
Dilan berjalan dibelakang Nathalie, dia mengikuti kemanapun Nathalie pergi. Pria itu akan terus mengganggunya jika Nathalie tidak memenuhi permintaannya.
Selain menjadi hantu yang menyebalkan, Dilan juga adalah sosok hantu yang sangat pemaksa.
Nathalie hanya bisa menghela nafas, dia sangat menyesal mengapa dulu dia harus bersumpah mengatakan bahwa suatu saat nanti Dilan akan mengejarnya dan membutuhkan bantuannya. Ternyata sumpahnya itu terkabulkan, buktinya hanya dia yang bisa menolong Dilan.
Tiba-tiba hujan turun begitu deras, Nathalie berlari ke sebuah halte bus, berteduh di sana, Dilan pun sama, dia duduk disamping Nathalie. Hanya ada mereka berdua di halte tersebut, sehingga Nathalie bebas berbicara dengan Dilan.
Nathalie melihat sebuah billboard diseberang jalan, di billboard itu terpampang foto seorang aktor terkenal, siapa lagi kalau bukan cinta pertamanya Nathalie, yaitu Nino.
"Apakah dia orang yang kamu suka?" tanya Dilan, dia memandangi Nathalie yang sedang memperhatikan foto Nino.
"Dulu aku sangat dekat dengan dia, dari dulu dia memang sangat menyukai dunia akting, akhirnya cita-citanya telah tercapai." jawab Nathalie dengan pelan.
"Apakah dia mantan pacar kamu?" Dilan menjadi penasaran dengan hubungan Nathalie dan Nino.
"Entahlah, dulu kami masih remaja, kami memang dulu pernah bilang saling suka dan selalu saling menyemangati." Saat itu Nathalie dan Nino masih sama-sama berusia 15 tahun.
"Itu artinya kalian pernah pacaran kalau bilang sama-sama suka. Lalu mengapa kalian putus?" Dilan terlihat seperti seorang wartawan yang terus saja memberikan pertanyaan kepada Nathalie.
"Dulu kami tingal di panti asuhan. Nino diadopsi, setelah itu kita tidak pernah berhubungan lagi, bahkan dia tak mengenaliku lagi."
Dilan berpikir sejenak, "Nino adalah seorang aktor dibawah naungan Niroga Entertainment. Jika kamu menjadi CEO di Niroga Group, dia pasti akan berbalik mengejar kamu."
Niroga Entertainment adalah salah satu anak perusahaan bagian dari Niroga Group.
Dilan tak setuju dengan ucapan Nathalie. "Hanya orang bodoh yang mengatakan kamu jelek, aku saja waktu itu sampai tak percaya melihat ada cleaning servis secantik dirimu, makanya aku tak memperpanjang masalah ketika kamu melempar sepatu kepadaku."
Nathalie tertawa. "Astaga, bagaimana bisa aku digombalin oleh hantu."
Dilan sangat kesal mendengarnya. "Aku serius, mataku masih normal, aku sangat tahu mana yang cantik dan mana yang jelek. Hanya saja aku adalah seseorang yang profesional, aku tidak memandang karyawan dari good looking, melainkan dari kinerjanya."
Nathalie menggigit bibir bawahnya, dia merasa kesal pada Dilan jika ingat waktu itu, ketika Dilan memecatnya hanya karena setitik debu.
"Dan kamu adalah seorang bos yang sombong dan arogan, jujur saja sampai sekarang aku masih membencimu."
Dilan malah tertawa, dia menggoda Nathalie. "Jangan terlalu membenci seseorang, yang ada kamu akan jatuh cinta pada orang itu."
Nathalie ikut tertawa. "Hahaha... bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada seorang hantu."
"Tapi aku sangat berbeda, aku bukan hantu seperti di film-film horor, aku adalah si hantu tampan, yang bisa saja membuat jantungmu berdebar-debar."
Hujan sudah mulai reda, Nathalie memilih untuk meninggalkan Dilan. Tapi Dilan menarik tangan Nathalie, sehingga tubuh Nathalie hampir terjatuh, menubruk dada bidang Dilan.
Nathalie sangat gugup ketika badan mereka sangat dekat sekali, sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagaimana tampannya paras Dilan.
"Kau yakin jatungmu baik-baik saja?" tanya Dilan sambil tersenyum menawan.
Astaga, mengapa ada hantu setampan ini?_ kata hati Nathalie, dia menelan saliva seakan terhipnotis dengan ketampanan Dilan.