
Dilan merasakan perasaan aneh kepada dirinya sendiri. Entah mengapa Dilan merasa tidak suka ketika melihat Nino dan Nathalie saling bersalaman, bahkan Nino bersikap sok akrab pada Nathalie. Sepertinya pria itu berusaha untuk bisa kembali pada Nathalie.
Nathalie sebenarnya belum memahami perasaannya pada Nino itu seperti apa sekarang ini, hanya saja dari dulu dia selalu berharap Nino datang padanya untuk menempati janjinya, hatinya sangat terluka ketika Nino berpura-pura tidak mengenalinya.
Mengapa setelah Nathalie menjadi CEO, Nino baru menyapa Nathalie dan bilang bahwa sebenarnya dia masih ingat pada cinta masa remajanya itu.
Kebetulan sekarang ini hanyalah Nathalie dan Nino yang berada di gedung tersebut, padahal walaupun sebenarnya ada Dilan yang sedang berdiri disamping Nathalie.
Nathalie tersenyum sinis, "Ternyata kau masih ingat padaku?"
Nino segera menjawab pertanyaan dari Nathalie. "Tentu saja, bagaimana mungkin aku lupa dengan wajah seorang gadis yang pernah aku cintai. Jujur saja selama ini aku gak pernah melupakan kamu, tapi..."
Nathalie memotong perkataan Nino. Dia juga tidak enak jika harus membahas masalah perasaan disini, seorang CEO harus bisa bersikap profesional. "Tidak seharusnya kita membahas masa lalu kita disini, apalagi semua itu hanyalah masa lalu."
Nino menganggukkan kepalanya, dia merasa wajar saja jika seandainya Nathalie membencinya, tapi mulai sekarang dia akan mulai berjuang untuk bisa kembali pada Nathalie. "Iya, aku paham. Tapi bukankah setiap manusia berhak memiliki kesempatan yang kedua? Aku akan berusaha untuk memperbaiki kesalahan aku, dan kita akan kembali bersama seperti dulu lagi, Nathalie."
"Gak, Nino..."
Setelah berkata begitu, Nino pun pergi ke meninggal pesta yang telah berakhir itu, sejujurnya dia memang masih memikirkan Nathalie dari dulu, tapi mungkin karena dia telah menjadi seorang aktor terkenal sampai dia melupakan semua janjinya pada Nathalie yang bilang akan saling setia dan melupakan janjinya pada Nathalie yang mengatakan bahwa Nino akan datang menemui Nathalie untuk melamarnya. Nino terlena dengan apa yang dia raih, sampai merasa bisa mendapatkan banyak wanita yang lebih segalanya dari Nathalie, jadi untuk apa menepati janjinya pada Nathalie?
Tapi ternyata setelah bertemu Nathalie lagi, Nino awalnya merasa kaget, tapi dia pura-pura tidak mengenali Nathalie, walaupun dia masih memiliki perasaan pada Nathalie, tapi dia merasa Nathalie tidak cocok dengannya. Dan sekarang setelah Nathalie menjadi CEO di Niroga, membuat Nino menyesal karena telah menyia-nyiakan berlian seperti Nathalie.
Setelah Nino pergi, Nathalie menyadari bahwa Dilan tidak ada disana, entah sejak kapan Dilan meninggalkan pesta tersebut, padahal Nathalie pikir Dilan masih berada disampingnya.
Saat ini Dilan sedang berjalan seorang diri di tepi jalan, jujur saja dia sangat merasakan tidak suka melihat Nathalie dan Nino berbicara mengenai masa lalu dan perasaan mereka. Apalagi dia tahu Nathalie masih memiliki perasaan pada cinta pertamanya itu.
Dilan menghela nafas, rasanya sungguh tidak percaya mengapa dia bisa jatuh cinta lagi, padahal sekarang ini dia telah menjadi seorang hantu.
"Mengapa aku merasa sakit setiap melihat bagaimana cara Nathalie menatapnya?" Dilan benar-benar merasa cemburu.
Tapi dia tak bisa melarang Nathalie untuk dekat dengan siapapun, atau mengatur kehidupan Nathalie, dan dia juga tak bisa mengungkapkan perasaannya pada Nathalie, dia sadar diri dia hanyalah seorang hantu, yang suatu saat nanti akan pergi menghilang meninggalkan dunia ini.