Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)

Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)
"Bukan karena datang bulan!"


Tok...tok..tok...


Ceklek...


Lia membuka pintu kamar, didapati sosok Andres yang berdiri di kusen pintu dengan gayanya yang super cool, dengan kedua tangan di saku celana, serta senyuman yang mengembang di bibir, sangat tampan.


Jeblug!


Sedetik itu Lia langsung menutup kembali pintu kamarnya dengan sedikit kasar, bersandar di pintu dengan kedua tangan bersidekap di dada sambil menghela napas kesal. Hari pertama liburan sekolah setelah ujian, tampaknya harus di awali dengan mood yang sangat buruk.


"Kenapa Andres datang pagi-pagi sekali, sih?"desis Lia kesal.


Tok..tok..tok...


"Li, kau kenapa?"tanya Andres dengan heran setelah ia mengetuk pintu kamar Lia lagi.


"Jawab saja olehmu, jangan tanya aku."sahut Lia pelan, dan Lia yakin Andres takan mendengarnya.


"Li, apa kau baik-baik saja?"Andres meletakan satu telingannya di pintu, namun ia tak mendengar Lia berbicara sedikitpun.


"Setelah mengabaikanku, kau pikir aku akan baik-baik saja? dasar payah,"sewot Lia berbicara sendiri.


"Li, buka pintunya!"bujuk Andres sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Lia berkali-kali, namun tetap saja pintu nya sama sekali tak di buka.


"Wah, ada apa ini Andres?"tanya Bayu menepuk pundak Andres pelan, karena saat Bayu baru saja kembali dari dapur ia melihat Andres berada di depan kamar Lia, tapi pintu nya terlihat tertutup, membuat Bayu kebingungan.


Andres menggeleng."Aku juga tidak tahu,"jawab Andres mengedikan bahu singkat.


"Apa kau membuat Lia marah?"tanya Bayu lagi, membuat Andres terdiam sesaat mencoba berpikir kesalahan apa yang telah ia lakukan pada Lia. Namun, setelah dipikir-pikir Andres merasa bahwa ia tak melakukan kesalahan apapun pada Lia.


"Aku merasa bahwa aku tidak melakukan kesalahan apapun, kak. Seminggu ini kami benar-benar baik-baik saja,"jawab Andres yakin.


"Ah, mungkin Lia sedang datang bulan, terkadang hormon-hormonnya sedang tak stabil, dan mungkin efek datang bulan lah yang membuat Lia jadi marah-marah tak jelas seperti ini."kata Bayu mengambil kesimpulan.


Andres manggut-manggut."Bahaya sekali ya, kak. Perempuan jika sedang datang bulan rasanya seperti akan terjadi perang dunia ke tiga,"canda Andres membuat Bayu tertawa seketika.


"Yup, kau benar."ucap Bayu setuju.


Brak...


"Apa kau bilang?!"


Seketika Lia langsung membuka pintu kamar dengan begitu kasar, kedua tangan berkacak pinggang, gigi bergemeletuk dan sepasang matanya yang melotot. Membuat kedua orang yang berada di hadapannya seketika terkejut.


"Li, ada apa denganmu? tenangkan dirimu, kau terlihat seperti nenek sihir yang mengerikan."ucap Bayu sedikit panik dengan kedua tangan meraih bahu Lia.


Lia menepis tangan sang kakak dengan kesal."Apa?! nenek sihir?! jangan gegabah mengatakan aku nenek sihir!"protes Lia tak terima.


"Kau ini kenapa, Li? Andres baru saja datang tapi mengapa kau malah mengabaikannya? jauh-jauh Andres datang dari Jakarta untuk menemuimu, tapi kau malah bersikap seperti anak kecil seperti ini, marah-marah tak jelas, ada apa, hah?"tanya Bayu heran.


"Aku tidak mengabaikannya,"kilah Lia lalu memalingkan wajah.


"Jelas-jelas kau mengabaikan Andres, Andres mengetuk pintu kamar mu berkali-kali, apa kau tidak dengar?"Bayu menggeleng-gelengkan kepala tak habis pikir, Lia menatap wajah sang kakak sambil menghela napas kasar.


"Ya, aku dengar. Tapi, hari ini aku malas bertemu dengan Andres,"jutek Lia melihat wajah Andres sesaat, lalu pergi begitu saja dengan kaki sekali hentakan.


Bayu melirik kearah Andres yang masih terpaku, setelah menyaksikan sikap Lia yang membuat Andres kebingungan. Andres tak mengerti apa kesalahannya, sehingga Lia marah padanya seperti ini.


"Apa kau sudah menemukan jawabannya? penyebab mengapa Lia marah padamu?"tanya Bayu membuat Andres menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal itu.


"Aku serius tidak tahu, kak."jawab Andres apa adanya, seraya tersenyum heran.


"Oh, okay. Serius ini pertama kalinya aku menghadapi gadis yang sedang datang bulan."Andres terkekeh tak kuasa menahan tawa.


"Ya, aku mengerti."Bayu ikut tertawa juga karenanya.


"Wah, apa masih bisa aku bicara dengan Lia kalau mood nya sedang buruk seperti itu?"tanya Andres tak yakin.


"Ya, pelan-pelan saja kau bicara padanya, lalu kau bujuk dia. Aku yakin Lia pasti akan luluh,"kata Bayu mencoba menyemangati Andres.


"Akan aku coba,"ucap Andres mencoba meyakinkan diri sambil tersenyum."Oh ya, kak, sungguhan 'kan kau akan datang ke pesta ulang tahun teman ku, besok?"tanya Andres sekedar untuk memastikan.


"Ah, tentu saja aku akan datang, tenang saja. Lagi pula aku tidak ada acara apapun, bosan juga kalau di rumah terus."jawab Bayu santai.


"Oke, nanti aku jemput."


"Jemput?"ulang Bayu dengan kening berkerut.


Andres mengangguk."Iya, nanti aku jemput."


"Memangnya dirimu akan balik ke Jakarta lagi?"tanya Bayu penasaran.


"Tidak, aku akan mencari penginapan disini. kalau aku balik lagi ke Jakarta aku pasti akan menghabiskan banyak waktu,"jawab Andres membuat Bayu mengulum senyum, membuat Andres heran.


"Kenapa tidak menginap disini saja?"


"Apa?"


"Iya, kau menginap disini saja. Lebih mudah juga, jadi kau tak perlu menjemput kami. Kita nanti langsung berangkat dari rumah yang sama, menghemat waktu dan tenaga juga tentunya."jelas Bayu membuat Andres terdiam sesaat dalam lamunannya sendiri.


"Tapi, jika aku menginap di sini sementara Lia tidak setuju, aku merasa tidak enak dengan Lia. Apalagi sekarang Lia sedang marah padaku, rasanya mungkin agak aneh, kak."tolak Andres secara halus.


Bayu terlihat menghela napas panjang sambil tersenyum, sebelum akhirnya ia bicara."Tenang saja, kan ada aku. Lia itu sedang datang bulan, anggap saja kemarahannya tadi seperti angin yang berlalu. Nanti juga Lia akan baik dengan sendirinya, jangan terlalu dipikirkan,"ujar Bayu menenangkan Andres yang terlihat berubah pias.


"Em,"


"Sudah jangan kelamaan mikir, entar rambutmu beruban."canda Bayu lalu merangkul bahu Andres untuk mengajaknya naik ke atas kamar.


"Tapi__"


"Tak perlu tapi-tapian. Sudah tenang saja, oh ya, jadi bagaimana kabar papi mu? apa dia akan ikut ke pesta juga?"potong Bayu sebelum Andres menuntaskan pembicaraannya.


"Ya, kabar papi ku sehat dan tentu papi ku akan hadir di acara pesta nanti, karena papi ku kenal dengan temanku ini, kami sudah seperti keluarga, jadi kami selalu terlibat dalam acara pentingnya."kata Andres yang sudah berada di atas tangga.


Bayu manggut-manggut."Oke, aku paham."


Lia melihat Andres dan Bayu di bawah setelah dari dapur, kemudian dua orang itu pun menghilang menuju kamarnya. Lia menghela napas kasar, dengan kedua tangan bersilang di dada.


Lia berdecak."Kenapa harus menginap disini sih? aku malas kalau harus melihat wajah Andres berkeliaran di rumah ku. Dan bahkan, kenapa Andres begitu santai setelah ia mengacuhkanku via WhatsApp. Tidak meminta maaf, atau pun tidak melakukan sesuatu agar aku tidak marah. Dia sama sekali tidak peka,"seloroh Lia menggerutu sendirian, kemudian ia pun beranjak menuju kamarnya lagi dengan wajah yang masih terlihat kesal.


**Next episode Andres dan Lia bakalan shooting adegan korea di kamar wkwkkw, penasarankan? ayo ngaku? hahahaha.


Like dulu dong sama ramaikan kolom komentarnya! Biar aku semangat nulisnya. 😂


Dan ada yang mau request adegan yang seperti apa, nanti? wkwkkwkw**