
"Sayang tidak usah dicari" Mike yang sudah selesai mandi dan hanya memakai handuk di pinggangnya langsung bergelayut manja dibahu istrinya yang hendak mencarikannya pakaian tidur.
"Memangnya kenapa?" Ananda sesungguhnya sudah tau arah pembicaraan Mike.
"Ayo, sekali saja, aku janji akan pelan-pelan, kau cukup diam dan menikmati saja!" Mike mengelus perut Ananda yang sudah buncit karena kehamilannya hampir mencapai enam bulan.
"Ayah ahhhhh" Ananda bergelinjang kegelian saat tangan Mike mulai bergeser dari perut kearah bagian bawahnya.
Dengan sigap Mike menggendong Ananda, merebahkannya di tempat tidur dengan sangat hati-hati dan mulai mengeksplore tubuh istrinya. Sesekali terdengar suara-suara pekikan dari mulut Ananda yang membuat Mike makin menggila dan tidak sabar untuk segera melahapnya sampai habis. Meskipun dalam keadaan hamil, namun Ananda masih bisa mengimbangi permainan Mike dengan cukup baik. Dengan mengikuti semua aturan yang disarankan oleh dokter, mereka tetap beraktivitas dengan lancar tanpa mengganggu kehamilan Ananda.
"Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu" Mike memeluk erat tubuh istri dan meletakkan kepala Ananda di dadanya yang bidang.
"Aku juga mencintaimu ayah" Ananda membelai dada suaminya.
"Nak jangan nakal ya, sehat-sehat terus di dalam sini!" Mike kemudian mengelus perut polos Ananda.
"Iya ayah!" jawab Ananda dengan meniru suara anak kecil yang sontak membuat Mike tergelak bahagia.
Ia sangat bersyukur mendapatkan Ananda yang sangat perhatian, meskipun usianya masih belum genap sembilan belas tahun, namun sikap dewasa Ananda tidak bisa dielakkan lagi. Ananda bisa dengan mudah beradaptasi dengan tingkat kedewasaan dan pola pikir Mike yang usianya sudah hampir empat puluh tahun.
"Ngomong-ngomong, kapan Gaby akan pulang?" tanya Mike kemudian.
"Ayu bilang mungkin besok atau lusa" Ananda menjawab.
Gaby yang sudah sangat akrab dengan anak-anak di panti asuhan memang sesekali menyempatkan diri untuk menginap saat sedang libur sekolah. Mike yang merasa itu adalah hal positif juga selalu mendukungnya. Terlebih sekarang ini ada Ariana yang sedang menginap di rumah, jadi menurut Mike semakin jauh Gaby dari Ariana, maka akan semakin lebih baik.
..........
Sementara Mike dan Ananda sedang menikmati kebersamaan mereka, Ariana dengan sangat kesal harus makan malam seorang diri.
"Dimana yang lain?" tanya Ariana saat baru sampai di ruang makan.
Entah mengapa Maya sangat senang dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Ariana saat mengetahui Mike dan Ananda sedang berduaan di dalam kamar.
"Kenapa Anda masih saja keras kepala nona, bukankah sudah jelas bahwa tuan Mike menolak Anda dan ia sangat mencintai istrinya!" batin Maya sambil menatap Ariana yang sedang menghabiskan makan malamnya dengan kesal.
"Ayo sayang, sepertinya kita sudah bisa pulang, tuan sudah tidak membutuhkan kita lagi malam ini, karena sudah ada nyonya yang melayaninya di dalam kamar!" George sengaja memeluk pinggang istrinya di depan Ariana dan membuat Ariana semakin meradang mendengarkan perkataannya.
"Baiklah sayang, sebentar ya" Maya tersenyum ke arah suaminya dan memberi kode.
"Tika, Nani, Desi, tolong kalian layani nona Ariana ya, pastikan nona tidak kekurangan satu apapun sampai nanti nona masuk ke kamar tidur!" kata Maya kepada ketiga pelayan itu di depan Ariana.
"Baik bu!" jawab ketiganya serentak.
"Sita, Abigail, kalian tolong siaga untuk melayani tuan dan nyonya ya, pastikan mereka juga tidak kekurangan apapun!" imbuh Maya lagi dengan penekanan.
"Baik bu!" mereka pun menjawab dengan lantang.
"Aku juga sudah meminta security untuk mengecek setiap sudut rumah secara berkala dan memantau CCTV dengan cermat, jadi seharusnya semua dalam kendali dan terkontrol. Jika memang ada hal yang penting kalian bisa memanggil kami segera!" George menambahkan.
"Baik pak!" semua menjawab dengan serempak, membuat Ariana menjadi semakin geram.
Mereka memang sengaja mengatakan semua itu di depan mata Arian agar gadis itu paham bahwa ia sedang diawasi dan tidak ada sedikit pun celah baginya untuk berbuat sesuatu yang dapat merugikan sang tuan rumah.
"Kalau begitu kami permisi dulu nona, selamat menikmati makan malam Anda dan selamat beristirahat!" Maya menunduk dengan sopan.
"Selamat malam kak Maya, kak George!" jawab Ariana dengan senyum palsunya.
"Sialan, aku benar-benar tidak punya celah sedikitpun di dalam rumah ini! satu-satunya cara adalah dengan melancarkan aksiku di luar rumah!" batin Ariana dengan menyeringai jahat sambil mengaduk-aduk makan malamnya, membuat Tika, Nani dan Desi saling melempar pandangan ngeri.