Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Mencoba Sekali Lagi


"Sayang, grandma dan grandpa pulang dulu ya, nanti kalau Gaby libur sekolah jangan lupa main-main ke rumah ya" nyonya Aries memeluk Gaby dan mengucapkan salam perpisahan setelah pesta ulang tahunnya bubar.


"Iya grandma" Gaby membalas pelukannya grandmanya.


"Mom pulang dulu ya, terima kasih sudah mengundang kami" nyonya Aries kini memeluk Ananda.


"Sama-sama terima kasih juga karena Mom dan Dad sudah mau datang, hati-hati di jalan Mom" Ananda membalas dengan hormat.


"Mike, kami pulang ya" kata tuan Aries.


"Terima kasih Dad dan Mom sudah mau datang" Mike menjabat tangan mertuanya.


Setelah semua memberi salam perpisahan, mereka pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Mike, Ananda, Gaby, Raf, Maya dan George pulang dengan menggunakan mobil Mike. Sementara Nyonya besar dan nyonya Ruth yang ingin menghabiskan akhir pekan mereka di rumah Mike, memutuskan pulang bersama dengan Ayu, Abigail dan Sita menggunakan mobil Ananda.


"Ayu, aku dengar dari Gaby kau memenangkan juara bela diri lagi ya?" nyonya besar membuka percakapan saat mereka sudah berada di jalan bebas hambatan.


"Iya nyonya, kemarin lusa saya bertanding" Ayu mengangguk dengan malu.


"Wah hebat sekali" kata nyonya besar.


"Apa ini medalinya?" nyonya Ruth meraih medali yang tadi diberikan oleh Tian dari tangan Ayu.


"Iya nyonya" Ayu kembali mengangguk.


"Kau ini sangat berbakat ya, sudah pandai memasak, bisa mengurus anak-anak, kuliah selalu mendapat beasiswa, dan juga jago bela diri!" kata nyonya Ruth menyanjung.


"Nyonya terlalu berlebihan" Ayu malu sendiri.


"Ruth, apa kau tidak mau mencoba sekali lagi?" tatap nyonya besar dengan penuh arti.


"Maksud kakak menjodohkan Ron dengan Ayu?" Ruth menatap kakak iparnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Tentu saja, Ayu bagaimana, mau ya?" nyonya besar langsung to the point.


"Nyonya, kenapa tiba-tiba bicara seperti itu?" Ayu gelagepan.


"Memangnya kenapa? kau lihatlah kakakmu Ananda, dulu dia dan Mike juga dijodohkan, menikah tidak berdasarkan saling cinta, tapi sekarang kau lihat sendiri kan bagaimana mereka sangat serasi?" nyonya besar penuh harap.


"Nyonya, bukan begitu, tapi selama ini kak Ron hanya menganggap saya sebagai adiknya saja, sama seperti kak Mike yang menganggap saya adik" Ayu menjelaskan.


"Ahhhh itukan sekarang, lama-lama dia pasti juga akan bertekuk lutut padamu, jadi mau saja ya!?" nyonya besar kini setengah memaksa.


"Tapi nyonya!?" Ayu benar benar bingung.


"Kak, aku rasa tidak akan semudah itu, meskipun aku sangat berharap Ayu menjadi menantuku, tapi tetap saja Ron itu sangat sulit dipahami, kau tau kan dia sangat keras kepala!" Ruth memegang tangan Ayu dengan penuh harap namun juga ragu.


"Huhhhh, ya sudah terserah padamu saja, tapi jangan menyesal kalau nanti Ayu keburu diambil oleh yang lain ya!" nyonya besar memprovokasi dengan seringai jahil di bibirnya.


Malam berjalan begitu lama, setelah percakapan dengan nyonya Ruth dan Nyonya besar di mobil tadi sepulang dari pesta ulang tahun Gaby, Ayu menjadi sangat gelisah. Di lubuk hatinya yang paling dalam sesungguhnya ia sangat bahagia karena ternyata nyonya Ruth dan Nyonya besar sangat menginginkannya menjadi pasangan Ron, namun disisi lain, ia sangat sedih mengingat selama ini Ron hanya menggap dirinya sebagai adik, tidak lebih.


"Sepertinya aku memang harus melupakan dia dan menata hatiku kembali!" akhirnya Ayu memutuskan untuk membuka hati kepada pria lain.