Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Suami Siaga


"Kak perut Ayu sakit" kata Ayu sambil memegang perutnya dan keringat dingin mulai mengucur dari wajahnya yang pucat.


"Sayang apa kau baik-baik saja?" Ron yang melihat istrinya kesakitan langsung panik.


"Kau ini bodoh atau apa? istrimu sudah kesakitan, masih saja kau bertanya, cepat bawa ke mobil, kita ke Rumah Sakit sekarang!" Mike mendengus kesal saat melihat Ron yang menurutnya tidak cepat tanggap.


"Astaga Ayu, itu bajumu!" Ananda memekik saat melihat bagian rok belakang Ayu ada flek darah.


Mendengar perkataan sang kakak, Ron pun langsung mengangkat Ayu dan berjalan cepat menuju eskalator tanpa membantah. Untuk urusan siaga Mike memang lebih peka.


"Ayo kak!" Ananda menggandeng Gaby, sementara Mike mendorong stroller Raf mengikuti Ron yang berjalan dengan panik di depan mereka.


..........


Setibanya di rumah sakit, Ayu langsung di bawa ke ruang VVIP. Dokter keluarga yang sudah di telpon saat mereka masih di dalam perjalanan langsung menangani dengan sigap. Karena Rumah Sakit ini adalah milik keluarga Anderson, maka semua pelayanan yang diberikan pun sesuai dengan standar nomor satu, sama seperti saat mereka merawat Ananda ketika beberapa kali ia dirawat.


"Bagaimana dok keadaan istri saya?" Ron sangat cemas.


"Selamat tuan istri Anda sedang mengandung, namun kandungannya memang agak lemah, sehingga nyonya perlu banyak istirahat, apalagi saat ini janin yang dikandungnya kembar!" kata sang dokter.


"What? istri saya hamil dok?" Ron seperti tidak percaya.


"Benar tuan, usia kandungannya sudah berjalan delapan Minggu!" kata sang dokter lagi.


"Boleh saya menemaninya?" tanya Ron.


"Tentu saja" kemudian sang dokter pamit undur diri.


"Mike, kakak ipar!?" Ron sangat bahagia mendengar istrinya hamil, terlebih saat dikatakan kembar.


"Selamat kak Ron!" Ananda tersenyum bahagia.


"Selamat!" Mike menepuk bahu saudaranya.


"Terima kasih!" Ron tidak menunggu lagi dan langsung masuk ke dalam ruang perawatan sang istri.


"Sayang" Ron mengecup kening Ayu dengan senyum mengembang saat ia baru saja tiba di dalam kamar rawat.


"Kak, aku hamil!" seru Ayu dengan wajah berkaca-kaca.


"Iya sayang, terima kasih ya" Ron mengelus perut istrinya yang masih rata.


"Nak, kalian sehat-sehat ya di perut mommy!" Ron mengajak anak-anaknya mengobrol membuat Ayu meneteskan air mata.


"Terima kasih kak" Ayu sangat bahagia.


"Selamat Ayu" kata Mike sambil tersenyum.


"Terima kasih kak Mike" Ayu membalas senyumannya.


"Dan kau, mulai saat ini jaga istrimu dengan baik! kau lihatkan sekarang pentingnya menjadi suami siaga? bagaimana jadinya kalau tadi kau tidak ikut hah?" Mike menunjuk Ron, ia seperti mendapatkan piala kemenangan karena ajakannya ke mall tidak sia-sia.


"Baiklah, terima kasih atas bimbinganmu suhu!" kali ini Ron memang sangat berterima kasih kepada Mike karena sudah mengajarinya menjadi suami siaga.


"Lain kali dengarkan nasehat kakakmu ini!" Mike pongah.


"Baik yang mulia" Ron menundukkan kepala seperti seorang pelayan yang sedang memberi hormat kepada kaisarnya, membuat yang lain tergelak melihat sikapnya itu.


.........


"Sayang!" nyonya Ruth yang mendengar kabar bahagia tentang kehamilan menantunya langsung datang ke rumah sakit bersama dengan nyonya Merlyn.


"Mom" Ayu menangis dipelukan ibu mertuanya itu.


"Selamat nak, sekarang kau akan menjadi seorang ibu" Nyonya Ruth membelai menantunya dengan kasih sayang tulus.


"Terima kasih Mom" Ayu merasa bahagia karena mendapatkan mertua yang sangat baik.


"Ron, jaga istrimu baik-baik, kau harus turuti semua keinginannya ya!" nyonya Ruth langsung to the point kepada putranya.


"Iya Mom, tenang saja" jawab Ron santai.


"Jangan iya, iya saja, tapi harus lakukan!" ketus nyonya Ruth yang paham dengan tabiat Ron yang cuek.


"Iya Mom, iya!" Ron merasa kesal karena dianggap seperti anak kecil, sementara sang istri hanya mengulum senyum melihat kelakuan ibu mertua dan suaminya itu.


"Nak, selamat ya, akhirnya bibit-bibit unggul keluarga Anderson mulai hadir di muka bumi ini" Nyonya Merlyn sebagai orang yang paling tua di keluarga Anderson merasa sangat bahagia karena keluarganya kini semakin banyak.


"Terima kasih Aunty" Ayu juga sangat bersyukur karena aunty mertuanya ini juga sangat menyayanginya sama seperti ia menyayangi Ananda.


Mereka semua berkumpul dengan penuh suka cita. Bahkan Raf yang masih kecil pun sudah mengerti kalau ia akan memiliki banyak adik dalam waktu yang tidak lama lagi.


"Dedek, peyut!" kata Raf yang sedang digendong oleh Gaby sambil menunjuk perut Ananda dan juga Ayu, membuat yang lain merasa gemas.