
Waktu berjalan begitu cepat, tanpa terasa kini usia kandungan Ananda sudah menginjak lima bulan. Ananda yang sudah kedua kalinya mengandung tidak terlalu kaget dengan semua perubahan yang terjadi di tubuhnya. Ia sangat bersyukur karena kehamilannya kali ini jauh lebih santai. Ia tidak pernah mengalami hambatan apapun dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Tidak ada gejala ngidam seperti yang ia rasakan saat mengandung Raf dulu. Ia justru cenderung lebih bersemangat dan bergairah. Setiap pagi ia selalu bangun dengan suasana hati yang senang dan yang paling menonjol adalah ia menjadi sangat gemar berdandan feminim. Wajah dan kulitnya pun terlihat menjadi lebih cerah. Meskipun sedang hamil namun justru aura kecantikannya semakin terpancar jelas.
Hal ini juga sangat di rasakan oleh Mike, ia juga sama sekali tidak merasa di repotkan dengan kehamilan sang istri. Tidak ada sindrom kehamilan simpatik dan ia tidak perlu mencari menu-menu aneh ke segala penjuru daerah hanya untuk menyenangkan hati sang istri. Hanya satu hal yang paling ia takutkan, sang istri menjadi jauh lebih cantik saat hamil. Mike khawatir jika sang istri semakin menunjukan aura kecantikannya, tidak menutup kemungkinan kalau akan banyak pria yang menggodanya, sehingga ia pun memutuskan untuk mengimbangi sang istri dengan melakukan berbagai macam hal konyol.
"Ayah hari ini kok berbeda sekali?" Ananda mengendusi sang suami yang begitu harum semerbak.
"Ah tidak, biasa saja kok!" Mike mengelak.
"Ayah pakai parfumnya berapa banyak?" Ananda menatap curiga.
"Tidak, ayah pakai seperti biasa saja kok!" jawab Mike.
"Ah yang benar?" sambil terus mengendusi.
"Iya bunnnn" Mike meyakinkan.
"Lalu kenapa rambut dan baju ayah begitu?" Menunjuk tatanan rambut sang suami yang terlihat agak gaul, tidak klimis seperti biasanya, Serta model pakaian yang tidak seformal biasanya.
"Ayah lagi bosan saja!" jawab Mike santai.
"Ayah sangat mencurigakan ihhhh!" Ananda benar-benar heran.
"Bunda kenapa curiga begitu sih?" kata Mike sambil mengecup lembut bibir istrinya.
"Habis ayah aneh!" Ananda benar-benar tidak habis pikir.
"Sudah ah kita turun yuk!" Mike tidak mau memperpanjang kecurigaan istrinya.
..........
"Selamat pagi kak!" kata Ananda menyapa Putri sulungnya.
"Pagi bunda, pagi ayah!" Gaby mengunyah sarapannya.
"Pagi kak!" Mike tersenyum.
"Wangi apa ini?" Gaby yang sedang fokus makan teralihkan karena aroma parfum Mike begitu menyengat.
"Kakak mencium juga?" mata Ananda membulat.
"Tuhhhhhh kannnnnn, ayahhhhhh, kakak juga nyium!" Ananda seperti mendapat dukungan.
"Memangnya kenapa Bun?" Gaby penasaran.
"Kak, menurut kakak apa yang berada dari ayah pagi ini?" Ananda meminta pendapat sang putri.
"Rambut dan baju ayah kenapa?" Gaby baru sadar kalau hari ini ayahnya berbeda, karena sejak tadi ia fokus dengan makanan di depannya.
"Memangnya kenapa?" kata Mike santai.
"Ayah seperti ABG!" kata Ananda dan didukung anggukan oleh sang putri.
"Ayah hanya sedang bosan saja!" kata Mike menutupi kegugupannya karena dicecar oleh istri dan anaknya.
"Jangan-jangan ayah?" Ananda mengernyit karena mulai berfikiran negatif.
"Apa sih Bun, sudah ah ayah mau berangkat!" Mike mengelak terus.
"Maya dimana George?" tanya Mike kepada Maya yang baru masuk ke ruang makan.
"George sudah menunggu Anda di depan tuan" Maya memberi info.
"Baiklah, ayah berangkat ya!" Mike kemudian meraih tasnya serta mencium anak dan istrinya secara bergantian.
"Ayah tidak sarapan?" Ananda sedikit berteriak karena suaminya sudah berjalan menjauh.
"Nanti saja di kantor!" jawab Mike dengan langkah tergesa-gesa.
"Dia kenapa sih bu Maya?" Ananda benar-benar merasa suaminya pagi ini sangat aneh.
"Mungkin tuan masuk fase puber kedua nyonya!?" jawab Maya.
"Puber kedua?" Ananda mengernyitkan dahinya.
Sementara Gaby yang masih polos hanya menyimak saja sambil terus memakan sarapannya.