
"Aku sangat penasaran, kenapa tiba-tiba mereka menginginkan Gaby menginap di rumah mereka?" kata Mike saat memeluk tubuh istrinya yang polos sambil mempermainkan benda kenyal milik istrinya itu.
"Ayah jangan berburuk sangka terus, biar bagaimanapun Mom dan Dad adalah orang tua kak Ella" Ananda selalu berusaha berfikir positif, meskipun sebenarnya ia sendiri merasa aneh.
"Ayah tidak berburuk sangka Bun, tapi bukankan aneh jika selama ini mereka tidak pernah mengajak Gaby menginap, lalu tiba-tiba saja sekarang mereka malah melakukan pendekatan kepada Gaby" Mike tidak habis pikir.
"Mungkin karena saat ini mereka benar-benar kesepian, tidak ada lagi yang bisa mereka ajak mengobrol ataupun bermain" kata Ananda lagi untuk meyakinkan suaminya.
"Semoga saja bukan karena ingin melakukan sesuatu yang buruk, terus terang saja, saat ini ayah sudah tidak bisa percaya penuh sama mereka, kalau bukan karena mereka adalah grandma dan grandpa nya Gaby, sudah dari kemarin-kemarin ayah tidak ingin mengenal dan berhubungan dengan mereka lagi!" pikiran Mike kembali ke masa dimana ia harus kehilangan Ella dan juga nyaris kembali kehilangan Ananda.
"Kita lihat saja dulu ya, kalau memang mereka bersikap baik dan belajar dari kesalahan, maka tidak ada salahnya jika kita maafkan, tapi kalau memang ternyata mereka ada niat yang tidak baik, maka apapun keputusan ayah, pasti bunda dukung" kata Ananda sambil mengelus dada suaminya, membuat Mike terstimulasi menunaikan kembali tugas mulianya yang baru beberapa saat lalu ia selesaikan.
"Ayahhhh ihhhhhhh" Ananda kembali bergelinjang ketika Mike dengan ganasnya bermain-main dengan area sensitif istrinya.
"Ayah tidak tahan Bun kalau dekat-dekat sama bunda seperti ini" kata Mike dengan suara yang sudah parau karena menahan gejolak yang mulai menyeruak.
"Emhhhhhhh ishhhhhhhhh ahhhhhhhhh ayahhhhhh" Ananda menikmati setiap sensasi yang muncul saat Mike mengeksplor setiap sudut sensitifnya itu.
"I love you sayang" Mike mengecup bibir istrinya dengan lembut.
"I love you too" Ananda membalas kecupan itu, perlahan tapi pasti mereka melakukan setiap gerakan semakin intens dan cepat.
"Bunda seksi banget sih kalau lagi begini" Mike berbisik di telinga Ananda yang baru saja mencapai puncaknya sambil meninggalkan jejak cintanya di leher jenjang itu.
"Issssshhhhhh euhhhhhhhhh" Ananda terus melenguh ketika Mike tidak memberi jeda sama sekali dan terus saja menggempur istrinya habis-habisan.
"Ayahhhhhh awwwwwwww" lagi-lagi untuk kesekian kalinya Mike membuat Ananda berada dipuncak kebahagiaannya.
"Bunda, ahhhhhhhh, bunnnnnnnn" Mike pun kini sudah mendekati puncaknya.
Kini giliran Ananda yang mengambil alih kepemimpinan. Ia membalikkan tubuh suaminya dan duduk diatasnya. Meskipun tidak setiap saat, namun untuk momen-momen tertentu Ananda beberapa kali memang suka memimpin permainan mereka, membuat Mike sangat bahagia dan semakin mencintainya.
"Bunda hebat, bunda galak banget" kata Mike sambil memejamkan matanya menikmati setiap gerakan yang dilakukan oleh sang istri yang berada di atas.
"Aaaaaahhhhhhh" Mike bergetar hebat, ia mengeluarkan semua amunisinya di dalam Ananda tanpa tersisa sedikit pun.
"Terima kasih bunda untuk segalanya, ayah sangat bersyukur diberikan seseorang yang sangat hebat seperti bunda dalam segala hal oleh Tuhan" kata Mike sambil tak hentinya mengecupi wajah sang istri.
"Bunda juga bersyukur bisa mendapatkan Ayah dan Gaby sekaligus" Ananda memeluk erat suaminya dengan penuh cinta.
Malam itu mereka diselimuti hawa cinta yang sangat membara, berulang kali Mike menjalankan misi mulianya tanpa kenal lelah dan jenuh. Ananda pun menikmatinya dengan penuh rasa bahagia. Meskipun tubuh Ananda sudah sangat lelah karena Mike seperti tidak ada habisnya, namun rasa bahagianya lebih besar karena ia mendapatkan suami yang sangat sempurna dari segala sisi sehingga rasa lelahnya pun terbayar dengan lunas.