Digi The Killer

Digi The Killer
29 Program Updated


29


Program Updated


Dalam hitungan detik, kiriman program update sudah ada di dalam ruanganku yang lega dan indah. Program itu sudah mengeik pintu-piontu rumah binerku, dan dengan sinar-sinar digital telah membuat seiap pintu terbuka.


Program updated memang tampil lebih percaya diri. Dengan perangkat biner yang lebih rumit dan anak-anak program yang berjuta-juta, jelas dia merupakan versi terbaru dari program swadaya yang sudah ada. Kecepatan baca objek jelas raturan kali lebih akuran dibanding dengan program yang ada di sini. Dengan kecepatan itu, maka praktis analisisnya juga akan lebih mudah menentukan fokus-fokus yang dicapai.


Ketika mempresentasikan beberapa kelebihan, dia tampaknya percaya diri dengan kelebihan-kelebian yang satu ini, menghilangkah kesadaran user. User itu yang dimaksud adalah orang yang menggunakan komputer atau handphone. Program penghilangan kesadaran ini diawali dengan asumsi yang sederhana, katanya, setiap user memiliki pernagkat yang disebut dengan kesadaran.


“Kesadaran itu pla yang menggerakkan pikiran membayangkan atau mengaksses segala sesuatu dengan cepat. Akses ini bisa membuahkan aneka keputusan yang penting bagi dirinya atau orang lain. Yang belum Anda ketahui,” Program Updated mondar-mandir dengan keyuakinan diri yang sangat tinggi, “Ternyata kesadaran memiliki struktur yang hampir sama dengan struktur program kompuer. Kalau dalam sistem prosesing komputer terdapat intalasi biner, maka dalam pikiran ada yang disebut dengan teknik oposisional. Mereka berpikir dalam konsep ini atau itu. Kita juga berpikir persis demikian, Karena itu, setiap gerakan kesadaran bisa dibaca dengan cukup efisien, tetapi setiap gerakan kita, tidak ada satu pun manusia yang mampu memahami secara jelas.”


“Hentikan omong kosongmu. Sekarang kamu bisa kerja apa untuk saya?”


“Saya bisa melakukan semuaya, Pak. Karena itu saya ingin menerangkan proses kerja saya melalui mekanisme kerja kesadaran. Manusia saja baru tahu dari Jacquers Derrida yang melahirkan gagasan Grammatology. Ilmu tentang tata bahasa. Dia sebetulnya tidak begitu kelihatan cerdas bila tidak ada Ferdinand de Saussure di belakangnya yang melahirkan pembedaan oposisioal dalam ilmu tentag bahasa.”


“Hentikan kuliahmu tentang bahasa.Aku muak,” akhirnya aku membentak dia. Aku sudah bosan dengan teori-teori.


“Sebentar. Karena dengan pemahaman yang meyeluruh. Anda bis amembunuh kesdaran iap-tiap individu secara efektif dan efisien, Semua menggunakan pemahaman. Lihatlah, dengan adanya pemikiran yang oposisional itu, maka kit abis menarik garis yang sejajar dnegan proses kerja kita yang juga oposisional. Ketika dua dawai gitar bergerak dengan frekuensi yang sama dan panjang yang sama, maka akan menghasilkan bukan dua suara, tetapi satu suara. Dua senar gitar akhirnya menjadi satu suara. Ketika menjadi satu suara itulah program, ia masuk ke dalam kesdaran, dan pada saat yang sama program bisa memenuhi targetnya degan sempurna. Lagkah pertama adalah menyamakan frekuensi program degan frekuensi pikiran user.”


AKu ingin pergi saja dari hadapan Program Updated kalau-kalau dia tidak berhenti bercakap-cakap. Kini dia memang sudah benar-benar berhenti. Hampir saja dia membuka mulut kalau saja aku tidak segera memotong dengan membuat gebrakan di meja dan pada saat yang sama aku berdiri, “Sudahlah, aku paham yang kamu omongkan …”


“Sebetulnya masih ada teori Jacques Lacan yang membua Anda kelas dan bisa bergerak lebih efisien….”


Aku langsung memotong seketika. “Cukup, cukup. Aku menghargai beberapa teori yang kamu kemukakan. Tapi begini saja. Aku hanya punya stau pertanyaan dan tolong jawab dengan satu kalimat pula. Aku tidak ingin pusing-pusing, apalagi dengan retorika yang menjemukan seperti nenek-nenek tua yang kesepian.”


“Apa pertanyaan Anda, Pak?”


“Aku akan melakukan apa saja yang Anda inginkan, karena yang Anda inginkan itu sama dengan keinginan satelit.”


“Well, sebetulnya agak berbeda.”


Program Updated terbengong, “Maksud Anda?”


“Begini, aku memang punya target pembantaian terhadap user, tetapi aku juga memiliki target menghabisi oknum-oknum yang merusak programku. Dan kini mereka berada di luar programku sehingga aku kesulian menghajar dengan tanganku sendiri.”


“Tenang, Pak, Semua akan aku bereskan.”


“Tenang, tenang! Tenang yang bagaiman maksudmmu ketika buruanku sampai kini masih juga lolos, berkeliaran kesana-kemari?”


“Serahkan saja sama saya.”


“Terus terang, sejak kamu menerangkan konsep pemikiran, saya meragukanmu.”


“Baiklah, katakan apa yang Anda ingin lakukan, nanti saya akan segera melaksanakan.”


“Habisi target dan musuh-musuhku!”


“Siap!”


***