Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Tiga Puluh Dua


Selena terpaksa harus turun dari atas panggung dengan penuh banyak tanda tanya, dia baru ingat bahwa CEO baru itu adalah mantan cleaning servis di kantor pusat Niroga Group.


Sampai dia menumpahkan emosinya di dalam kamar mandi, dia benar-benar merasa sangat dipermalukan, padahal dia sudah mempersiapkan pidato untuk malam ini, membayangkan banyak orang menatap dengan penuh rasa takut kepadanya, ternyata semuanya hanyalah angan belaka.


Seketika apa yang dinanti selama ini telah hancur lebur, membuat Selena terlihat sangat emosi.


"Brengs3k!"


"Brengs3k!"


"Brengs3k!"


"Kenapa mantan cleaning servis itu yang menjadi CEO di Niroga?"


Selena benar-benar tak habis pikir padahal Justin bilang bahwa Dilan sedang mengurus surat-surat penting yang menyatakan bahwa Dilan akan menjadikan Selena sebagai ahli warisnya dan juga menjadi CEO di Niroga, tapi kenapa malah Nathalie yang menjadi CEO di sana?


Sementara itu, di atas panggung Nathalie sedang memperkenalkan dirinya sebagai CEO baru, dia disambut hangat oleh banyak orang di sana.


(Perlu diketahui mungkin di dunia novel ataupun film kebanyakan CEO itu dijabat oleh pemilik perusahaan itu sendiri ataupun keluarganya. Tapi setahu saya bahwa CEO itu tidak selalu harus ahli waris, tidak selalu harus pemilik perusahaan, tidak selalu ada hubungan darah dengan pemilik perusahaan, tidak harus ada hubungan khusus dengan pemilik perusahaan, dan tidak selalu harus dari pemegang saham. Pemilik perusahaan (Owner) dan pemegang saham bisa menjadi CEO, tapi CEO bisa dijabat oleh siapapun jika memenuhi kriteria dan persyaratan tertentu, dipilih atas kesepakatan dewan direksi dan pemegang saham. Lebih jelasnya bisa dibaca juga di google hehe...


Intinya dengan Nathalie menjadi CEO, tidak akan membuat banyak orang mencurigai akan ada hubungan khusus antara Dilan dan Nathalie, karena sejatinya siapapun bisa menjadi CEO jika memiliki persyaratan yang layak untuk menjadi seorang pemimpin dan berdasarkan persetujuan dewan direksi dan juga persetujuan dari para pemegang saham.


Beda lagi kalau ahli waris perusahaan, barulah orang yang menerima warisan itu adalah keluarganya pemilik perusahaan tersebut.)


...****************...


Justin berusaha untuk tidak terlihat emosi, dia meminta Pengacara Kenzi untuk berbicara empat mata dengannya di sebuah ruangan khusus di gedung tersebut.


Justin harus berbicara dengan begitu tenang, seolah-olah dia tidak tertarik dengan jabatan CEO itu, "Pengacara Kenzi, sebenarnya saya sangat tidak paham, mengapa gadis itu harus menjadi CEO di Niroga? Saya disini hanya ingin bersikap profesional, saya sangat patuh kepada tuan saya, walaupun dia sudah meninggal, tapi saya harus mematuhi apa yang telah Tuan Dilan perintahkan kepada saya, salah satunya Tuan Dilan pernah bilang kepada saya bahwa Tuan Dilan akan mewariskan seluruh hartanya dan juga memberikan jabatan CEO untuk Nona Selena."


Pengacara Kenzi dengan tenang memperlihatkan surat kuasa yang telah dia buat tanpa ada tanda tangan dari Dilan. "Nyatanya Tuan Dilan tidak menandatanganinya, dia lebih mempercayakan jabatan itu kepada Nathalie, atas persetujuan dari para pemegang saham di Niroga Group."


Pengacara Kenzi memberikan sebuah surat yang tulisannya mirip sekali bahkan sama persis dengan tulisan Dilan.


Justin segera membacanya.


...Teruntuk Pengacara Kenzi...


...Saya Dilan Niroga, dengan ini saya menyatakan bahwa saya telah mencabut niat dan keinginan saya untuk memberikan seluruh harta saya kepada Selena, dengan alasan yang tak bisa saya ungkapkan....


...Jika seandainya saya mati ataupun saya dalam keadaan koma, saya ingin Nathalie Anastasya yang menggantikan posisi saya sebagai CEO sementara, karena hanya Nathalie yang saat ini saya percaya dan bisa membantu urusan saya yang belum terselesaikan, saya harap anda memenuhi permintaan saya ini....


Justin ingin rasanya memporak-porandakan pesta malam ini setelah membaca surat itu, dia merasa dibohongi oleh Dilan. Rencana yang telah dia susun rapi bersama Selena sangat gagal total. Dia sama sekali tidak paham mengapa Dilan bisa mempercayakan Nathalie menjadi CEO? Padahal dia yakin tidak mungkin seorang Dilan dekat dengan gadis dari kalangan biasa seperti Nathalie


"Apa anda tahu siapa itu Nathalie Anastasya? Dia adalah mantan cleaning servis disini, apa kata orang nanti jika Niroga Group dipimpin oleh mantan cleaning servis dan memiliki pendidikan rendah? Saya hanya takut perusahaan akan hancur jika dipimpin oleh orang yang salah dan tidak layak menjadi seorang pemimpin." Justin berusaha berkata begitu dengan tidak emosi, dia bersikap seolah-olah sangat mengkhawatirkan masa depan perusahaan.


Pengacara Kenzi menjawabnya dengan tenang. "Pendidikannya memang tidak tinggi, tapi cara berpikirnya berkelas, karena itu dia selalu mendapatkan nilai yang bagus ketika dia masih sekolah ataupun kuliah walaupun tidak tamat. Yang paling penting disini adalah kinerja, kita tidak bisa mengomentarinya jika belum melihat bagaimana kinerjanya sebagai CEO disini."


Pembicaraan mereka terhenti ketika terdengar seseorang membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan tersebut, ternyata dia adalah Selena.


"Pengacara Kenzi, saya akan berusaha untuk berlapang dada menerima keputusan ini. Mungkin karena saya belum layak menjadi CEO. Tapi bagaimana dengan harta peninggalan suami saya?" Seorang istri memang berhak mendapatkan warisan dari suaminya yang telah meninggal.


Walaupun tidak menjadi CEO, setidaknya Selena rasa dia tetap akan mendapatkan semua kekayaan yang Dilan memiliki, karena dia adalah istrinya seorang Dilan Niroga.


Tapi tetap saja bagi Justin, dia ingin mendapatkan semuanya, harta dan jabatan, harus dia dapatkan, walaupun harus mengorbankan orang lain.