Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Hari-Hari Ayu dan Ananda


Setelah kepergian Ron selama kurang lebih enam bulan, Ayu kembali sibuk dengan aktivitas hariannya seperti kuliah dan bermain bersama Gaby serta Raf. Tidak ada yang berubah dalam hidupnya sehari-hari, hanya perasaannya saja yang sudah terkunci rapat dan entah mengapa tidak bisa terbuka lagi meskipun banyak pria yang sudah menghampirinya dan berusaha mengetuk dengan semangat. Meskipun tidak ia sadari, namun nama Ron begitu melekat di lubuk hatinya yang paling dalam. Berbagai macam cara sudah ia upayakan untuk menghapus ingatannya tentang Ron, namun rasanya tidak pernah berhasil. Sekarang Ayu juga terlihat lebih pendiam dari sebelumnya. Ia lebih banyak menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang disukai seperti belajar, memasak dan latihan bela diri.


"Kak Ayu, ini mau diapakan?" tanya Gaby saat mereka sedang melakukan sesi memasak di akhir pekan.


"Masukkan ke dalam kukusan, lalu apinya sedang saja" Ayu memberi instruksi kepada Gaby.


"Oke" Gaby melakukan apa yang diinstruksikan kepadanya.


"Lalu ini kapan dimasukkan?" Gaby bertanya lagi.


"Nanti kalau sudah diangkat, kita oleskan butter lalu taburkan ini di atasnya" jelas Ayu.


"Hemmm aku sudah tidak sabarrrrr" Gaby sudah ingin icip-icip.


Seiring berjalannya waktu, skill memasak kedua gadis ini semakin hebat, terlebih Ayu juga belajar banyak teori memasak dari kampusnya. Mereka bahkan bercita-cita ingin segera membangun sebuah restoran dan cafe secara bersama-sama.


..........


Disamping kegiatan hari-hari Ayu, Ananda pun kini sudah kembali memulai perkuliahannya. Ia yang sudah tertinggal jauh dari teman-teman satu angkatannya, akhirnya memutuskan untuk mengambil kelas regular di pagi hari, jadwal kuliahnya dipilih yang sewaktu dengan jadwal sekolah Gaby dan juga jadwal kantor Mike, sehingga Ananda tetap bisa memiliki quality time bersama keluarganya di malam hari. Ia pun kini bisa lebih rela meninggalkan Raf yang sudah semakin besar sendirian di rumah bersama Ibu Maya dan ketiga pelayan yang juga merangkap menjadi teman baiknya itu. Ia hanya butuh menyimpan ASI nya di lemari pendingin untuk persediaan minum Raf saat di tinggal kuliah.


"Yah" Ananda memeluk pinggang suaminya.


"Ya bun?" Mike mendekap tubuh polos istrinya dengan erat sehingga mereka benar-benar seperti amplop dan perangko yang saling menempel erat tanpa ada penghalang.


"Kenapa ya belakangan ini bunda melihat Ayu sedikit lebih pendiam?" Ananda mengelus dada suaminya yang begitu sexy.


"Bunda seperti tidak pernah muda saja" Mike berseloroh dengan santai.


"Bunda kan memang masih muda yah, makanya bunda tanya sama ayah yang lebih berpengalaman" Ananda asal nyeplos.


"Hemmm iya juga sih, bunda memang masih sangat muda, berbeda dengan ayah yang sudah tua" Mike selalu kesal jika harus membahas tentang usia, terlebih saat ia menyadari bahwa istrinya yang cantik itu ternyata memiliki banyak penggemar yang usianya jauh lebih muda dari pada dirinya di kampus.


"Kok ayah marah sih, bunda kan hanya bertanya tentang Ayu, lagian yang mulai membahas tentang 'muda' juga ayah duluan!" Ananda begitu polos berbicara tanpa merasa bahwa issue usia sangat sensitif dan membuat Mike sangat minder.


"Ayah gak marah kok" namun wajahnya sudah masam.


"Ayah, bagi bunda biarpun ayah itu jauh diatas bunda, tapi ayah tetap yang nomor satu. Andaikan ayah tidak sama bunda, sudah pasti akan banyak wanita di luar sana yang siap mengantri buat jadi istri ayah, mana ada sih wanita yang menyia-nyiakan ayah, sudah tampan, kaya raya pula!" kata Ananda membesarkan hati suaminya.


"Ihhhh ayahhhh!" Ananda yang sudah tidak tau harus bagaimana lagi akhirnya melepaskan pelukan suaminya. Ia yang masih polos langsung naik dan duduk di atas tubuh suaminya yang juga sama polos.


"Bunda mau ngapain?" tanya Mike yang terkejut dengan sikap istrinya.


Tanpa banyak bicara Ananda langsung mengeksplor tubuh suaminya dari atas hingga kebawah dengan perlahan, membuat Mike berdesir hebat. Ini adalah kali pertama Ananda bersikap begitu agresif terhadap Mike. Biasanya dalam situasi seperti ini Mikelah yang akan melakukan semuanya sementara Ananda hanya bisa pasrah menikmati di bawah kungkungan tubuh kekar suaminya.


"Issshhh bunnnnnn" Mike menggelinjang saat Ananda berada pada titik sensitifnya. Sesungguhnya sudah sejak lama Ananda ingin mencoba hal ini, namun ia terlalu malu untuk menjadi wanita yang agresif. Baginya situasi seperti saat ini adalah momen yang tepat untuk dirinya memulai mencoba hal baru yang selama ini ingin ia lakukan.


"Bunnnn" Mike hanya bisa mendesah saat Ananda semakin dahsyat.


Entah berapa lama Ananda melakukan percobaannya, yang jelas hal ini sangat membuat Mike melayang bahagia dan melupakan amarahnya tadi.


"Arghhhhhh bunda" Mike akhirnya melepas semuanya pada puncak teratas.


Setelah selesai Ananda pun akhirnya kembali berbaring dan memeluk suaminya seperti semula.


"Bunda nakal banget!" Mike mengecup gemas pipi istrinya.


"Abis ayah seperti masih belum percaya sama bunda sih!" Ananda membalas mengecup suaminya.


"Bunda itu mencintai ayah apa adanya, jadi bunda harap ayah jangan pernah meragukan bunda, apalagi kalau sedang membahas masalah usia" Ananda memberikan penguatan.


"Iya Bun, ayah percaya sekarang" akhirnya Mike semakin yakin dengan istrinya.


Selama ini Mike memang cukup merasa takut jika memikirkan jarak usia mereka yang terpaut cukup jauh. Ananda belum genah dua puluh tahun, sementara Mike sudah empat puluh satu tahun lebih. Terlebih Ananda sangat cantik, meskipun sudah memiliki anak, namun jika ia sedang berjalan seorang diri dengan gaya berpakaiannya saat sedang berkuliah, pastilah banyak orang akan menyangka bahwa istrinya ini masih gadis.


"Bagi bunda, ayah itu seperti kelapa!" Ananda memberi perumpamaan.


"Kok kelapa?" Mike heran.


"Iya kelapa, semakin tua semakin bersantan dan gurih" Ananda mengerlingkan matanya.


"Ohhhhh bunda sudah mulai jago merayu dan menggombal ya sekarang?" Mike terpancing kembali.


"Ayahhhhhh" Ananda memekik geli ketika suaminya mulai beraksi lagi. Akhirnya untuk ketiga kalinya pertempuran pun terjadi.