
Di tahta yang kubuat sendiri, aku sempat terkejut dengan goncangan yag terjadi karena letupan api dalam program microchip. Beberapa klausul program jelas mati karenanya. Biner pembantu langsung aku panggil untuk mengetahui apa yang terjadi. Mereka tampak dengan takut-takut mengatakan itu merupakan akibat dari program baru uang elah digariskan untuk membunuh Waktu dan penyusup.
“Tapi kenapa sampai merusakkan jaringan microchip?”
“Program Swadaya kelihatannya sudah mengusahakan agar tidak ada kerusakan akibat pengejaran.”
“Ini jelas berbahaya bagi kehidupan kita. Hai tolol, kita ini jelas sebuah struktur teknologi digital. Jika satu komponen mengalami kerusahakan, jelas itu akan berpengaruh dalam kinerja kita.”
“Saya tahu, Tuan, tapi kerusahakan iu tampakan dibuat oleh Waktu.”
Kemudian aku mengaktifkan sejumlah gelombang untuk mendeteksi keberadan waktu, Aku mengangguk-anggul kecil, “Pantas saja, tampaknya dia menggunakan energi denhan kecepatan tinggi untuk menghasilkan api.”
BIner pembantu hanya diam.
Aku masih termenung. Aku berpikir, ketika harus kugunakan virus perusak, tentu ini akan mempengaruhi seluruh kinerja programku, Dan aku akan hang beberapa jenak. Tetapi mungkin saja waktu akan mati karenanya.
Ketika aku sedang berpikir seperti itu, tiba-tiba Ergo membuka kotak suratnya. Tampaknya dia mau mengetik sesuatu.
---------
Sending to
Kitakana
+6281234
25/08/2020, 02:20:25
From: Ergo
Kana, aku kangen kami.
Di tengah-tengah kegalauanku seperti ini, aku tiba-tiba sekali mengingamu sebagai perempuan yang selalu memberiku ketenangan. Ada banyak hal yang atut aku syukuri keyika aku kembali mengenang dirimu.
Sayang, lihatlah keadaanku sekarnag, Kuyu. Lesu, Capek.
Tak seperti merangkak menuju Giza, Sayang, Au tidak tahu lagi harus berkata apa bila sudah sampai sana dan ternyata tidak ada lagi orang yag bisa utemui di Museum Besar. Aku akan termenung sendirian, mungkin dengan hawa dingin yang mencekut tulang.
Di atas jok taksi ini aku sebetulnya igin mengetik laoran tentang pemindahan patung Ramses dari alun-alun Kairo. Tetapi aku bertanya dalam hati, bahan apa yang mesti aku ketik sementara aku telah lama tertinggal. Di hadapanku hanyalah bahan-bahan pendukung tentang kejadian yang utama, Hanya ada komentar warga. Pejabat purbakala. Gambaran lokasi sekitar. Staf kasar yang memindahkan batu-batu penipang patung. Tukang kebun. Tukang sapu. Pengunjung. Apa hebatnya wawancara seperti itu bila tidak ada prosesi pemindahan patung Ramses dari alun-alun yang membutuhkan ribuan orang dan tenaga untuk mengangkatnya? Apa guna semua narasumber itu bila wartawan sendiri tidak melihat kejadian yang sebetulna hendak dilaporkan. Bagaimana dengan foto-foto pemindahan patung Ramses ketika pertama kali disentuh oleh pejabat purbakala? Aku menginginkan melihat dari dekat dan menggambarkan dengan detail apa langkah pertama yang dibutuhkan untuk bisa memindahkan patung itu ke atas truk tronton yang panjang? Kekhawatiran apa yang terjadi? Bagaimana mereka menepis kekhawatirannya? Apa yang terjadi bila gagal?
Dan, Sayang, aku tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Aku luput, khilaf, dan tidak profesional, Aku merasa seperti bocah tolol yang dikirim, ke Kairo hanya ingin memantapkan ketololan ini.
…..
…………….
……………………………………………………………………………………………………..
⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂men jawab per ‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡tanyaan. Dan ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆ ⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆
bocah tidak ingin
aku ⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆
tidak bisa per ⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝ adakada ∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆
Itu aku luput ke ⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝ tololan ini. ∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝ khilaf ‡∆⃝∆⃝∆
Aku
Merasa ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝olol
⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆
⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆ ke kireim
⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆ kairo
⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆
memang
‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆ ⌂
󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆menetgapan
Nasional ‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆
Tapi
mewnjawba
⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝
per ∆⃝‡tanyan ...................................................
∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆ ………………….::: PPPJP(_**+)+
⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝.….….….…..6(&*^*^b%(^%*v
∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆ ⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂
pertana
adada
………………………………‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆
∆⃝‡∆⃝∆
………………………………………………………………………………………………………….
Ini virus apalagi. Kenapa ketikanku tiba-tiba berubah menjadi seperti itu?
Aduh. Sayang, aku tidak bisa menghapus virus yang menjengkelkan ini. Belum lama ini komputerku kena virus yang bernama Ramses. Sebelumnya juga hurufnya berubah menjadi tanda-tanda asing. Aku tidak tahu bagaimana virus ini akan hilang.
Kembali pada ceritaku tadi tentang diriku yang tolol dan ceroboh, aku kelihatannya memang demikian.
Semua narsumber …∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆ ………………….::: PPPJP(_**+)+
⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝.….….….…..6(&*^*^b%(^%*v
∆‡ ⃝adakad Ada ∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆ ⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂‡ ⃝∆‡ ⃝∆‡ ⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝‡∆⃝∆⃝∆ ⌂󠄂󠄂󠄂
Itu sendiri itu
Pada saat yang sama. waktu dan Sang Raja Ramses terus berlari dari kejaran Program Biner Pembunuh. Menerobos jaring-jaring micro, Menabrak batas-batas labirin yang terbuat dari orang-orang yang mengatarkan listriuk secara simultan dan sekaligus sebagai rangsangan untuk pendingin program. Percikan yang semula kecil di pojok-pojok labirin, kini mulai merembet.
Lagi pula, tembakan biner pembunuh yang membabi buta jelas tidak menguntungkan bagi pertahanan teknologi itu sendiri. Konsleting pun terjadi, dan ketika aliran listrik konslet, huruf-huruf di layar monitor kemudian menjadi tak karuan. Alfabet bercampur denagn simbol, Simbol bersama dengan ikon-ikon, Ini hanya tanda-tanda sedikit kerusakan. Tetapi orang-orang pengguna komputer akan bilang terkena virus. Padahal ini hanya kerusakan-kerusakan kecil dalam sistem digital.
Kendati begitu, jelas ini memberikan dampak serius, karewna lama-kelamaan, bila dibiarkan, akan membesar, dan menggelembung tak terkendali. Bila sudah demikian, sistem komputer akan sesekali ngadat.
“Kalau sistem teknologi itu mati, kita terjebak di sini, Sang Waktu!”
“Tapi ada harapan keluar! Kita harus berlari saja.”
“Bagaimana caranya kalau aku boleh tahu?”
“Saat ini, aku tahu bahwa caranya adalah lari dan lari. Adakah kamu puya cara lain?”
Yang ditanya hanya diam.