Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Peringatan Untuk Ron


"Bun, sedang apa?" Mike yang baru masuk kamar setelah menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerja menghampiri istrinya yang sejak tadi gelisah menunggu Ayu pulang dari balkon kamar mereka.


"Bunda khawatir sama Ayu yah!" Ananda masih menatap halaman depan rumah.


"Memangnya Ayu kemana?" tanya Mike sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Tadi Ron minta ijin mengajak Ayu nonton, bunda khawatir Ron memberikan harapan palsu kepada Ayu dan menyakitnya. Ayu itu anak yang lugu, belum pernah mengenal cinta, takutnya nanti dia menyalah artikan kebaikan Ron dan berharap lebih. Meskipun sebenarnya bunda sangat berharap mereka memang bisa berjodoh!" Ananda mengungkapkan rasa khawatirnya.


"Ya sudah, nanti ayah bantu bilang sama Ron ya, bunda jangan terlalu cemas" Mike mulai bergerilya dileher Ananda.


"Ayah ahhhhh" Ananda mendesah saat tangan suaminya sudah menerobos ke dalam pakaian tidurnya.


"Mumpung anak-anak sudah tidur Bun" bisik Mike di telinga istrinya yang kemudian disusul dengan memberikan gigitan manja di ujung telinganya.


"Ayahhhh" Ananda bergelinjang hebat saat Mike tiba di tempat yang paling sensitif.


Mike kemudian menggendong sang istri, menaruhnya di atas tempat tidur dan melucuti semua pakaian tanpa sisa. Tidak perlu berlama-lama ia mulai mengeksplor semua bagian tubuh istrinya mulai dari atas hingga bagian paling bawah.


"Ayah, ahhhhh aku tidak tahan lagi" Ananda bergetar hebat membuat Mike tersenyum bahagia melihat istrinya mencapai puncak dengan sangat seksi.


Setelah dirasa cukup membuat istrinya beberapa kali berada di puncak kebahagiaan, ia kemudian melancarkan aksinya, bergerak dengan lembut dan lama-kelamaan semakin cepat hingga akhirnya iapun mencapai puncaknya dengan dahsyat.


"Arhhhgggggg" Mike melepaskan semua miliknya tanpa tersisa di dalam tubuh istrinya.


"I love you so much honey" Mike kemudian mengecup kening istrinya yang masih berpeluh dengan perasaan sangat bahagia.


"I love you too ayah" Ananda memeluk suaminya dan menaruh kepalanya di dada bidang itu.


..........


"Dari mana kau semalam?" tanya Mike kepada Ron saat mereka sedang duduk santai di depan teras belakang dekat kolam renang setelah makan malam di hari berikutnya.


"Aku mengajak Ayu makan dan nonton" jawab Ron jujur.


"Apa kau menyukai Ayu?" Mike menatap tajam ke arah Ron.


"Memangnya kenapa, apa ada yang salah?" Ron berseloroh dengan cuek.


"Ayu itu gadis yang baik dan lugu, dia belum pernah mengenal laki-laki, jangan kau beri dia harapan palsu, kalau kau hanya ingin bermain-main, carilah wanita lain, jangan pernah sakiti gadis itu, hidupnya sudah cukup menderita di panti asuhan sejak kecil!" Mike berkata dengan lugas membuat Ron tertohok.


"Aku hanya menganggapnya adik, tidak lebih, kalau dia beranggapan lain ya itu urusannya!" Ron berusaha santai.


"Ronald Anderson!" Mike membentak, baginya perkataan Ron sudah di luar batas.


"Permisi kak, ini minumannya, kak Ananda tidak bisa mengantar karena Raf rewel" Ayu tiba-tiba datang membawa dua cangkir teh hangat yang tadi sengaja dibuatkan oleh Ananda untuk suaminya. Sebenarnya Ayu sudah datang sesaat ketika mereka memulai percakapan, ia bisa mendengar semua yang diucapkan oleh Ron dengan jelas. Namun ia seolah-olah tidak mendengar apapun dan bersikap biasa saja saat menaruh teh itu diatas meja.


"Ayu ke dapur ya kak" setelah menaruh tehnya diatas meja, Ayu pun pergi menuju dapur dengan hati yang sedih, entah mengapa perasaannya hancur saat mendengar Ron hanya menganggapnya sebagai adik, meskipun memang sebelumnya Ron tidak pernah mengatakan apapun terhadap dirinya.


"Apa dia mendengar semuanya?" Ron mulai panik.


"Menurutmu?" kini gantian Mike yang berseloroh dengan cuek. Setelah meneguk tehnya sampai habis, Mike kemudian pergi meninggalkan Ron yang masih panik karena kehadiran Ayu yang tiba-tiba.