
"Kau yakin jantungmu baik-baik saja?" tanya Dilan sambil tersenyum menggoda, entah mengapa dia merasa senang setiap kali menggoda Nathalie, gadis cantik itu terlihat sangat menggemaskan.
Nathalie berjalan mundur sedikit menjauhkan jaraknya dari Dilan, "Ten-tentu saja jantungku aman, bagaimana mungkin jantungku berdebar-debar terhadap seorang hantu."
Walaupun sebenarnya perkataan Nathalie tak sesuai dengan apa yang dia rasakan, dia merasa dirinya benar-benar gila jika seandainya jantungnya berdebar-debar ketika jarak tubuh mereka sangat dekat sekali.
Dilan terkekeh, dia sangat senang melihat wajah Nathalie memerah seperti itu. Kehadiran Nathalie membuat Dilan merasa tidak kesepian lagi, setidaknya dia merasa menjadi manusia ketika bersama Nathalie.
Setelah tiba di apartemen, Nathalie merasakan sangat lapar sehingga dia mengambil mie rebus yang telah tersedia di dapur sana, lalu memasaknya. Setelah mie rebusnya matang, Nathalie memakannya dengan begitu lahap, hari ini begitu melelahkan untuknya karena sudah tiga kali dia tidak diterima di tempat dia melamar pekerjaan. itu semua gara-gara Dilan.
Sementara Dilan, dia hanya bisa duduk disamping Nathalie memperhatikan Nathalie yang sedang makan sangat lahap sekali seperti orang kelaparan.
Dilan hanya bisa menghela nafas, Nathalie adalah seorang gadis yang sangat polos, tidak ada elegan-elegannya, tapi dia harap Nathalie bisa berhasil menjadi CEO di Niroga.
"Padahal di kulkas banyak sekali makanan yang lebih sehat dari pada mie instan. Ada daging, sayuran, ikan, pokoknya banyak sekali makanan di sana. Kenapa malah makan mie instan?" Dilan mengomel seperti seorang ayah kepada anaknya.
"Tapi mie instan adalah jenis makanan yang paling cepat matang." Nathalie menanggapi perkataan Dilan.
"Tetap saja terlalu banyak makan mie instant kurang baik untuk kesehatan." Dilan tak mau kalah.
Perdebatan mereka terus saja berlanjut cukup lama, tidak ada yang mau mengalah diantara keduanya.
Setelah Nathalie makan, Dilan menyuruh Nathalie untuk menyiapkan ballpoint, satu lembar kertas dan satu lembar materai.
Saat itu mereka sedang duduk kursi sofa, Nathalie merasa deg-degan ketika Dilan memegang tangannya, apalagi posisi badan mereka seakan Dilan sedang memeluknya dari belakang, karena Dilan ingin meminjam tangan kanan Nathalie untuk menulis sesuatu, harus sama persis dengan tulisan tangannya sendiri.
Nathalie berusaha untuk bersikap rileks, jangan sampai Dilan tahu bahwa dia sangat gugup sekali, dia berusaha untuk berkonsentrasi, sementara Dilan begitu tenang menulis setiap kata demi kata yang akan ditunjukkan Nathalie kepada Pengacara Kenzi.
Nathalie juga membaca setiap untaian kata yang Dilan tulis melalui tangannya. "Kamu yakin akan menulis seperti ini? Apa pengacaramu akan mempercayaiku?"
"Kita berusaha aja dulu." jawab Dilan dengan nada serius.
Dilan sangat tidak rela jika seluruh hartanya jatuh ke tangan Selena, wanita yang telah tega berselingkuh dibelakangnya dan tega merencanakan pembunuhan atas dirinya.
"Kamu siapa? Ada urusan apa kamu datang kemari?" tanya Pengacara Kenzi kepada Nathalie.
"Saya dulu adalah mantan cleaning servis di Niroga. Saya hanya ingin memberikan surat yang dititipkan oleh Dilan kepada saya." Dengan tangan gemeteran Nathalie memberikan surat yang ditulis oleh Dilan melalui tangannya.
"Kenapa Tuan Dilan bisa menitipkan surat kepada kamu?" tanya Pengacara Kenzi sambil membawa surat tersebut dari tangan Nathalie.
Tidak mungkin Nathalie bilang bahwa ini semua karena hanya Nathalie satu-satunya orang yang bisa melihat hantunya Dilan, Pengacara Kenzi pasti akan mengira dirinya gila.
"Katakan padanya bahwa kami sebenarnya sangat dekat, hanya saja kita sangat profesional dalam bekerja. Bahkan kamu tahu semua rahasia tentangku dan tentang Niroga Group." suruh Dilan kepada Nathalie.
Nathalie menuruti perintah dari Dilan. "Sebenarnya kami adalah teman dekat, walaupun Dilan selalu bersikap profesional di kantor, bahkan memecat saya waktu itu. Tapi dibelakang kantor, kami adalah seorang teman. Bahkan aku tahu semua rahasia tentang Dilan dan juga tentang Niroga Group."
Setelah mendengarkan perkataan Nathalie, Pengacara Kenzi segera membaca isi surat yang diberikan oleh Nathalie kepadanya.
Nathalie dan Dilan terlihat harap-harap cemas, mereka harap Pengacara Kenzi mempercayai Nathalie, dan berada dipihak mereka.
...****************...
Sementara itu diwaktu yang sama dan tempat yang berbeda, karena Selena tahu bahwa besok akan digelarkan sebuah pesta yang megah dan besar untuk menyambut CEO baru, makanya Selena hari ini mengundang para wartawan untuk meliput dirinya yang tengah bersedih memeluk batu nisan Dilan di kuburan.
"Kami dengar besok akan digelar penyambutan CEO baru pengganti Dilan Niroga? Dan dari desas-desus yang kamu dengar bahwa anda lah yang akan menggantikan posisi tersebut. Bagaimana perasaan anda?" tanya seorang wartawan kepada Selena yang tengah memeluk nisan.
Selena menghapus air matanya, dengan nada sedih dia pun menjawab pertanyaan dari wartawan tersebut. "Sebenarnya saya sangat merasa tidak pantas menerima jabatan itu, saya sama sekali tidak pernah mengharapkan apapun dari suami saya, bagi saya suami saya sangat mencintai saya, itu adalah hal yang sangat luar bisa. Tapi demi suami saya, saya harus menerima jabatan itu. Dan saya mencintai suami saya bukan karena harta, meski dia terlahir sebagai pria miskin pun saya akan tetap mencintainya."
Perkataan Selena tersebut telah menuai banyak pujian dari banyak orang yang ada di sosial media. Sehingga banyak yang berkomentar bahwa Dilan sangat beruntung dicintai begitu tulus oleh Selena.
...****************...
...Selamat Hari Raya Idul Adha 🙏🙏...