Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 240 : Keberuntungan Yang Yue


TERIMA KASIH ATAS PENURUNAN LEVELNYA👍


***


“Buah apa ini?” tanya Tian Yan kepada pedagang yang memperjualbelikan dagangan berupa buah-buah roh di Kota Wang Ji.


“Ah, apa anda ingin membeli Buah Abadi Seribu—”


“Bukan,” sela Tian Yan. “Yang ini.”


Mengikuti arah yang ditunjuk oleh jari Tian Yan, wajah pembeli itu seketika berubah menjadi bingung. “Ini adalah buah yang aku tidak ketahui kelasnya, yang jelas pastilah tidak akan berguna bagi kultivator Saint seperti anda, Tuanku.”


Meski dia berkata seperti itu, tapi naluri Tian Yan benar-benar memberitahunya bahwa ini adalah hal yang luar biasa.


[Ding! Host menemukan Buah Dao!]


‘Buah Dao?’ Baru kali ini dia mendengarnya.


Setelah jeda sejenak, System kembali memunculkan tulisan lain di layarnya.


[Buah Dao adalah sebuah buah yang berasal dari Pohon Dao yang sudah sangat jarang tumbuh di Alam Suci.


Setiap Pohon Dao akan berbuah sebanyak 1 buah dalam 1.000 tahun, dan di dalam setiap Buah Dao terkandung pemahaman tentang satu jenis Dao/Hukum/Aturan yang tingkatannya tergantung, kadang adalah pemahaman Hukum Bintang 1 ataupun Hukum Bintang 2.]


Demikian penjelasan System yang membuat Tian Yan diam-diam terkejut. ‘Tapi aneh, jika ini benda berharga, harusnya dia sudah memakannya, bukan?’ Tian Yan melirik diam-diam penjual yang berdiri di hadapannya.


[Buah Dao sangat langka, saking langkanya itu bisa diibaratkan seperti mencari bayi albino di Alam Suci.]


Itu maksudnya hampir tidak mungkin ditemukan, sebab dengan segala keajaiban Alam Suci, benar-benar hampir mustahil melahirkan bayi albino yang kategorinya ada sedikit cacat pada tubuh.


Dan karena langka itu, maka sudah pasti orang biasa seperti pedagang di depannya tidak akan bisa mengetahui khasiat yang disembunyikan oleh buah yang tampak biasa-biasa saja.


‘Sejak kapan aku punya keberuntungan yang begitu tinggi seperti ini?’ batin Tian Yan, ‘apa karena Tubuh Suci yang bisa meningkatkan keberuntunganku?’


Namun sepertinya tidak.


[Keberuntungan Host saat ini benar-benar sangat rendah, yakni hanya berjumlah 100 poin keberuntungan atau masuk kategori Keberuntungan Tingkat Fana.]


[Saat ini Host menemukan Buah Dao bukan karena keberuntungan Host, namun karena keberuntungan Tingkat Mistik milik Yang Yue.]


*


Note :


Rank Keberuntungan : Fana, Mulia, Dunia, Abadi, Misteri, Ajaib, Surga, Mistis


*


Mendengar pernyataan System terkait dengan tingkat keberuntungan Yang Yue seperti melemparkan Tian Yan ke dalam lautan es yang membuatnya menjadi kaku seketika—diam dan tidak tahu harus berkata apa.


“Master ... Master ...” Suara Yang Yue berhasil membuyarkan Tian Yan dari lamunannya dan memaksanya untuk kembali ke dunia luar.


“Ada apa denganmu, Master?” Bola mata Yang Yue melihat dengan rasa penasaran yang tinggi, diikuti dengan rasa aneh karena saat ini Masternya menatap dirinya seperti menatap harta karun berharga.


“Aku tidak apa-apa, Yang Yue.” Dia berbohong—Tian Yan jelas-jelas sudah memiliki keinginan egois lain yang bersarang dalam hati dan jiwanya.


“Aku beli buah ini, berapa harganya?” tanya Tian Yan kepada sang penjual yang sedari tadi menunggu.


“Apa kau yakin?” Dia agak ragu. “Ini mungkin hanya buah-buahan biasa yang memiliki bau menyengat saja.”


“Tidak apa.” Tian Yan mengangguk pelan, mencoba untuk bersikap tenang. “Katakanlah jumlahnya.”


“Eh—emm, kalau begitu dua Batu Energi saja.”


***


“Master, kelihatannya bangkunya tinggal satu ...” ucap Yang Yue setelah melihat meja di pojok kanan ruangan—yang mana masih tersisa satu kursi kayu sebagai tempat duduk terakhir yang kosong.


Tian Yan memberi anggukan sebelum berjalan ke arah bangku—hal ini jelas membuat wajah Yang Yue agak cemberut karena artinya Tian Yan tidak begitu memedulikannya.


“Ada apa, Yang Yue?” Tian Yan memberi kode dengan menggerakkan kepalanya, “ayo pergi.”


“Baik, Master!” timpal Yang Yue, tapi kali ini dengan intonasi yang sedikit ditingkatkan.


“Pelayan, bawakan aku seteko anggur pedang,” pesan Tian Yan setelah duduk di kursinya, sementara Yang Yue hanya bisa berdiri di belakangnya dengan tenang, dia agak kesal—mungkin karena usianya yang masih labil? Tapi yang jelas Yang Yue benar-benar menghormati Tian Yan.


Beberapa saat kemudian, pelayan wanita itu kembali dengan sebuah teko seperti kepala naga—ini bahkan merupakan artefak kelas Saint Body, sepertinya hidangan anggur pedang ini benar-benar spesial sampai-sampai memerlukan hal berharga semacam ini sebagai wadahnya.


“Yang Yue, duduklah.”


“Di ... mana? Tuanku.”


Tian Yan tidak menjawabnya, ia hanya sedikit melebarkan pahanya sambil menepuk untuk membersihkan jika seandainya ada kotoran di atas celana yang ia kenakan.


Yang Yue sepertinya bisa langsung mengerti maksud dan tujuan Tian Yan melakukan hal itu. Jadi dengan berkata permisi, ia pun mulai duduk menyamping di atas paha Tian Yan, benar-benar membuat mata para pria di tempat itu terfokus pada mereka, terutama beberapa anak muda yang saat ini duduk berhadapan dengannya.


‘Apa ini? Apa mereka tidak pernah melihat ini?’ Tian Yan sedikit mencibir mereka.


“Yue—ah, tidak. Yang Yue, tuangkanlah anggurnya.” Tian Yan merasa agak aneh ketika hanya menyebutkan nama belakang gadis ini yang mana mirip dengan nama panggilan yang dia berikan kepada Jiao Yue.


“Uhmm ...” Yang Yue agak malu—bagaimanapun ini pertama kalinya ia melakukan hal semacam ini. Tapi mengingat dirinya adalah seorang pelayan, dia tidak mengharapkan untuk lebih dihargai—sebab dirinya saat ini adalah milik Tian Yan setelah keluarganya melepaskannya.


“A... Aku akan menuangkannya.” Dengan malu tangan gadis itu meraih teko berkepala naga itu dan mulai menuangkannya ke gelas kecil yang saat ini sedang dipegang dengan tangan kanannya, sementara tangannya yang lain digunakan untuk memegang pinggang Yang Yue agar tidak jatuh... meski sebenarnya tanpa bantuannya pun tidak mungkin seorang Martial Spirit seperti Yang Yue akan kehilangan keseimbangan.


*Meminum ...*


Satu tegukan, wajah Tian Yan sedikit berubah. Dua tegukan, wajahnya yang selama ini diam mulai bereaksi, lalu tiga tegukan sudah membuatnya merasa manfaat yang jelas dari Anggur Pedang ini.


“Ini cukup berguna rupanya ...” Tian Yan agak memuji—memang khasiat anggurnya tidak begitu keras, tapi setidaknya bisa meningkatkan paling tidak 1% pemahamannya tentang Hukum Pedang.


***


PROMOSI NOVEL BARU!



Sinopsis:


Dia adalah Ling Xuan, seorang jenius yang jatuh ke dalam keterpurukan akibat menyinggung keluarga Luo—mengakibatkan dantiannya rusak dan tidak dapat berkultivasi lagi.


Namun, takdir tidak memberinya izin untuk terlalu lama bermalas-malasan—sebab ketika Ling Xuan tengah mencari kayu bakar di tengah hutan, ia justru bertemu dengan seorang kultivator kuat dari Alam Mistis yang memberinya sesuatu sesaat sebelum ia meninggal. Benda itu adalah—


"Benih Dewa!"


***


Sinopsis :


Renandi memutuskan merantau ke kota setelah disuruh ibunya berkuliah di Kota Sahai dengan tinggal di rumah tantenya, Tante Mairi.


Akan tetapi, rupanya semua teman ibunya bekerja di sana, dan mereka muncul satu per satu kepada Renandi, pejantan kita.


Apakah penjantan kita akan kuat?


***