Digi The Killer

Digi The Killer
Menjelma Cahaya


Tetapi kecepatan itu tiba-tiba turun dengan drastis. Dia mengerem dirinya, dan rupa cahaya menjlemakan dirinya tiba-tiba memadat kembali.


Ditatapnya barikade biner di depan sekali lagi. Kali ini tidak menyerupai halangan-halangan yang menggunakan kekuatan, begitu pikir Ramses. Dia kembali membaca dengan seksama.


101010101010101010101010101


10101010101


10101


1 01 01 01 101 01 101 101 01 01 0 10 0 10 0 01 10 10101 01 101 101 011 10101 101 101 011 101 1010


11 010101 01 101 101 10101


10101


1111


“Sialan! Kenapa tiba-tiba ak berhenti di sini dan tidak bisa bergeeak secepat cahaya seperti sebeluknya? Langkah ini tiba-toba macet, aku tidak mengerti apa yang menyebabkannya,” Ramses mengutuk dirinya sendiri, Seumlah pengawal yang biasa melayani setiap kebutuhannya sudah ditinggalkan jauh sebelum dia memasuki dimensi-dimensi serat optik yang rumit. Sudah lama rasanya dia yang berpetulangan sendirian menembus ruang demi ruang, dan waktu demi waku, semuanya dilipat begitu saja.


Tapi kini, lihat saja Raja Agung Ramses yang disebut-sebt dengan Firaun itu yiba-tiba berhenti di depan angka nol dan satu, yang oleh para ilmuwan yang disebut dengan angka biner. Ilmuwan komputer pada tahun 1970-an mengembankan oposis biner sebagai dasar pembentukan, serta aneka kesempatan yang bisa dikembangkan untuk keperluan manusia. Seklaipun sudah mampu menembus waktu, Raja Ramses berkali-kali sudah diberitahu oleh kemajuan teknologi, tetapi tidak juga paham. Dikatakan, biner itu tidak beda jauh dengan dua bahan yang bertentangan untuk diolah menjadi satu tujuan. Tanah dan air. Diolah sedemian rupa menjadi periuk, batu bata, genteng, dan kendil. Sistem pemikiran manusia sebetulnya hanya digerakkan oleh biner-biner yang diciptakan oleh alam. Baik dan buruk. Ketika kenyataan-kenyatan baru muncul, kemudian diserap oleh subjek maka kenyataan itu akan diolah dalam kesadaran manusia dalam takaran baik dan buruk, Bila baik itu dilambangkan dengan 1 dan buruk dilabangkan dengan 0, maka pertimbangan-pertimbangan. Barangkali pertimbangan berbentuk 1110000111110100101010101011. Atau: 00000110001100001100001111000001010000000000000000. Mungkin saja: 00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000. Atau mungkin lebih singkat: 0000


Entahlah, semua diramu oleh subjek kesadaran sendiri untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.


Dan tiba-tiba saja Raja Ramses kemudian menemukan bentuk-bentuk jaringan yang membingungkan dirinya. Dia menduga hal itu sebentuk taktik dalam perang, seperti halnya ketika dia menghadapi tentara Tartar uang daang dari Mongolia.


Tentara ini banyak kenggunakan tipuan-tipuan rahasia untuk mengelabuhi lawan, Seperti formasi kekuatan dalam perang. Tentara dibentuk sedemikian rupa di garis depan. Bentukan itu dimanfaatkan untuk memancing lawan agar melakukan ap ayang diinginkan oleh lawan. Begitu lawan melakukan sesuatu yang mirip dengan harpana, maka dengan segera lawan akan menyerang dengan strategi yang mrip denagn haapan, maka dengan segerea lawan akan menyerang denagn strategi yang berada di balinya. Lawan akan menghabisi dengan kekuatan yang setengah penuh.


“Mungkin. Mungkin demikian,” Sang Raja Ramses kemudian mengerutkan dai dengan sangat pelan-pelan.


Sang Raja kemudian termenung. Kerutan di dahinya kian cekung. Dia kembali menatap jebakan biner yang tidak bisa ditembus dengan butiran-butiran tubuhnya yang sekecil partikel, Ketika dia a menembus dengan identitas partikel benteng biner itu tidak juga tertembus. Sekali lagi dia mendobrak denagn partikel-partikel yang lebih besar, dinding itu bergeming Bahkan semian kuat dia menembus dinding, semakin kuat pula hentakan ke tubuhnya sebagai partikel. Hentakan itu bisa disamakan dengan gerakan menendang dengan kecepatan 400km/ jam, sampai-sampai tubuh partikel sang raja terlempar. Berkali-kali dia berusaha, tetapi selama itu pula tubuhnya terus terpental.


Dan Sang Raja meraskan tubuhnya snagat sakit. Persendiannya teras amau copot. Tubuhnya terasa ngilu semua. Kakinya terasa tidak bis amenipang anggota badannyna.


Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara: “Tolooong!”


Suara itu menggelegar. Tak tahu dari mana asalnya. Sang Raja hanya berpikir, pastilah itu suara yang sebelumnya perndah terdengar Suara itu jelas menimbulkan dua persoalan. Pertama, suara itu pastilah dekat dengan tepat dia berada. Kalau tidak dekat, kenapa sampai terdengar ke tempatnya berada. Kedua, bila memang benar-benar tidak dekat, maka suara itu mampu menembus dinding yang tebal dan bahkan tidak tersentuh. Suara bukanlah partikel, sehingga mampu menempus apa pun penghalang yang berupa zat padat.


“Tolooong aku!”


Tak urung, Sang Raja kemudian membalas dengan suara lantang, “Aku akan menolongmu, siapa pun kamu! Aku akan menghajar teknologi handphone yang telah membuat segala rencanaku berantakan!”


Tiba-tiba dari kejauhan sana, terdengar suara balasan sekali lagi: “Cepatlah. Aku tersiksa di sini …”


Tapi Sang Raja masih terbelenggu dengan strategi jebakan yang dipasang oleh handphone. Tiba-tiba dia teringat kejadian barusan, Bila suar abis amenembus kabang-kabang keparat itu, kenapa dia tidak menghubah dirinya menjadi energi suara? Kenapa bersusah-ayah menembus dengan partikel yang memakan ruang begti bannyak. Baiklah, demikian tutur hatinya, akan mengubah diriku menjadi suar adengan ketinggian 30 desibel.


Pelan-pelan partikel itu berubah secara linear, dari pohon proton ke netron, menjadi massa yang dikalikan dengan kecepatan yang dikuadarykan, Kejadian itu berulang-ulang untuk membangkitkan ebergi suar amelalui unsur –unsur kimia yang bertaburan di udara. Begitulah, unsur kimia di udara denagn tiba-tiba saja menerima siyal itu, dan energi yang nersentuhan itu kemudian berubah menjadi dengingan yang panjang.


Dengibgan itu kemudian menerobos melalui celah-celah angka-angka biner yang mirip dengan jaring-jaring yang penuh dengan perekat ganas itu. Ketika suara melewati jaring-jaring itu, angka-angka biner kemudia bergerak sedemikian rupam menjebak apa saja yang dengan cepat menyisir tepian lorong. Kecepatan biner ternyata sama denga kecepatan suara. Hanya saja, kecepatan suara yang diciptakan sang raka lebih dulu beberapa saat, sehinga biner tak mampu mengejar.


Inilah saatnya mencari-cari ruangan tempat korban disekap. Ramses kemduian membuka tiap folder, file, pogram, file, program antivirus, sampai kemudaoin ke perankat keras yang terhubungkan antara stau perangkat dengan perangkat lain. Di manakah teknologi menyeklap korbannya? Bagaiman caranya dia menyekap sampai tidak bisa ditemukan seperti ini? Apakah ini taktik teknologi untuk menyerap diriku agar tidak bis amengganggu program-program yang sedang berjalan? Apakah ini jebakan? Kenapa lorong-lorong ini tidak menyediakan petunjuk?