
Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat, sudah hampir dua tahun sejak pertama kalinya Ananda menginjakkan kakinya di rumah mewah keluarga Anderson sebagai pelayan. Kini statusnya pun sudah berubah menjadi nyonya Anderson. Gaby yang kala itu masih berusia sepuluh tahun, kini sudah mulai beranjak besar dan hendak berulang tahun yang ke dua belas. Raf pun kini sudah mulai aktif dan belajar berjalan sendiri.
"Kak, kita jadi bikin kejutan ulang tahun buat Gaby?" tanya Ayu saat mereka sedang menyiapkan sarapan bersama.
"Pasti dong, kakak sudah undang semua keluarga kita dan teman sekolah Gaby secara sembunyi-sembunyi" kata Ananda dengan bersemangat.
Bagi Ananda, semua hal yang berhubungan dengan keluarganya, baik keluarga Anderson maupun keluarga panti adalah hal yang sangat penting dan tidak boleh terlewatkan sedikitpun.
"Apa yang bisa Ayu bantu?" Ayu menyodorkan dirinya.
"Sebenarnya tidak ada dek, karena kakak pakai jasa EO, jadi semua sudah mereka urus, kakak hanya perlu menghubungi semua orang yang dekat dengan Gaby dan meminta mereka datang saat acara nanti!" Ananda menjawab.
Karena kesibukan mereka yang cukup padat, mulai dari Ananda dan Ayu yang kuliah, Mike yang bekerja, Maya dan George yang juga punya pekerjaan berat, maka Ananda memutuskan untuk memakai jasa EO agar mempermudah semua urusan.
"Apa semua keluarga Anderson akan datang?" tanya Ayu dalam hati, terbersit harapan dibenak Ayu untuk dapat melihat Ron di acara ulang tahun Gaby nanti.
"Dek, kok bengong?" Ananda menegur Ayu yang sedang tenggelam dalam pikirannya tentang Ron.
"Ah maaf kak, Ayu sedang berfikir tentang perkuliahan nanti siang, karena ada presentasi" Ayu berbohong.
"Ohhhh" Ananda hanya ber-oh saja, meskipun sebenarnya dia tidak percaya sepenuhnya.
..........
Acara yang di tunggu-tunggu pun tiba. Ananda dan Mike sengaja mengajak Gaby secara tiba-tiba ke cafe favoritnya dengan alasan ingin bertemu dengan klien ayahnya.
"Kok tumben sih Ayah meeting hari libur begini?" Gaby agak aneh.
"Iya, karena klien ayah sangat sibuk, jadi ayah yang harus menyesuaikan waktunya" Mike berbohong.
"Loh tapi kok?" Gaby melongo ketika banyak orang menyambutnya di halaman cafe.
"Happy birthday!!!"
"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga!!!"
"Potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga!!!"
Semua bernyanyi dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada gadis itu, membuatnya terharu. Sontak lagu-lagu ulang tahun pun bergema ke seluruh penjuru cafe. Gaby yang tidak tau sama sekali tentang pesta ulang tahun yang dibuat oleh bundanya itu sangat terkejut.
"Bunda" Gadis itu berhamburan memeluk sang Bunda dengan raut wajah yang sangat bahagia.
"Selamat ulang tahun sayang, semakin besar, semakin pintar, sehat selalu, sayang sama keluarga ya" Ananda dan Mike memeluk Putri sulungnya dengan penuh kasih sayang.
Suasana sangat meriah, setelah Gaby tiup lilin, memotong kue dan memeluk kedua orangtuanya, duo grandma, ibu asuh, serta grandma grandpa dari almarhum ibunya Ella, iapun kemudian berkeliling menyapa semua tamu yang hadir dengan penuh suka cita.
Sementara di sudut lain cafe tersebut, Ayu hanya bisa menyaksikan kemeriahan pesta ulang tahun dengan hati yang sedih karena orang yang dia nanti-nantikan kehadirannya ternyata tidak datang dan Tidka memberi alasan tentang ketidak hadiran nya.
"Apakah dia sedang sibuk dengan pekerjaannya? atau dia justru sibuk dengan kehidupan pribadinya sendiri?" banyak spekulasi pertanyaan yang muncul di kepala Ayu.
"Huffffffffff, kenapa kau masih saja mengharapkan dia Ayu? sudah jelas dia hanya menganggapmu sebagai adik saja, tidak lebih!" gerutunya pada diri sendiri.