
Ron dan Ayu yang telah menghabiskan malam pertama mereka di hotel, kemudian melanjutkan perjalanan cinta mereka dengan berbulan madu selama satu bulan penuh di pulau yang sudah dipilih oleh Ayu jauh-jauh hari. Gadis itu memilih pulau di dalam negeri yang memang cukup terkenal di mancanegara dengan keindahan alamnya serta keluhuran budayanya.
"Wahhhh, keren sekali!" Ayu terkagum-kagum ketika mereka baru saja tiba di hotel bintang lima milik keluarga Anderson yang menghadap langsung ke pantai tempat matahari terbit setiap paginya.
"Apa kau suka sayang?" Ron memeluk istrinya yang berdiri di balkon kamar dari belakang sambil mengendusi setiap inci leher jenjang nan putih itu.
"Iya, sangat bagus, terima kasih kak" Ayu mendekap tangan Ron yang melingkar di pinggangnya dengan erat.
"Ayu kita mandi, habis itu kita jalan-jalan, pasti kau ingin melihat-lihat keadaan sekitar kan?" Ron mengajak istrinya masuk ke dalam kamar mandi dan melucuti semuanya tanpa sisa.
"Kak, eughhhh" Ayu kembali menggelinjang saat Ron menyentuhnya.
Tanpa menunggu lama, Ron yang selalu saja kecanduan dengan segala yang ada di diri Ayu langsung melahap istrinya dengan ganas tanpa ampun.
"Ssshhhhhh ahhhhhhhh" Ayu bergetar hebat saat melepaskan sesuatu yang dari tadi ia tahan.
"Sayang, ayo kita sama-sama" Ron mempercepat ritmenya, membuat Ayu semakin bergerak tak menentu Dangan sensasi yang dimunculkan oleh suaminya itu.
"Kakkkk ahhhh" Ayu hampir meledak.
"Ayo sayanggggg arghhhhhh" akhirnya mereka mencapai puncak cintanya bersama-sama.
Melihat Ayu yang sudah sangat tak bertenaga, Ron pun kemudian memeluk istrinya dan menahan berat badan Ayu agar tidak terjatuh kelantai kamar mandi saking lemasnya.
"Ayo kita berendam saja supaya kau bisa relaks" kata Ron sambil memapah istrinya dari bawah kucuran shower ke bathup. Mereka pun membersihkan diri di dalam bak dengan air hangat plus aroma terapi.
..........
"Apa yang sedang mereka lakukan ya di sana?" tanya Ananda kepada suaminya saat ia sedang merapikan pakaian mereka berdua yang sudah dicuci dan disetrika oleh asisten rumah tangganya di dalam kamarnya.
Selama ini Ananda memang jarang sekali mengijinkan asisten rumah tangga untuk masuk ke dalam kamar. Ia lebih memilih merapikan kamarnya sendiri karena menganggap kamar adalah area privasi yang tidak boleh didatangi orang lain jika tidak dalam keadaan darurat, itupun biasanya hanya orang-orang kepercayaan saja seperti Maya, George dan kelima dayang-dayangnya.
"Apa bunda benar-benar penasaran ingin tau?" Mike mulai memikirkan ide jahilnya.
"Tentu saja!" jawab Ananda polos.
"Ayo, biar ayah tunjukkan apa yang sedang Ron lakukan kepada Ayu!" ia mengangkat tubuh istrinya dan meletakkannya di atas kasur.
"Ayah ihhhh mesummmm!" Ananda memekik saat sadar bahwa suaminya pasti sedang bersiap diri melahapnya.
"Bukannya bunda yang penasaran? ayah kan hanya menjawab rasa penasaran bunda saja!" senyum jahil Mike mengembang, membuat istrinya bergidik geli.
"Ayah ahhhhhhhhh" Ananda merasa geli saat suami mengendusi telinga bagian belakangnya.
"Mumpung anak-anak sedang anteng Bun" Mereka memang jarang sekali melakukan ritualnya di siang hari, selain karena Mike yang harus bekerja pada hari Senin sampai Jumat, ia juga akan selalu kalah dengan anak-anaknya yang selalu minta perhatian ekstra dari sang istri jika akhir pekan sudah tiba.
"Ayah, tapi kerjaan bunda belum beres" Ananda menjawab dengan nafas yang sudah tidak beraturan.
"Nanti bunda lanjutkan setelah kita melakukan bulan madu paralel dengan Ron dan Ayu yaaa" kata Mike yang langsung saja melancarkan misi mulianya itu, membuat sang istri terbuai dan melupakan sesaat pekerjaannya yang belum selesai ia kerjakan itu.