Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 220 : Ruang Pelatihan


Dalam pengasingannya, Tian Yan melakukan meditasi kira-kira selama satu dupa senilai waktu di dalam Giok Waktu sebelum akhirnya membuka matanya dan menghela nafas.


“System, tunjukkan statusku.”


*Note : Statusnya ada beberapa perubahan.*


[Status Host »


Nama : Tian Yan


Ras : Manusia


Ranah : Half Saint


Tubuh : Tubuh Saint, Tubuh Aturan


Mata : Mata Dewa


Hukum : Pedang, Es, Array


Kristal Elemen : Kekacauan, Kegelapan, Kayu Poin Langit : 10.000


Exp : 17 Triliun / -


Gelar : Master Pedang Pembunuh, Master Sekte, Da Jun, Anak Emas]


“Oh!” Tian Yan mengamat-ngamati dan menutup kembali statusnya. “Hmm, mungkin aku harus menunggu satu bulan lagi!”


Satu bulan berlalu.


[Ding! Proses upgrade telah mencapai 10%!]


[Ding! Meningkatkan Fitur Ruang Latihan!]


[Ding! Meningkatkan wawasan Deity System!]


Mendengar dering notifikasi System membuat Tian Yan kembali membuka matanya dan melihat hologram biru di hadapannya.


“Ruang Pelatihan sudah ditingkatkan rupanya!” seru Tian Yan. Baginya ini adalah hal yang sangat berguna, sebab dengan adanya Ruang Pelatihan, Tian Yan merasa pengalaman bertarungnya sangat meningkat pesat, juga mempercepat ia untuk menyetabilkan ranah.


“System, buka Ruang Pelatihan!” ucap Tian Yan memerintah, lalu memejamkan matanya. Ketika matanya terbuka kembali, Tian Yan kini sudah berada di suatu tanah lapang yang sangat luas, dengan angin sepoi-sepoi nya yang menerbangkan rambut Tian Yan ke mana-mana.


[Pilih lawan anda!]


[Nama : ...]


[Ranah : ...]


Tian Yan berpikir sejenak tentang siapa yang layak menjadi lawan bertarungnya.


“Ahha!” Tian Yan akhirnya memutuskan lawannya, menurutnya ini sangat tepat jika menguji coba dengan wanita itu.


Dengan wajah santai dan senyum riang, Tian Yan pun berbalik badan dari layar sistem sambil berkata, “Aku ingin melawan Qing Jia! Juga, karena kau sudah diupgrade, kau pasti tahu ranah aslinya, bukan? Gunakan ranah asli Qing Jia! Aku ingin mengetahui kenapa aku sangat takut kepada wanita itu!”


[...]


Tanpa suara, System pun melakukan apa yang diperintahkan, sehingga tanpa Tian Yan ketahui bahwasanya ranah asli Qing Jia benar-benar di luar nalar.


[Pilih lawan anda!]


[Nama : Qing Jia]


[Ranah : Celestial Saint]


Ketika layar System berubah tulisan, sesosok wanita ikut muncul di hadapan Tian Yan. Tatapan matanya kosong, namun aura yang dikeluarkan dapat membuat Tian Yan langsung menyesali keputusannya.


“Sy-System ...” Bahkan wibawa bagai dewanya sudah tidak berguna saat ini untuk menghalau sikap penakut Tian Yan.


[Dimulai!]


“TUNGGU SYSTEM!!!”


Bang! Bang! Bang!


Hanya dalam dua detik, Tian Yan sudah mati dan dirinya yang berada di dunia luar membuka mata dengan wajah berkeringat, nafas tersengal-sengal, dan tubuh gemetar.


“ Wanita itu sangat kuat dan menakutkan!” Meski semua yang terjadi di Ruang Pelatihan hanya semacam virtual reality, namun rasa sakit saat dagingnya dibakar hidup-hidup oleh Api Hitam Qing Jia benar-benar terasa bagi dirinya sendiri.


“Ughh ... Apa ranahnya?!” tanya Tian Yan dengan nada sedikit tinggi, sebab dia merasa Qing Jia ini benar-benar terlalu kuat.


[Nama : Qing Jia]


[Ranah : Celestial Saint]


[Tabel kultivasi selanjutnya.]



Saint, terdiri dari tiga ranah kecil :


a. Saint Body


b. Saint Soul


c. Celestial Saint


True Saint


Heaven Saint


Transcendent ]



“Tidak heran!” seru Tian Yan. “Rupanya dia Celestial Saint?!” Tian Yan merasa sedikit lega karena rupanya alasan kekalahannya ini karena perbedaan ranah.


“Kalau begitu System, bawa aku ke Ruang Pelatihan dan atur kekuatan Qing Jia ke ranah Saint Body!” perintah Tian Yan.


*


*


*


Dua menit kemudian ...


Tian Yan kembali membuka matanya di dunia luar, wajahnya sangat datar dan ekspresinya seperti seekor katak yang menyipit.


“Apa perbedaan kami begitu jauh?” Tian Yan merasa seperti kultivator pemula ketika dihadapkan dengan sosok Saint seperti Qing Jia.


“Lantas bagaimana aku bisa mengalahkan orang yang merebut tubuh Huang Yun?” gumam Tian Yan. Ia tidak tahu sosok sekuat apa yang mengambil kendali tubuh Huang Yun, mungkin sekuat Qing Jia? Atau lebih? Bagaimana pula dia akan mengalahkannya dengan kekuatan yang sangat lemah ini ...


“Ughhh!” Tian Yan semakin merasa ini sangat sulit, tapi dia tidak akan berputus asa. “Sekarang sebaiknya aku terus mencoba!” Tian Yan memejamkan matanya lagi dan menyuruh System agar mengirim dirinya ke dalam Ruang Pelatihan, karena kali ini ia bertekad untuk memperkuat pengalaman bertempurnya.


***


Setelah satu bulan berlalu di dunia luar, Tian Yan akhirnya memutuskan untuk menyudahi latihan nya dan bergegas keluar dari dalam Giok Waktu.


Spawnnn ...


Ketika Tian Yan muncul kembali ke kamarnya, dirinya pun menarik dan menghembuskan nafas, hal ini karena walau hanya satu bulan di dunia luar, tapi faktanya ia telah berlatih selama sepuluh bulan di dalam Giok Waktu.


“Latihannya benar-benar berguna,” gumam Tian Yan. “Aku tidak menyangka Qing Jia sekuat itu.” Bahkan untuk bertarung melawan Qing Jia dengan ranah Half Saint pun sangat sulit, sebanyak 1.001 pertandingan sudah dia lewati, tapi dia belum bisa mengalahkannya sama sekali, keberhasilan terbesarnya hanyalah membuat lengan salinan Qing Jia terluka sayatan pedangnya.


Hal ini bukan semakin membuatnya pesimis, tapi sebaliknya— Ia lebih yakin untuk segera pergi ke Alam Suci, karena di sana pastilah ada ilmu bela diri yang jauh lebih tinggi, dan tempat itu juga bisa dengan cepat meningkatkan pengalaman bertarungnya.


Dengan begitu, ketika saatnya tiba ... dia pasti bisa mendapatkan kembali Huang Yun ke sisinya!


“Baiklah!” Tian Yan menghembus nafas keluar dari hidungnya dan bergegas keluar pintu rumahnya.


Di luar, ketiga sosok wanita itu sudah berdiri menyambutnya dengan senyum hangat.


“Kau akhirnya keluar.” Bai Qing Ye tersenyum manis.


“Tuan sepertinya lebih kuat dari sebelumnya.” Jiao Yue mengerutkan keningnya. “Apa anda akan pergi?” tanyanya.


“Enn!” Tian Yan mengangguk dan meminta maaf, “Aku mungkin harus menundanya beberapa tahun lagi.” Tian Yan memandangi Jiao Yue dan Bing Hua dengan perasaan bersalah karena dahulu dia sudah sempat berjanji akan segera menikahi mereka, namun sampai sekarang ia belum melakukannya.


“Hmm! Aku ingin hari bahagia itu kau sepenuhnya bahagia!” Bing Hua berkata tegas, dia tidak ingin Tian Yan terlalu merendah seperti saat ini. “Jadi cepatlah pergi dan kembali lagi, kami akan menunggumu.”


“Itu benar.” Bai Qing Ye mengangguk hangat dan memegang kedua telapak tangan Tian Yan. “Bahkan jika kau tidak menemukan Pil Tubuh, tapi kumohon kembalilah, aku tidak ingin anak ini lahir tanpa dirimu di tempat ini.”


Permintaannya itu benar-benar seperti batu besar di pundak Tian Yan. Dia benar-benar berjanji akan mendapatkan Pil Tubuh itu. “Jangan khawatir, Qing Ye. Aku pasti akan kembali dengan pil itu di tanganku!”


...Jangan lupa like cuy :)...