Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Aunty Ariana


Setelah drama kehamilan selama kurang lebih lima bulan, akhirnya kondisi rumah kembali tenang. Ananda yang sering ngidam makanan aneh dan Mike yang selalu mengalami morning sickness pun sudah stabil kembali. Tentu saja yang paling bahagia dengan semua kenormalan ini adalah Maya dan George. Bagaimana tidak, selama lima bulan Maya harus melayani keinginan makan yang aneh-aneh nyonya nya. Belum lagi George yang harus berjuang mengerjakan semua urusan kantor karena Mike sering kali hanya terkapar di atas tempat tidur saking parahnya mual dan muntah.


"Tuan, baru saja Nona Arian menelpon saya dan mengatakan bahwa ia akan menginap di sini selama beberapa waktu kedepan." Maya menyampaikan berita kepada Mike.


"Mau apa dia kemari?" tanya Mike dengan nada tidak suka.


"katanya ingin menjenguk nona Gaby tuan!" Maya berkata dengan tidak yakin.


"Baiklah, biarkan saja, tapi kau harus tetap awasi dia dan perhatikan sikapnya terhadap Ananda dan juga Gaby, pastikan dia tidak mencelakai istri dan anakku!" Mike memberi penekanan.


"Baik tuan" Maya mengangguk paham.


Ariana adalah adik kandung dari mendiang istri Mike, Ariella. Dari awal pernikahannya dengan Ariella, Mike memang tidak begitu suka pada Ariana. Perangai Ariana sangat jauh berbeda dari sang kakak yang lemah lembut dan sopan, ia sangat agresif, terlebih lagi sejak kepergian Ariella, terlihat sekali gelagatnya ingin mengambil posisi sang kakak menjadi istri Mike. Pernah sekali waktu ia mencoba untuk memberi Mike minuman yang sudah diberi obat tidur dan menjebaknya hingga seolah-olah mereka telah bercinta di kamar hotel. Untung saja saat itu George yang sudah mencium gelagat tidak baiknya langsung merekam semua proses kejadian itu, sehingga Ariana tidak bisa mengelak lagi dari semuanya.


..........


"Aunty Ana apa kabar?" Gaby yang tidak tau menau tentang tabiat buruk auntynya tetap bersikap layaknya keponakan yang merindukan sang aunty. Mike memang tidak ingin meracuni putrinya dengan rasa benci, meskipun selama ini perilaku Arian tidak baik.


"Aunty baik-baik saja sayang" Ariana memeluk Gaby dengan sok manja.


"Aunty mau menginap di sini kan?" Gaby mengajak Ariana menuju ruang keluarga.


"Tentu saja sayang, aunty sangat merindukanmu, makanya aunty akan menginap di sini" Ariana mencoba meyakinkan Gaby.


"Bunda, ini ada aunty Ana, adiknya ibu Ella" Gaby memberitahu Ananda saat bundanya baru tiba dari dokter untuk memeriksakan kandungannya bersama Maya.


"Halo, aku Ana, adik kak Ella" Ariana mengulurkan tangannya.


"Senang bertemu denganmu" Ariana tersenyum semanis yang dia bisa meskipun di dalam hatinya dia begitu membenci istri baru Mike ini.


"Senang juga bertemu denganmu!" sementara Ananda begitu tulus.


Bagi Ananda mendiang Ariella sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri, maka dengan begitu ia menganggap Ariana pun sudah secara otomatis menjadi saudaranya juga.


"Oya, kemarin aku sudah bilang sama kak Maya kalau aku akan tinggal di sini beberapa waktu ke depan, bolehkan?" tanya Ariana berbasa-basi.


"Tentu saja, kau kan bagian dari keluarga kami juga!" Ananda menekankan.


"Terima kasih" Kata Ariana.


"Sayang, ajak aunty ke kamar tamu ya" Ananda mengelus rambut Gaby dengan lembut.


"Baik bunda" Gaby mengangguk.


"Emmm apa boleh aku tidur di kamar Gaby saja? aku sangat merindukannya!" kata Ariana.


"Dengan senang hati, lakukanlah apa yang membuatmu nyaman di rumah ini!" Ananda berfikir positif.


"Ayo sayang kita kekamarmu!" Ariana menggandeng Gaby.


Mereka pun pergi menuju kamar Gaby dan meninggalkan Ananda di ruang keluarga bersama Maya yang sejak awal tadi hanya diam mengamati gerak-gerik Ariana sesuai perintah dari Mike.