Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Lima Puluh Dua


"Nathalie, jujur saja sebenarnya aku sangat menyukaimu. Apa kamu mau berkencan denganku? Aku janji akan merahasiakan hubungan kita pada siapapun." Justin terlihat begitu bersungguh-sungguh mengungkapkan perasaannya kepada Nathalie.


Justin tidak mempedulikan perasaan Selena, yang begitu cinta mati kepadanya, bahkan rela melakukan apa saja demi Justin, apalagi sekarang ini Selena tengah mengandung anaknya Justin.


Mungkin karena dia adalah pria yang sangat berambisi, membuatnya tak punya hati dan menghalalkan segala cara untuk meraih apapun yang dia inginkan, tujuan utamanya adalah ingin menguasai Niroga Group.


Nathalie melepaskan tangan Justin yang memegang tangannya, mana mungkin dia mau menerima cinta dari seseorang yang sama sekali tidak dia cintai, dia tidak memiliki perasaan apapun pada Justin. "Maafkan aku, aku rasa ini terlalu cepat, aku dan kamu baru saling mengenal."


Nathalie tidak mungkin bilang tidak bisa mencintai Justin, jika Justin menjauhinya, Nathalie tidak akan bisa menyelidiki tentang Justin lagi, karena dia masih mencurigai Justin memiliki hubungan dengan Selena.


Karena itu Nathalie masih berusaha untuk bersikap manis kepada Justin, siapa yang hatinya bisa tahan jika Nathalie bersikap begitu manis seperti itu, gadis itu selalu bersikap hangat kepada siapapun. Membuat Justin sering memikirkan Nathalie di setiap malamnya.


Justin ingin memiliki hubungan khusus dengan Nathalie kerena memang ingin memanfaatkan Nathalie, tapi disamping itu, dia juga ingin memilikinya, siapa tahu jika dia bisa memilikinya, melakukan apapun yang dia inginkan bersama Nathalie, berkencan selayaknya orang dewasa, dia bisa menghilangkan rasa penasarannya terhadap gadis itu.


Terkadang Justin ingin mentertawakan dirinya sendiri, apakah mungkin ini adalah kutukan untuknya, karena tertarik dengan anak dari orang yang telah dia kambing hitamkan.


Tapi dia akan menyambut kutukan itu dengan banyak hal yang indah bersama Nathalie, asalkan Nathalie tidak pernah tahu tentang apa yang telah dia lakukan kepada ayahnya.


Sebenarnya Justin merasa kecewa ketika mendengar jawaban dari Nathalie, tapi dia bukan pria yang akan menyerah begitu saja, dia akan berusaha untuk mendapatkan Nathalie dengan cara apapun.


"It's ok tidak apa-apa, aku paham. Kamu benar kita belum lama sedekat ini, kamu pasti butuh waktu." Justin pura-pura tersenyum, walaupun sebenarnya dia kecewa.


Nathalie merasa lega karena Justin mau menerima keputusannya.


Drrrrtt...


Drrrrt...


Drrrrtt...


Terdengar suara getaran ponsel diatas meja, terpampang begitu jelas ada nama SELENA terpampang di layar ponselnya Justin, walaupun Nathalie sangat penasaran, tapi dia bersikap pura-pura tidak melihat ponselnya Justin.


Sebelum mengecek ponselnya, Justin memandangi Nathalie dulu, dia sangat bernafas lega ketika melihat Nathalie yang sedang fokus pada makanannya. Justin segera mereject panggilan telepon dari Selena, karena dia tidak ingin Selena merusak moments kebersamaannya bersama Nathalie.


"Mengapa di reject? Angkat saja, gak apa-apa." Nathalie berkata untuk sekedar basa basi.


"Hanya telepon iseng, sama sekali gak penting." jawab Justin dengan santai. Dia memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.


Di Mansion Niroga, Selena sangat merasa kesal karena akhir-akhir ini Justin menjadi sering mengabaikannya, tepatnya setelah Nathalie menjadi CEO di Niroga.


Selena tertawa terbahak-bahak, ketika panggilan teleponnya di reject oleh Justin. "Berani sekali dia mereject telepon dari aku? Memangnya sedang bersama siapa dia sekarang? Apa mungkin dia sedang bersama gadis kampungan itu?"


Selena mengepalkan tangannya. Dia sangat tidak terima diperlakukan seperti itu oleh Justin.


Selena harus memberikan pelajaran kepada Nathalie, tapi dia tidak akan melibatkan Hendrik, Justin pasti akan curiga kepadanya. Lebih baik dia menyuruh beberapa preman yang pernah bekerjasama dengannya. Yang namanya orang licik seperti Selena pasti memiliki koneksi orang-orang jahat.


"Hallo, ada apa Selena?" tanya ketua preman ketika menjawab telepon dari Selena.


"Aku ingin kamu memberikan pelajaran kepada seseorang." Selena sudah muak terhadap Nathalie yang telah merebut posisi CEO darinya dan juga telah membuat Justin mengabaikannya.


"Oke Selena, kirim saja identitasnya."


"Iya, aku gak mau tau malam ini juga aku ingin kamu membunuh gadis itu." Setelah berkata begitu Selena menutup panggilan telepon.


Selena segera mengirim identitas Nathalie kepada ketua preman suruhannya.


Selena menghela nafas, dia menjadi teringat dengan Dilan, walaupun Dilan terkenal dengan sifat arogannya, tapi sikapnya sangat berbeda jika bersama Selena, Dilan selalu memperlakukannya dengan baik, perhatian, selalu membelikan apa saja yang Selena mau, dan juga begitu sangat mencintainya.


Demi Justin, Selena rela membohongi Dilan, bahkan mengikuti skenario yang telah Justin rencanakan untuk membunuh Dilan.


Jika dia sedang kecewa karena sikap Justin, Selena selalu teringat dengan Dilan. Dia adalah wanita yang bodoh karena telah menyia-nyiakan-nyiakan seorang suami sesempurna Dilan.


"Dilan sangat berbeda dengan Justin." gumam Selena.