Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)

Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)
"Perpisahan sekolah."


Hari-hari telah berlalu dengan begitu cepat, dan sekarang adalah hari perpisahan untuk sekolah menengah atas. Rasanya, baru kemarin Lia masuk sekolah dan menikmati indahnya masa putih abu-abu, dan tak terasa kini semuanya akan berakhir. Seulas senyuman terkembang di bibir, ada rasa haru dan bangga menyatu menjadi satu. Meskipun rasanya tampak kurang, karena tanpa hadirnya kedua orang tua membuatnya sedikit melankonis. Tahun-tahun yang lalu ia melewati hari dengan begitu mudah, tapi sekarang rasanya masih saja sulit.


"The little girl who used to be so innocent, has now grown into a mature girl who is so beautiful.[Gadis kecil yang dulu begitu polos, kini telah tumbuh menjadi gadis dewasa yang begitu cantik.]"pujian itu terdengar setelah Bayu membuka pintu kamarnya, Lia menoleh dan mendapati sang kakak sedang berdiri dengan gagah sembari memperhatikannya didekat kusen pintu, dengan ekspresi haru bercampur bahagia terpatri di wajahnya.


Bayu terlihat tampan dengan mengenakan kemeja hem pria kombinasi batik khas Pekalongan, dengan warna hitam bercampur kuning ke-emasaan. Dan celana jeans hitam, sepatu oxford black pantofel, serta jam tangan berwarna cokelat hitam yang tersemat di lengannya, menambah kesan cool dan kesual.


Lia tersenyum malu-malu menanggapinya."Terimakasih, kak."sahut Lia, kemudian ia mematut sekali lagi dicermin. Kini tubuhnya terbalut dengan sangat pas, menggunakan kebaya peplum asimetris. Model kebaya ini memiliki aksen ruffle diagonal di bagian depan. Model ini sekaligus dapat menutupi bentuk perut yang besar, cocok untuk ukuran tubuh yang gempal.


Tampilan kebaya terlihat semakin elegan karena tambahan payet di beberapa bagian. Disertai dengan bawahan kain jarik batik berwarna senada. Dan tentu saja tampilan Lia kini terlihat sangat memukau, karena di hari ini adalah momen perpisahan sekolah yang berharga.


Sementara tatanan rambutnya digelungkan keatas dengan ditambahkan aksesoris yang elegan. Serta sapuan make up natural membingkai wajahnya yang terlihat anggun dan cantik, dan kaki jengjang yang dibungkus dengan strappy heels black untuk menunjang penampilannya yang semakin sempurna.


"Kau terlihat sangat tampan hari ini,"Lia balas memuji sembari mengamati penampilan sang kakak dari atas sampai bawah.


Bayu bergerak menghampiri Lia dengan tatapan berubah mendung serta senyuman sendu.


"Aku tak percaya sekarang aku menjadi orang tua wali untukmu,"desisnya dengan kedua tangan memegang kedua bahu Lia, lalu tertawa kecik.


Mendengar hal itu, tentu saja membuat hati Lia merasa teriris. Namun, ia berusaha untuk tidak menangis dan berusaha untuk tetap tegar. Bayu tersenyum haru lalu secara pelahana air mata itu pun menetes membasahi pipinya.


"Baru saja lulus SMA tapi hatiku rasanya berdenyut nyeri, mungkin esok kau akan wisuda lalu menikah. Aku sungguh tak bisa membayangkan jika harus berpisah jauh darimu, pasti rasanya akan sulit."selorohnya melow, lalu dengan bergerak cepat Lia langsung menghapus air mata sang kakak, sebelum akhirnya ia berhambur memeluk erat sang kakak yang ada di hadapannya itu.


"Percayalah, aku takan menjauh darimu. Kita takan pernah berpisah. Dan Kita akan selalu bersama-sama. Meskipun kelak aku akan menikah, akan ku pastikan kau juga menikah. Kita akan menggelar pesta secara bersamaan, dan memiliki tempat tinggal bersebelahan."ikrar Lia menghibur sang kakak, sembari menatap mata Bayu dengan binar mata cemerlang setelah pelukan itu terlepas. Sementara Bayu menganggukkan kepalanya pelan, dengan seulas senyum kecil.


"Aku harap begitu,"lirihnya.


"Seharusnya kau tak boleh cengeng, sudah setampan ini kenapa harus cengeng?"ledek Lia geleng-geleng kepala.


"Kau tahu, aku tak pernah secengeng ini sebelumnya. Tapi, semenjak kepergian ayah dan ibu semuanya berubah. Semuanya tak lagi sama. Hanya kau satu-satunya yang ku miliki. Aku takut calon suamimu kelak takan mengerti bagaimana posisiku jika harus berpisah denganmu, karena kau harus pergi untuk ikut dengannya. Jika kau ingin dengar dari sekarang, mungkin aku takan pernah rela."ujarnya dengan suara gemetar, setetes air mata akhirnya meluncur dari kedua bola mata Lia yang tak dapat ia tahan lagi. Rasanya, terdengar begitu nyeri setelah sang kakak mengutarakan isi hatinya yang terdengar begitu mengiris hati.


"No, aku yakin calon suamiku kelak adalah type yang pengertian. Dan, aku harap calon suamiku nanti adalah Andres. Karena hanya dia yang bisa memahami keadaan kita, kak."


"Kau pacaran dengan Andres?"tanya Bayu berubah antusias, meskipun raut wajahnya masih tak bisa menyembunyikan kesedihan.


Lia mengangguk seraya tersenyum kecil lalu menghapus cepat air matanya."Ya, kami pacaran."jawab Lia terus terang.


"Oh, sungguh aku tak menyangka makhluk yang satu itu berhasil merebutmu dariku,"Bayu langsung tertawa bahagia mendengar pengakuan Lia barusan, itu artinya Bayu menyetujui hubungannya dengan Andres.


"Sudahlah, tak perlu kau membahas pernikahan dan perpisahan. Jelas semua itu masih jauh dari pikiranku,"kata Lia sambil menghela napas panjang.


"Keduanya akan kau jalani, Li. Tidak ada salahnya untuk di bahas, itu sama pentingnya agar kau mengetahui apa yang ku rasakan nanti,"bisiknya dengan sepasang mata menatap Lia dengan begitu lembut.


"Ah, aku tidak tahu."Bayu mengedikan bahu seraya menghela napas panjang. Tentu saja hal itu membuat Lia mengulum tawa.


"Berusalah mencari seseorang, agar kau tidak kesepian. Setidaknya nanti jika kau punya pacar, kau bisa merasakan hati yang berbunga-bunga."saran Lia yang langsung membuat Bayu memutar bola mata.


"Sayangnya aku tidak tertarik, aku lebih tertarik mengusili adikku saja dari pada harus menghabiskan waktu dengan pacar."ucapnya santai, sementara Lia langsung mendengus sebal.


"Omong kosong, jika kau punya pacar seperti Nabila kau pasti takan menolak. Dan kau pasti akan menarik kata-katamu barusan,"goda Lia yang membuat pipi Bayu bersemu merah.


"Kenapa kau menyebut nama Nabila, apa hubunganya?"Bayu langsung salah tingkah, membuat Lia terkekeh melihat perubahan ekspresi sang kakak sekarang.


"Akan aku sampaikan pada Nabila, bahwa kau menyukainya."Lia langsung tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang perut. Sementara Bayu langsung mengerang.


"Heh, jangan curang ya."Bayu langsung saja menggendong tubuh Lia dengan bridal styel , hingga kakinya tak menapaki lantai lalu membawanya berputar. Lia menjerit sementara Bayu tergelak.


"Lepas, kak."rengek Lia memelas sambil berontak, Namun Bayu sama sekali tak mau menurunkan tubuhnya.


"Makanya jangan usil."kata Bayu disela tawanya.


"Oke, oke aku minta maaf. Ayo segera turunkan aku. Aku tidak mau terlambat dalam acara perpisahaan sekolah,"ucap Lia lalu Bayu pun menurunkan tubuhnya, sehingga kakinya merasakan kembali menapaki lantai.


"Baiklah, ayo segera bergegas."


"Aku mau kirim chat dulu pada Andres, katanya dia tidak bisa datang dalam acara perpisahan sekolahku karena ada sesuatu dan lain hal."Lia langsung merogoh ponsel di tas selempang kecil yang masih tergeletak di nakas. Kemudian mengetikan sesuatu di aplikasi whatsApp.


"Wah, aku pikir Andres akan datang,"kata Bayu membuat Lia menghela napas.


"Entah, padahal aku sudah memohon padanya untuk datang."Lia mengerucutkan bibir sambil menenggerkan tas selempang di pundak, sementara Bayu langsung tertawa melihat ekspresi Lia yang berubah cemberut.


"Mungkin Andres ada kesibukan lain, ya sudah ayo kita berangkat nanti malah jadi terlambat,"ajak Bayu sambil merangkul pundak Lia, yang langsung disetujui Lia dengan anggukan kepala, kemudian mereka berduapun keluar dari kamar.