
"Hehe, kau harus sadar dengan posisimu!" Tuan Muda Shen terkekeh ringan, sama sekali tidak memedulikan permohonan wanita ini sehingga membuat wajahnya menjadi putus asa.
Namun tepat ketika wanita itu hampir putus asa, secara tiba-tiba saja suara tertawa seorang wanita terdengar dari dalam penginapan.
"Hihihi ... gadis yang malang."
"Siapa itu?!" penjaga Tuan Muda Shen berteriak nyaring sambil melepaskan kesadaran spiritualnya untuk menyapu orang-orang hingga didapatinya seorang wanita bertubuh ramping yang tengah berdiri di antara kerumunan orang-orang sambil menggigit ayam bakar di tangannya.
"Woaahhhhh!!" Perhatikan pemuda itu tiba-tiba teralihkan kepada pesona gadis polos Huang Yun.
Astaga, kecantikan macam apa ini?!
Hati Tuan Muda Shen semakin berkecamuk, ingin rasanya dia membuat gadis polos ini menjadi rusak, entah apa yang salah dengan kepalanya.
"Siapa namanya?" Dengan senyum girang Tuan Muda Shen langsung datang mendekat sambil tersenyum genit kepadanya.
"Long Xang," jawab Huang Yun dengan wajah polos, seolah dia benar-benar tidak berbohong.
Mendengar nama Huang Yun yang benar-benar terdengar seperti nama seorang pria ini, membuat wajah Tuan Muda Shen menjadi suram, jika sebelumnya dia hanya berpura-pura tertipu, maka sekarang dia pasti benar-benar ditipu!
"Kau punya keberanian tinggi gadis kecil!" Tuan Muda Shen mendengus dingin dengan senyum jahat.
"Gadis kecil?" Huang Yun menoleh ke arahnya, di dunia ini, dia sangat kesal jika seseorang memanggilnya dengan sebutan semacam ini, mungkin hanya Tian Yan seorang yang akan dia izinkan, tapi siapa anjing kampung ini?
Melihat ekspresi wanita di depannya hanya bisa terdiam, pemuda sombong itu berpikir bahwa mungkin Huang Yun sedang ketakutan, sehingga iya semakin memberanikan dirinya untuk membicarakan Huang Yun.
"Gadis kecil, aku sepertinya barusan mendengar kau memotong percakapanku. Katakan, bagaimana kau ingin membayarnya?"
"Bagaimana aku membayarnya?" Huang Yun menjawab dengan wajah polos sambil melayangkan tinjunya yang mungil secara perlahan.
Bukannya menjadi ketakutan tuan muda Shen justru semakin berani karena dia melihat bahwa tinju uangnya sangat lambat jadi dia pun mencoba untuk menahan tinju mungil tersebut dengan senyum kemenangan.
"Sighh, manusia bodoh." Huang Yun bergumam rendah.
*Baamm*
Tinju mungil Huang Yun berhasil dengan tepat mengenai telapak tangan tuan muda Shen, akan tetapi bukannya tuan muda Shen berhasil menghentikannya. Malah tangannya lah yang langsung menghilang dari antara dunia, bahkan tak tersisa bekas-bekas darah sedikitpun, seolah itu dihilangkan secara mutlak.
"Hahhhh..." Tatapan Tuan Muda Shen seketika menjadi terbelalak dan menatap tangannya yang sudah menghilang dengan tatapan tidak bisa dipercaya.
"Ahrggggghh ..." Dengan menanggung rasa sakit yang muncul setelahnya, pemuda yang sebelumnya sombong itu bahkan terjungkal ke belakang dan terjatuh ke tanah sambil memegang tangannya yang kini telah putus.
"Tanganku! Tanganku! Kalian semua, bunuh gadis ini! kalian—" Tuan Muda Shen baru saja ingin memerintahkan para bawahannya, namun dia melihat Huang Yun hanya menjentikkan jarinya dan ...
*Burkkkkkk*
Semua kepala para bawahannya bagai semangka yang jatuh dari atas gedung, semuanya hancur! Bahkan tidak ada perlawanan yang ditimbulkan mereka sama sekali.
Apa-apaan ...
Semua orang yang berada di tempat itu hanya bisa tercengang dengan kejadian barusan yang sungguh mengejutkan mata mereka.
Sebenarnya gadis itu hanya menjentikkan jarinya dan kepala para kultivator Martial Spirit Tahap tinggi itu hancur terbuka.
[Bersambung!]