
Di waktu yang sama, tapi di tempat nyang berbeda.
"Ada apa ini?" Nathalie tak mengerti mengapa ada sebuah mobil berhenti tepat di depan mobil yang sedang ditumpangi olehnya. Dia merasa tak enak hati, seakan ada bahaya yang akan mengancam dirinya.
Salah satu diantara kedua bodyguard itu menjawab pertanyaan dari Nathalie. "Nona tunggu saja di dalam, biar kami cek dulu."
Nathalie menganggukkan kepala, dia terlihat begitu gelisah, sebenarnya hatinya sedang tidak tenang, karena tak paham mengapa Dilan tiba-tiba pergi tanpa berpamitan padanya. Dia hanya takut Dilan tiba-tiba menghilang begitu saja pergi dari hidupnya. Karena itulah dia tidak ingin jatuh cinta pada seseorang hantu, dia tidak ingin ditinggalkan lagi. Ditinggalkan oleh orang yang dicintai itu rasanya sangat menyakitkan.
Dua orang bodyguard segera turun dari mobil, mereka dengan hati-hati mendekati sebuah mobil yang sengaja menghadang di depan.
Ternyata si pemilik mobil tersebut keluar dari mobilnya, dia menatap dua orang bodyguard tersebut dengan tatap begitu tajam. Ternyata dia adalah Hendrik, seperti biasa wajahnya selalu ditutupi oleh masker hitam.
"Kenapa kamu menghalangi jalan kami? Cepat minggir!" bentak seorang bodyguard yang memiliki postur tubuh lebih tinggi.
Hendrik adalah seorang pembunuh bayaran yang profesional, jam terbangnya sangat tinggi, mengahadapi dua orang baginya sangatlah mudah. Dia menyerang kedua bodyguard itu secara bersamaan.
Dan kedua bodyguard pun tak mau kalah, mereka harus menghadapi pembunuh berdarah dingin itu.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Terjadi sebuah perkelahian yang begitu hebat diantara satu pembunuh bayaran dan dua orang bodyguard.
Ternyata mudah bagi Hendrik untuk melumpuhkan keduanya. Kedua bodyguard itu telah terkapar di aspal dengan keadaan yang sudah tidak berdaya.
"Ah sial!" Nathalie terlihat sangat kesal karena ponselnya susah untuk dihidupkan lagi.
Nathalie menjadi tegang ketika melihat pria yang wajahnya ditutupi oleh masker hitam itu berjalan ke arah mobilnya, terlihat dia sedang memegang pipa besi, berniat untuk menghancurkan mobilnya Nathalie.
Suasana di jalanan yang sana begitu sepi, sehingga Hendrik sangat leluasa untuk melancarkan aksinya.
Hendrik tertawa dengan suaranya yang serak, "Hahaha... ternyata kau sudah dewasa sekarang." Hendrik langsung mengenal sosok Nathalie, ketika Justin mengirim foto Nathalie padanya, apalagi Justin menyebutkan nama lengkapnya.
Nathalie tak paham mengapa pria bermasker itu mengenalnya?
Nathalie terlihat ketakutan sekali, sampai keringat dingin bercucuran membasahi tubuhnya, tubuhnya gemetaran. Dia hanya bisa berteriak di dalam hati meminta pertolongan pada Dilan.
Dilan, kamu dimana? Tolong aku!
Hendrik mengayunkan tangannya yang memegang pipa besi tersebut, untuk menghancurkan mobilnya Nathalie di bagian belakang, karena tahu Nathalie sedang berada di sana.
Tapi Hendrik merasakan keanehan, tiba-tiba saja dia merasakan ada seseorang yang sedang menahan tangannya.
Nathalie nampak menganga, dia terperangah ketika melihat diluar sana, ada Dilan yang sedang menahan tangan Hendrik, padahal selama ini Dilan hanya bisa menyentuh dirinya saja.
Begitu juga Dilan, dia baru menyadari bahwa dia bisa menahan tangan pria yang wajahnya ditutupi oleh masker itu. Padahal sebelumnya dia tak bisa menyentuh siapapun selain Nathalie.
Apakah karena kemarahannya yang begitu besar ketika melihat Nathalie akan oleh Hendrik, sehingga kemarahan itu memberikannya kekuatan bisa menyentuh seseorang? Tapi apakah kekuatan ini akan berlangsung lama selama dia menjadi hantu atau hanya bersifat sementara? Yang pasti Dilan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menolong Nathalie.