
Masih flashback sebelum ponselnya Nathalie ada di tangan Justin...
Justin sangat marah kepada Nathalie karena merasa dipermainkan olehnya, selain itu Justin juga tahu bahwa Nathalie adalah kelemahan Dilan.
"Awalnya aku dekat denganmu karena aku pikir kamu adalah seorang asisten yang baik, aku merasa tidak ada salahnya berteman denganmu. Tapi ternyata aku sadar, kamu memang manusia yang mengerikan, Justin." Nathalie masih berusaha untuk bersikap tenang, walaupun dia sangat takut saat ini, sampai dia menelan saliva berkali-kali dan keringat dingin membasahi tubuhnya.
"Hahaha..." Justin malah tertawa, "Kau benar, aku adalah manusia yang mengerikan. Bahkan aku telah berhasil membuat orang yang sama sekali tidak bersalah akan dihukum mati sebentar lagi, karena itu jangan macam-macam kepadaku, aku bisa jauh mengerikan lebih dari yang kamu bayangkan."
Nathalie membulatkan mata ketika mencerna ucapan Justin, "Bajingan kamu, apa kamu yang telah membuat ayah dipenjara selama ini?"
Justin terkekeh, "Ya, begitulah, sepuluh tahun yang lalu pria tua itu menangis-nangis memohon kepadaku agar tidak menyakiti kamu."
Nathalie terpaku, dia menitikkan air matanya, selama 10 tahun ini dia telah membenci ayahnya karena pergi begitu saja meninggalkannya, hatinya sungguh sangat sakit, ternyata ayahnya rela mengakui kesalahan yang tidak dia perbuat demi melindunginya, ayahnya rela melakukan apa saja demi melindungi Nathalie, karena Nathalie dijadikan tameng oleh Justin agar bisa mengancam Pak Arga untuk selalu mengikuti keinginannya.
"Kamu benar-benar iblis, Justin. Padahal saat itu usiamu masih muda, tapi sudah memiliki kepribadian semengerikan itu."
Justin tertawa kembali, "Kamu salah, Nathalie. Dari usiaku masih kecil, ayahku selalu mengajarkan aku bagaimana caranya untuk menjatuhkan lawan, aku tidak boleh lemah, harus menjadi laki-laki yang kuat, harus memiliki ambisi untuk memiliki apa yang aku inginkan, dan aku harus memberikan pelajaran kepada orang-orang yang telah berbuat jahat kepadaku."
Sehingga Justin pernah mendorong salah satu orang yang membullyinya dari rooftop. Beruntung saat itu tidak ada saksi yang melihat, sehingga orang-orang mengira bahwa anak tersebut terjatuh dari rooftop sekolah.
Bukan hanya itu, dia jugalah yang telah membuat kedua orangtuanya mati kecelakaan, padahal saat itu usianya masih 10 tahun, karena dia teringat kata ayahnya bahwa dia harus memberikan pelajaran kepada orang-orang yang telah berbuat jahat kepadanya. Baginya ayahnya adalah orang yang paling jahat karena telah tega menyiksanya setiap kali dia melakukan kesalahan, sementara ibunya hanya diam saja membiarkan dia disiksa oleh suaminya, karena sangat takut dengan sang suami.
Saat Justin berusia 10 tahun, dialah yang menyimpan botol plastik di bawah kursi pengemudi, ketika mobil itu melaju, botol tersebut bisa berguling dan terjebak di bawah rem. Tak peduli seberapa kuat ayahnya Justin menginjak rem tak akan membuatnya bekerja. Sehingga terjadilah kecelakaan yang menewaskan kedua orangtuanya Justin.
Dari kecil Justin memang pintar, sehingga dia bisa memiliki ide yang cerdik, menggunakan akalnya untuk bisa mempraktekkan teori tersebut. Dia sama sekali tidak merasa bersalah terhadap kejahatan yang telah dia perbuat.
Kemudian Justin menatap tajam ke arah Nathalie, dia masih menodongkan pistol ke arah kepala Nathalie. "Katakan padaku, bagian tubuh mana yang ingin aku tembak?"
Tangan Justin bergerak untuk menekan pelatuk senjata api yang ada ditangannya.
...****************...
Kemarin ada yang ultah, selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan semoga apa yang kamu impikan bisa tercapai dan sukses.🙏 #Q.M.19