
Gerbang Cahaya Suci.
Jauh di dalamnya, di dalam sebuah ruangan, sudah terdapat banyak murid-murid Sekte Naga Giok yang berkumpul, sementara di atas sebuah panggung, terdapat sebuah Lorong Hampa yang menjadi fokus semua murid saat ini.
Mereka menunggu kedatangan Tian Yan yang masih belum datang padahal susah beberapa saat berlalu.
"Apa yang dia lakukan di Benua Wu Dian? Apa dia mengunjungi simpanannya yang lain?" Bing Hua sedikit mengekspresikan tatapan curiga, berbeda dengan Jiao Yue yang sepertinya lebih memahami Tian Yan.
"Ia pasti akan datang, kita hanya perlu menunggu," ucap Jiao Yue menenangkan semua orang.
Namun, saat semuanya sudah tenang, suara perempuan yang terdengar lelah datang dari arah pintu masuk aula itu.
"Apa suami sudah kembali?!" Bai Qing Ye bergegas masuk dengan Xie Yun yang mengejarnya dari belakang.
"Senior, kau masih hamil, jangan terlalu buru-buru!" sahut Xie Yun mengkhawatirkan kondisi Bai Qing Ye yang saat ini sedang berlari menghampiri tempat Lorong Hampa berada.
"Siapa dia?"
Para murid mengamat-ngamati kehadiran Bai Qing Ye dengan hati-hati karena mereka bisa dengan jelas merasakan aura pada tubuh Bai Qing Ye benar-benar sangat dalam bagai lautan samudera.
"Siapa kau?" Bing Hua maju selangkah dari para murid-murid dan bertanya dengan nada sedikit tinggi, sebab dia memiliki firasat kurang enak dalam hatinya.
"Aku adalah istri Tian Yan, Bai Qing Ye!" kata Bai Qing Ye sembari menaruh tangannya di dadanya dan memajukan dadanya agar mengurangi sikap angkuh Bing Hua itu.
"I-istri ..." Wajah para murid berubah drastis, mereka benar-benar kagum bagaimana Master Sekte mereka selalu mempunya dewi kecantikan, bahkan di alam yang lebih tinggi ini.
"Omong kosong!" Bing Hua berwajah suram, ia sama sekali tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Bai Qing Ye.
"Heh!!" Bai Qing Ye sedikit naik pitam yang mengakibatkan kondisi menjadi sangat kacau antara kedua wanita itu— hal ini juga menjadi tontonan menarik bagi para murid-murid yang benar-benar merasa kasihan pada Tian Yan, mereka tidak bisa membayangkan bagaimana cara Tian Yan akan menenangkan mereka.
Sementara keduanya berkelahi, Jiao Yue alih-alih malah tidak peduli sama sekali, melainkan hanya terus berfokus pada Lorong Hampa yang tenang dan tak mengeluarkan aura apapun itu.
"???"
Jiao Yue mengernyitkan keningnya ketika melihat ada riakan di dinding Lorong Hampa yang mengubah wajah datarnya berubah menjadi senang.
Bersama dengan tatapan Jiao Yue, para wanita yang lainnya juga berhenti bertengkar dan memilih untuk fokus kepada Lorong Hampa yang beriak setelah sekian lama.
Hronn ...
Sesosok pemuda tampan dengan salah satu mata berwarna emas suci muncul dari dalamnya dan melangkah ke arah luar.
Tian Yan!
Tatapan semua orang menjadi semangat dan hati mereka lega.
"Kau akhirnya datang!" Jiao Yue tersenyum dan menyambut Tian Yan dengan senyum manisnya yang membuat tangan Tian Yan bergerak sendiri untuk mengelus kepalanya.
"Maaf membuatmu menunggu ... Yue ... 'er?" Tian Yan merasakan niat buruk bagai angin musim dingin yang meniup sekujur tubuhnya hingga membeku di tempat.
Tian Yan pernah mendengar bahwa emosi wanita hamil sangat mudah sensi, dia pikir itu hanya sebatas gurauan, tapi setelah kejadian ini, Tian Yan merasa sangat yakin bahwa itu benar-benar masalah besar.
"Ohhhh!"
Tatapan semua murid menjadi berapi-api dan bersemangat, semua orang sangat menantikan apa yang akan dilakukan oleh Master Sekte mereka.
"Apa yang kalian lihat?!" Tian Yan memarahi mereka dan membuat mereka agak ketakutan.
Selepas memarahi mereka untuk menjadi pamornya sebagai Master Sekte, Tian Yan lalu mendatangi Bai Qing Ye dengan Jiao Yue yang mengikuti dari belakang. Dengan senyum ramah, Tian Yan berkata, "Qing Ye, lama tidak bertemu ..."
"Hmm!" Qing Ye membuang muka, tapi dia semakin kesal karena posisinya membuang muka terdapat Bing Hua di sana. "Menyingkirlah—"
"Hei-hei, jangan marah-marah Qing Ye." Tian Yan mendatangi Bai Qing Ye, lalu memegang pundaknya dan mengajaknya pergi, "Ayo dinginkan kepalamu dahulu, akan bahaya bagi kesehatan tubuhmu jika kau marah-marah."
"Ummm ..." Bai Qing Ye mengangguk menerima ajakan Tian Yan itu, bahkan jika Tian Yan melakukan hal semacam ini juga dia sepertinya masih belum bisa membenci orang yang sudah dianggap sebagai suami itu.
Pada akhirnya keempatnya pun berjalan pergi— Dengan Bai Qing Ye di sisi lengan kiri, sementara Jiao Yue dan Bing Hua dipeluknya dengan lengan yang satunya.
Pemandangan di luar nalar ini disaksikan oleh semua orang yang ada di sana. Mereka memiliki bermacam-macam ekspresi. Ada yang tercengang dengan rahang seperti ingin jatuh, ada juga yang menangis karena mereka jones— Sementara para pemuda yang selama ini merasa ilmu Harem mereka sudah tinggi, merasa sangat kagum dengan Master Sekte mereka yang bisa menenangkan singa dan harimau hanya dengan beberapa kata.
Master Sekte benar-benar seorang Dewa Cinta!
"Hah ..." Xie Yun menghela nafas, 'Saudara Tian seperti memiliki magnet ketampanan ... Semoga Senior Xun Die tidak ikut terpikat— Tidak! Mungkinkah senior juga sudah ...' Xie Yun sedikit gemetar dengan pikirannya.
"Salam, Senior Agung!"
Beberapa murid membangunkan gadis itu dari lamunannya yang sudah semakin salah arah.
"Ahh, benar! Ayo ikut aku, aku akan mencarikan tempat tinggal agar kalian bisa tinggal di Gerbang Cahaya Suci ini!"
•••
Seminggu berlalu, Tian Yan yang telah berhasil mendamaikan Bing Hua dan Bai Qing Ye dengan cara membuat keduanya bekerja sama di atas ranjang. Kini dirinya berada di atas salah satu puncak bersama Qing sembari meminum teh hangat sambil menikmati topik yang sedang mereka bicarakan.
"Senior, kenapa kau menyuruhku membawa para murid-murid berbakat dari sekteku?" Tian Yan bertanya dengan nada yang sopan. Meski kini ranah keduanya sama, tapi Tian Yan tetap menghormatinya karena merasa Qing Jia masih bisa membunuhnya dengan mudah.
Qing Jia yang mendengar pertanyaan Tian Yan pun berhenti menyesap teh di bibirnya, dan meletakkan kembali gelas kecil itu ke tempatnya. Ia berkata, "Ini karena kehendak dunia zaman ini lebih menyukai manusia."
"Heehhh ...?" Tian Yan yang mendengar pernyataan itu segera menjadi tertarik sehingga ia pun memutuskan untuk menanyakannya. "Apa maksudnya, Senior?"
"Hmm ..." Qing Jia menatap Tian Yan dari mata ke mata untuk menjawab pertanyaan Tian Yan. Dia agak heran kenapa Tian Yan tidak memahami hal semacam ini, jadi wanita itu memutuskan untuk menjelaskannya. "Siklus perubahan zaman sudah dimulai sejak awal mula dunia diciptakan, dan pada setiap zamannya, selalu ada ras besar yang dipilih oleh surga, bisa dibilang dianak emaskan."
Tian Yan mengangguk dan paham dengan apa yang dibicarakan. "Jadi, sekarang adalah zaman emas para manusia?"
"Tepat."
...Bersambung, jangan lupa like bosque :)...