Hantu Tampan Sang Pewaris

Hantu Tampan Sang Pewaris
Empat Puluh Lima


Nathalie telah tiba di rumah sakit, dia memarkir mobilnya di basemen, kedatangannya disambut oleh Pengacara Kenzi yang sedari tadi menunggunya di basemen sana.


Pengacara Kenzi mempersilahkan Nathalie untuk masuk ke dalam lift, mereka pergi menuju ke lantai 5, di sana terdapat sebuah ruangan rahasia yang ada di rumah sakit elit itu.


Nathalie nampak terperangah melihat ruangan rahasia di sana, sebuah lemari yang ada di ruangan Direktur Rumah Sakit tiba-tiba terbuka ketika Pengacara Kenzi menunjukkan sidik jarinya ke sebuah layar kecil di sana.


Ternyata lemari tersebut bisa terbuka, memperlihatkan ruangan rahasia yang ada di sana, pintu hanya akan terbuka jika menggunakan sidik jari Pengacara Kenzi ataupun Dokter Roberto, sebagai Direktur rumah sakit.


Mereka pun masuk ke dalam ruangan rahasia itu.


Pengacara Kenzi menunjuk sebuah pintu di sana, "Di dalam sana ada Tuan Dilan."


Deg!


Jantung Nathalie berdebar begitu hebat ketika mendengar nama itu, apakah mungkin sebenarnya Dilan masih hidup? Pria yang dia cintai kini telah berwujud menjadi manusia lagi?


"Tuan Dilan sebenarnya masih hidup."


Perkataan Pengacara Kenzi rasanya seperti mimpi bagi Nathalie, akhirnya Dilan telah hidup kembali, rasanya Nathalie ingin sekali menangis, menangis penuh rasa haru dan bahagia, karena dia sangat merindukanmu pria itu.


"Saya ingin Anda merahasiakannya, tidak boleh ada yang tahu bahwa Tuan Dilan masih hidup. Biar ini menjadi rahasia saya, Anda dan Dokter Roberto." Pengacara Kenzi memperingatkan Nathalie untuk menyimpan rahasia mengenai kenyataan tentang Dilan yang sebenarnya masih hidup.


Nathalie tidak menjelaskan kepada Pengacara Kenzi bahwa Nathalie ingin membantu Dilan dalam hal apa, tapi melihat dari sikap dan kepribadian Nathalie, Pengacara Kenzi yakin Nathalie adalah orang yang sangat tulus.


Ketika Pengacara Kenzi menawarkan banyak kemewahan untuknya, ingin memfasilitasi Nathalie sebagai CEO di Niroga, akan tetapi Nathalie menolak tawaran itu, dia sama sekali tidak berminat untuk menerima semua kemewahan itu, dia hanya ingin tetap tinggal di apartemen yang memiliki banyak kenangan bersama Dilan.


"Tuan Dilan ingin bertemu dengan Anda."


Dilan ingin bertemu dengannya? Apakah mungkin Dilan mengingat semua kenangan yang mereka lalui selama Dilan menjadi hantu?


Nathalie segera masuk ke dalam ruangan tempat Dilan di rawat, dia mengerutkan keningnya ketika melihat tidak ada Dilan di atas brankar sana.


Kemana kah Dilan pergi?


Mata Nathalie beredar memperhatikan ke setiap sudut ruangan yang ada di ruangan tersebut, ketika dia membalikkan badan, dia melihat sosok pria yang sangat dia rindukan sedang duduk di kursi sofa, menatap ke arah Nathalie dengan tatapan dinginnya.


Dilan duduk sambil menumpang kan kaki dan menyilang kan tangan di dada, dia lama sekali memperhatikan seorang gadis yang sedang berdiri tak jauh di hadapannya.


Begitu juga Nathalie, dia terdiam memandangi Dilan, melihat dari ekspresi wajahnya dan bagaimana cara dia duduk, sepertinya Dilan telah kembali menjadi seorang pria yang arogan.


Apakah itu artinya Dilan telah melupakan semua kenangan yang dia lalui bersama Nathalie? Walaupun Nathalie berharap Dilan masih mengingatnya.