yang telah tega mengkhianatinya dan bersekongkol dengan Justin dalam percobaan pembunuhan terhadap dirinya. Dengan mudahnya Selena meminta Dilan untuk kembali padanya dan memaafkannya. Tentu saja Dilan tak menanggapi permintaan Selena, dia malah memberitahu Selena bahwa sebentar lagi dia akan menikah dengan Nathalie, seorang gadis yang sangat dia cintai.


Malam ini Nathalie memperhatikan lingerie yang masih tergeletak di pinggiran kasur, padahal dia belum juga memakainya, tapi dia sudah panas dingin duluan, dan juga sangat merasa malu jika harus berpakaian seksi seperti itu.


"Apa aku harus memakainya?" Nathalie nampak kebingungan, apa gunanya memakai baju itu, toh akhirnya dia akan ditelan-jangi juga nantinya.


Nathalie melihat Dilan telah keluar dari kamar mandi, pria itu hanya memakai handuk yang melilit dibagian bawahnya saja, membuat Nathalie menelan saliva melihat bagaimana indah dan sixpacknya tubuh Dilan, betapa beruntungnya dia, karena dialah yang menang diantara banyak wanita yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pewaris dari Niroga Group tersebut. Dan juga dialah yang akan mendapatkan keperjakaannya Dilan.


Dilan tersenyum smrik, dia memandangi Nathalie yang wajahnya merah padam, gadis itu terlihat sangat grogi, Dilan mencoba untuk menggoda Nathalie. "Kenapa lingerie nya belum dipakai juga?"


Nathalie segera berdiri sambil membawa lingerie tersebut, tapi Dilan malah menghalangi jalannya. "Tidak perlu, bagi aku kamu memakai pakaian bagaimana pun tetap seksi dan sangat menarik buat aku."


Jantung Nathalie berdebar-debar ketika mendengar perkataan suaminya, dia melihat pandangan Dilan begitu liar, seperti hewan buas yang akan siap menerkamnya.


Nathalie merasakan hembusan nafas Dilan begitu Dekat, Dilan meraih dagu Nathalie, menghapus jarak antara mereka.


Dilan memberikan ciuman mesra yang lembut dan menggoda, semakin lama ciuman itu terasa kian menuntut.


Dilan memberikan ******* lembut dengan nafas yang makin tersengal-sengal. Tangannya mulai merambat, meraba-raba tubuh Nathalie, membuat Nathalie tampak menegang.


Dilan merebahkan tubuh Nathalie diatas kasur yang telah dihiasi banyak bunga, Dilan menciumi ceruk leher jenjang wanita itu, memberikan sensasi gairah yang tak tertahankan.


Dilan mulai membuka pakaian Nathalie bagian atas, kemudian dia membuka bra gadis itu, sehingga terlihat sangat jelas bagaimana indahnya dua bulatan kenyal ditubuhnya Nathalie.


Mulut Dilan mulai menghisap put-ing Nathalie seperti bayi yang sedang menyusu, membuat tubuh Nathalie menggeliat, dia mendekap kepala Dilan di dadanya.


"Ahhh..." Nathalie mulai mende-sah, semakin lama semakin tak terkendali, dia terombang ambing tak tentu arah, apalagi ketika merasakan lidah Dilan bergerilya di dadanya, pria itu menghisap kembali bagian puncaknya secara bergantian.


Tangan Dilan mulai bekerja, tangannya menyelinap masuk ke dalam rok yang dipakai oleh Nathalie, sehingga jemarinya berhasil menyentuh sesuatu yang lembab dan lembut di bawah sana.