
Aku memang membayangkan ketika prasasti diganti dengan pesan-pesan singkat di dalam layar digital atau memory yang tidak pernah lekang oleh panas. Aku suka ketika peradaban manusia telah sampai pada satu titik ketika inskripsi bukan lagi memakan tempat dengan menggunakan buku atau daun-daun untruk menulis gagasannya, tetapi melalui sistem digital.
Bukankah kamu tahu babwa semua akan berubah? Semua akan punah. Tapi aku abadi. Aku telah diabadikan oleh kisah-kisah di dalam kitab suci. Aki diabadikan oleh kebudayaan mami yang sangat tinggi.
Dunia akan berlari dengan angat cepat, tetspi titik tolak dari semua itu adalah teknologi digital. Para cucu kita pada ratusan tahun kemudian akan geram bahwa sekarang ini orang sudah menyadari peran media digital untuk mengawetkan peradaban manusia. Begitulah, akan tiba saatnya ketika peradaban di dunia ini tidak lagi menggunakan kertas, tetapi ditopang oleh seat-serat yang terdapat dalam gelombang-gelombang udara, yang pesan-pesannya digerakkan oleh energi nuklir yang aman bagi konsumsi masyarakat, dan piranti keras bukanlah model sekarang yang mudah rusak. Tidak lagi dibutuhkan disket, tetapi pengembangan dari flashdisc yang langsung mengakses apa pun, mirip sebuah coputer PC sekarang ini.
Akan tiba saatnya ketika ruang-ruang dimusnahkan dari waktu dikerat mejadi sepotong titik ekuilbrium daalam imajinasi mansuia. Ruang-waktu hanya sebatas angan-angan purba yang tidak pernah kembali. Seperti masa megalitikum, yang gelap, masyarakat akan meninggalkan waktu-ruang perlahan-lahan karena sudah tidak dibutuhkan, Teknologi seperti diriku telah menggantikan semuanya, Jadi persetanlah dengan ruang-waktu.
Teori Edmund Husserl tentang intensionalitas dan Henri Bergson tentang duree sudah menunjukkan adanya waktu yang direduksi ke dalam kesadaran. Waktu diperas menjadi lipatan-lipatan kertas kumal yang tak berharga, dan diresapkan ke dalam pori-pori kesadaran. Aha. Pada saatnya nanti, waktu tidak hanya sederhana sedemikian rupa, tetapi dihapus Dan manusia akan hidup tanpa ruang-waktu, dan mereka akan mendefinisikan kembali apa hakikat dirinya. Ini bukanlah sesuatu yang menakjubkan karena sebentar lagi masa itu akan tiba.
***
16
Setelah Ramses Lenyap …
Send to: Ktakan@yahoo.com
Subject: Jangan bilang-bilang
CC:
Attacment
Text
Kana, jangan bilang kepada siapa pun. Ketika aku melirik jam tanganku, waktu setempat sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Jelas aku tersentak kaget, Aku menatap sekililing taman el-syih, telah sepi. UIdara makin dingin ketika aku tidak melihat segelintir manusia di sisiku. Hanya ada pohon kurma dan angsaran berdiri kedinginan dipeluk embun. Bangunan gerai-gerai di pinggir jalan sudah ditutup.
Aku terduduk sendirian. Bertanya dalam hatiku, kemana mereka pergi sementara beberapa saat yang lalu mereka duduk bersamaku di sini. Bukankah mereka bersama-sama saya menanti pembongkaran patung Ramses II tak jauh-jauh dari alun-alun kota? Kemanakah mereka semua? Pertanyaan itu terus berpatut dalam diriku, tetapi tidak lama. Sebab, ketika aku melemparkan pandangan ke sisi utara melijat alun-alun, dan dari situlah keterkejutanku berasal. Patung Ramses II telah lenyap. Begu-begu, traktor, tronton, pekerja yang menggunakan helmet, pejabat pemerinthan, rakyat yang menyemut tiba-tiba hilang tanpa bekas. Mereka seperti disihir untuk lenyap dalam beberapa detik.
Sialan. Aku memang benar-benar telah ketinggalan. Ramses telah dibawa ke dataran tinggi Giza. Syaang, aku ke sini untuk melihat peristiwa itu, tetapi peristiwa yang kutunggu-tunggu itu terlewat begitu saja. Aku teledor, Sayang.
Padahal aku menanti pembongkaran Ramses berjam-jam sebelumnya. Aku isi waktu-waktu yang menjemukan itu dengan mengetik pesan kepadamu, membeli Kuka Kula, serta duduk mengutak-atik handphone. Tetapi, lihat saja, semua telah lenyap. AKu ingin mendari bus, taksi, atau apa saja yang bisa mengantar aku ke Giza.
Sending to
Katakana
+6281234
25/08/2020, 01:49:25
***
17
HP #2 MSDP: Ya, Marilah Kita Bersulang
Hahahha, mari kita beruslang. Akhirnay Ergo melewatkan malam demi malam bersamaku. Dia kehilangan momen terpenting karena sibuk bercinta denganku. Jauh-jauh dari Jakarta menuju Kahira ternyata bukan untuk meliput perpindahan Ramses dari Kairo ke dataran tinggi Giza, tetapi malah berkuat dengan tubuhku. Dia sedih sekali, tetapi betapa malam ini aku sangat senang. Tidak bisa diukur dengan apa kesenanganku saat ini Aku merasa bahwa seluruh hidup dan matinya memang dicurahkan untukku.
Mestinya dia berhenti mengutak-atik fitur-fitur yang ada di dalam tubuhku. Dia selalu saja tidak mendapakan kekuasaan ketika tawaran-tawaran game baru sudah didownload. Dia akan mendownload program, mengacak-acak situs-situs internet, bahkan berselancara dnegan aneka pencarian yang mengatasnamakan dirinya. Jadi dalam mesin pencari dia selalu mengetik namanya sendiri, kemudian akan muncul namanya, nama yang mirip, sama persis tetapi dari benua yang lain, dan masih banyak lagi.
Setelah mengutak-atik internet, dia kemudian *******-***** tombol keyboard dengan penuh kemesraan. Dia mulai menulis diary di tengah kesibukan manusia. Nah, sebetulnya pas dia menulis diary itu para pejabat pemerintah sudah datang, dan proses perpindahan itu dimulai. Tetapi dia malah mencookkan earphone untuk mendengarkan lagu Peterpan dari dalam tubuhku. Tentu saja aku senang dia menikmati tubuhku semuanya. Kukeluarkan semua koleksi lagu band anak muda itu. Dan lihatlah, betapa dia sangat menikmati setiap hentakan drum dan lengkingan gitar. Pada setiap luapan vokal, jarinya terus menari-nari di atas keyboard, dan selama itu aku semakin senang karenanya.
Sebetulnya tidak begitu istimewa yang ditulis di dalam diary-nya. Sekadar ucapan-ucapan jengkel kepada pacarnya, penjuaul minuman, Pimred yang selalu mengawasi, perempuan-perempuan yang sebetulnya berpura-pura memperhatikan padahal yang diinginkan adalah uang dan fasilitas, atau para warga Kairo yang menyebalkan. Mereka mengagung-agungkan raja yang hendak dipindahkan dengan puji-pujian seperti mereka memuji Nabi. Dia melihat Ramses sebagai tokoh suci yang bisa distarakan dengan panutan-panutan yang telah lama ada.
Dia sudah mulai muak dengan semua itu, Rasa-rasanya dia ingin abai saja dan menghilang dari tempat dia dudul. Seperti air yang menguap, dia bahkan ingin menyublim dari tempat itu, menjadi udara, terbang ke awan, dan bergantung-gantung melihat bumi yang makin padat saja.
***